Ali Ngabalin Bongkar Alasan Presiden Jokowi di Balik Penerapan New Normal: Rakyatnya Tak Boleh Lapar

Ali Ngabalin akhirnya blak-blakan mengungkap alasan utama presiden Jokowi segera menerapkan new normal di Indonesia.


zoom-inlihat foto
ngabalin-jokowi.jpg
Tribunwow/Twitter
Presiden Jokowi dan Ali Ngabalin


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Ngabalin akhirnya blak-blakan ungkap alasan Presiden Jokowi saat penerapan new normal.

Ali Ngabalin menyebut bahwa Presiden Jokowi memutuskan adanya penerapan new normal atau tatanan kehidupan baru ini dengan banyak pertimbangan.

Selain pertimbangan dari segi pemerintahan, Presiden Jokowi juga mendengar pertimbangan dari berbagai sektor.

Di antaranya adalah sektor rumah sakit yang kini sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

Selain itu, Jokowi juga mendengar pertimbangan dari Pemerintah Daerah yang nantinya bertanggung jawab dalam pengawasan new normal ini.

Baca: Kabar Baik, Jelang New Normal Pemerintah Berikan Berbagai Kemudahan Ini Bagi Masyarakat

Baca: Jelang New Normal, Serikat Buruh: Masyarakat Sudah Kehilangan Pekerjaan, Akan Kembali Kerja Dimana?

Hal itu disampaikan oleh Ali Ngabalin saat menjadi narasumber di acara Dua Sisi tvOne pada Jumat (29/5/2020).

Ali Ngabalin menjelaskan bahwa Pemerintah mengambil keputusan tersebut berdasarkan dengan banyak pertimbangan, termasuk masalah kesiapan rumah sakit.

"Yang pasti begini saya pastikan bahwa tidak mungkin satu kebijakan yang diambil oleh Pemerintah itu tanpa ada pertimbangan, baik dari pertimbangan penelitian, para ahli, dan lain-lain termasuk di antaranya adalah kesiapan rumah sakit," ujar Ali Ngabalin dikutip dari YouTube Talk Show tvOne.

Selain itu, Pemerintah juga fokus mengawasi kemampuan tes spesimen Covid-19.

"Kemudian tadi survaillance-nya kekuatan seberapa jauh kemampuan Pemerintah dalam melakukan tes spesimen," ungkap dia.

Ali Ngabalin menjelaskan, satu di antara alasan new normal akan segera diberlakukan lantaran vaksin juga baru bisa digunakan dalam beberapa tahun ke depan.

"Kemudian juga ada hal yang paling terpenting itu, kan kita mendapatkan pengumuman informasi yang disampaikan oleh organisasi kesehatan dunia terhadap vaksin dan obat yang kemungkinan itu tidak dalam satu dua minggu atau tidak dalam satu dua bulan ditemukan."

"Tapi dua tahun sampai dua tahun delapan bulan begitu informasinya," katanya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau kesiapan penerapan prosedur standar tatanan baru atau new normal pada Selasa, (26/5/2020) pagi di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Dalam foto, Jokowi terlihat didampingi oleh oleh Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Idham Aziz. Rencananya, sebanyak 340.000 anggota TNI-Polri akan dikerahkan untuk melakukan pengawasan di 1.800 titik obyek keramaian.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau kesiapan penerapan prosedur standar tatanan baru atau new normal pada Selasa, (26/5/2020) pagi di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Dalam foto, Jokowi terlihat didampingi oleh oleh Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Idham Aziz. Rencananya, sebanyak 340.000 anggota TNI-Polri akan dikerahkan untuk melakukan pengawasan di 1.800 titik obyek keramaian. (KOMPAS/Agus Suparto)

Sehingga, Jokowi ingin selama menunggu vaksin itu masyarakat tetap bisa produktif tanpa melupakan protokol kesehatan.

Ngabalin mengatakan, Jokowi juga tak ingin masyarakatnya kelaparan akibat ekonomi terhenti selama pandemi covid-19.

"Artinya apa dalam keseharian kita ini bergelut dengan virus ya kan? Itu sebabnya kenapa Bapak Presiden mengatakan harus produktif dan aman."

"Presiden itu juga tak mau rakyatnya terpapar Corona juga tak mau lapar ini, rakyatnya tidak boleh lapar," tegas Ngabalin.

Baca: Pendatang Wajib Bawa Surat Keterangan Negatif Covid-19 dari Tes PCR, Bali Terapkan New Normal?

Ngabalin menegaskan Pemerintah Pusat juga mengambil keputusan itu dengan pertimbangan Pemerintah Daerah (Pemda).

"Pemerintah tidak akan mungkin mengambil satu keputusan sendiri sepihak tanpa melakukan dialog dan bicara dengan Pemda itu satu," ungkap dia.

Saat ditanya bagaimana dengan daerah yang penyebaran Virus Coronanya masih tinggi, Ngabalin justru menegaskan bahwa new normal itu bukan berarti tak ada protokol kesehatan.

new normal life setelah pandemi Covid-19
new normal life setelah pandemi Covid-19 (freepik.com)




Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved