Undangan KTT G7 Ditolak Merkel, AS Tarik 9.500 Tentara dari Jerman: Hubungan Kedua Negara Memburuk?

Amerika Serikat memutuskan memindahkan 9500 tentaranya dari Jerman, di tengah memburuknya hubungan Presiden Donald Trump dan Kanselir Angela Merkel.


zoom-inlihat foto
trump-y-merkel.jpg
AFP
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Kanselir Jerman, Angela Merkel di KTT G20 Osaka, Jepang.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kanselir Jerman, Angela Merkel disebut-sebut sebagai pihak yang menggagalkan rencana Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump untuk menjadi tuan rumah pertemuan negara G7 di bulan ini.

Angela Merkel menolak undangan dari Donald Trump untuk hadir di pertemuan G7 tersebut pada pekan lalu.

Hubungan kedua negara besar tersebut pun disebut-sebut semakin tidak harmonis.

Bertepatan pasca peristiwa tersebut, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memerintahkan militer AS untuk memindahkan 9.500 tentara dari Jerman.

Langkah Trump kali ini kemungkinan akan meningkatkan kekhawatiran di Eropa tentang komitmen AS ke benua Eropa.

Menurut laporan berita Reuters, langkah ini akan mengurangi jumlah pasukan AS di Jerman menjadi 25.000 orang, dari 34.500 personel yang saat ini ada.

Seorang pejabat senior AS yang tidak mau disebut identitasnya mengatakan, kebijakan itu adalah hasil dari berbulan-bulan kerja oleh perwira militer top Amerika, Jenderal Mark Milley, ketua kepala staf gabungan, dan tidak ada hubungannya dengan ketegangan antara Trump dan Jerman.

Kanselir Jerman, Angela Merkel.
Kanselir Jerman, Angela Merkel. (BERND VON JUTRCZENKA / POOL / AFP)

Seorang pejabat senior pemerintahan AS lain mengatakan, 9.500 tentara akan dikirim ke tempat lain, beberapa ke Polandia, beberapa ke negara-negara sekutu AS lainnya, sementara beberapa akan kembali ke rumah.

Pejabat ini mengatakan ada sedikit kebutuhan untuk kontingen besar di Jerman karena peningkatan keseluruhan pengeluaran pertahanan oleh aliansi militer NATO yang dipimpin AS.

Baca: Iran, Rusia, China, dan Turki Justru Rayakan Kekacauan dan Kerusuhan di Amerika Serikat

Baca: Balas Perlakuan Donald Trump, China Stop Impor Daging Babi dari Amerika Serikat

Baca: Disaat Corona Lumpuhkan Ekonomi Dunia, Biliuner Amerika Serikat Ini Justru Dapat Untung Besar

Perubahan itu diperintahkan dalam sebuah memorandum yang ditandatangani baru-baru ini oleh penasihat keamanan nasional Trump, Robert O'Brien.

Pejabat itu, mengatakan Amerika Serikat mulai menyiapkan rencana penarikan pasukan pada bulan September tahun lalu.

Senator Jack Reed dari Partai Demokrat menilai langkah penarikan sejumlah pasukan dari Jerman itu dan tidak masuk akal.

Andrew Weiss dari Carnegie Endowment for International Peace menyebut langkah itu adalah "hadiah besar" bagi Rusia.

"Dengan satu gerakan, Trump menunjukkan sekali lagi bahwa aliansi kami tidak lebih dari permainan politik," kata Weiss di Twitter.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (SAUL LOEB / AFP)

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Ullyot mengatakan Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk bekerja dengan Jerman dalam masalah pertahanan dan lainnya.

Langkah ini, pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal, adalah putaran terbaru dalam hubungan antara Jerman dan AS yang sering tegang selama masa kepresidenan Trump.

Trump telah menekan Jerman untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan dan menuduh bahwa Jerman menjadi "tawanan" Rusia karena ketergantungan energinya.

Sekitar 17.000 karyawan sipil AS mendukung pasukan AS di Jerman. Diyakini Amerika Serikat juga memiliki hulu ledak nuklir di sana.

Jerman mesra dengan China

Hubungan China dengan Jerman semakin mesra saja.

Presiden China Xi Jinping mengatakan pada hari Rabu (3/6/2020) bahwa China siap bekerja sama dengan Jerman dan Uni Eropa (UE) untuk memperkuat kerja sama strategis, menegakkan multilateralisme, hingga mengatasi tantangan global.

Dalam percakapan telepon dengan Kanselir Jerman Angela Merkel, Xi mencatat bahwa ini adalah ketiga kalinya sejak wabah Covid-19 di mana dia dan Merkel telah melakukan pembicaraan melalui telepon.

Menurutnya, ini mencerminkan adanya saling percaya politik yang dalam dan strategi komunikasi yang dekat antara kedua belah pihak.

Baca: Jebakan Utang dari China Diungkap Eks PM Malaysia Mahathir, Sebut Strategi Bangun Pangkalan Militer

Baca: Hari Ini Dalam Sejarah, 30 April 1945 - Pemimpin Nazi, Adolf Hitler Bunuh Diri di Berlin, Jerman

Baca: Jadi Korban Konflik Politik Amerika Serikat vs China, Kini Banyak Warga Hong Kong Ingin Bermigrasi

Melansir People's Daily, Xi menjelaskan, China menghargai tujuan dan pendirian rasional pemerintah Jerman serta rasa hormatnya terhadap sains pada masalah pandemi.

Dia menambahkan bahwa China siap bekerja dengan Jerman untuk mendukung pekerjaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mempromosikan kerja sama internasional dalam kerangka kerja seperti PBB dan Kelompok 20, membantu negara-negara Afrika melawan penyakit virus corona, dan berkontribusi dalam menjaga keamanan kesehatan publik global.

Presiden China, Xi Jinping dan Kanselir Jerman, Angela Merkel.
Presiden China, Xi Jinping dan Kanselir Jerman, Angela Merkel. (AFP/foreingbrief.com)

China, lanjutnya, akan tetap berkomitmen untuk terus membuka dan memperluas kerja sama dengan seluruh dunia, dan terus menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi perusahaan-perusahaan Jerman untuk meningkatkan investasi di Tiongkok.

Sementara itu, masih mengutip People's Daily, Merkel mengatakan bahwa Jerman mementingkan rencana pembangunan ekonomi dan sosial yang dibuat dalam "dua sesi" Tiongkok, dan siap bekerja dengan China untuk mempromosikan pekerjaan dan dimulainya kembali produksi tanpa mengorbankan pengendalian wabah dan terus memperdalam kerja sama ekonomi bilateral.

Jerman sangat menghargai pengumuman yang dibuat oleh Xi bahwa vaksin Covid-19 Tiongkok akan dijadikan obat publik global.

Dia menambahkan, hal tersebut sangat penting dalam keadaan saat ini, untuk meningkatkan solidaritas internasional dan multilateralisme bagi perjuangan global melawan pandemi.

Kanselir mengatakan Jerman bersedia untuk memperkuat pertukaran kejasama dengan China dan terus mendukung WHO memainkan peran penting, sehingga dapat mempromosikan kerjasama keamanan kesehatan masyarakat internasional.

(Tribunnewswiki.com/Ris)

Artikel ini tayang di Kontan.co.id dengan judul Donald Trump tarik 9.500 tentara AS dari Jerman, hubungan AS-Jerman memburuk? dan Mesra dengan Merkel, Xi Jinping: Ini telepon ketiga sejak wabah Covid-19.





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved