TRIBUNNEWSWIKI.COM - Beredar kabar Jepang akan mengalokasikan anggaran tambahan sampai 1,1 trilun dollar AS, atau setara dengan Rp16.170 triliun untuk belanja langsung.
Dilansir Reuters, alokasi anggaran stimulus itu akan digunakan untuk mencegah Jepang terpuruk dalam resesi yang lebih dalam.
Sebelumnya, pemerintah Jepang pun sudah menggelontorkan anggaran stimulus dengan jumlah yang sama.
Dengan begitu, total keseluruhannya Jepang sudah mengalokasikan stimulus sebesar 2,18 triliun dollar AS atau sekitar 40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Dengan jumlah tersebut, anggaran yang dialokasikan Jepang menghadapi pandemi ini merupakan satu yang terbesar di dunia.
Baca: Rahasia Jepang Mampu Kalahkan Pandemi Virus Corona di Negaranya walaupun Tak Pedulikan Aturan
Baca: Ahli Jepang Ingatkan Bahaya Penggunaan Masker untuk Anak di Bawah Dua Tahun, Ini Alasannya
Angka ini mendekati jumlah nilai anggaran pemulihan Amerika Serikat yang sebesar 2,3 triliun dollar AS.
Paket kebijakan stimulus kedua ini termasuk 33 triliun yen belanja langsung pemerintah.
"Kami harus melindungi dunia usaha dan lapangan kerja dengan segala cara untuk menghadapi masa-masa sulit di masa yang akan datang. Kami harus melakukan berbagai ukuran yang diperlukan untuk bersiap menghadapi gelombang lain dari pandemi," jelas Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.
Untuk mendanai anggaran tersebut, pemerintah Jepang bakal menerbitkan surat utang pemerintah senilai 31,9 triliun yen, masuk dalam rencana penerbitan surat utang tambahan kedua untuk tahun fiskal berjalan yang akan berakhir pada Maret 2021.
Dengan begitu, penerbitan surat utang pemerintah Jepang pada tahun fiskal ini akan mencapai 90 triliun yen.
Jika ditambah dengan penerbitan utang pemerintah yang telah jatuh tempo, maka penerbitan utang oleh pemerintah Jepang akan mencapai rekor, yaitu lebih dari 200 triliun yen.
Hal ini akan semakin menekan perekonomian Negeri Matahari Terbit ini yang telah menghadapi resesi di tengah bencana wabah Covid-19 ini.
Adapun dengan tambahan anggaran stimulus ini, pemerintah bakal menambah belanja kesehatan, dana talangan untuk perusahaan-perusahaan yang tak mampu membayar sewa, dana dukungan untuk pelajar yang kehilangan kesempatan bekerja paruh waktu sampai subsidi untuk perusahaan-perusahaan yang terdampak pandemi.
Bukan hanya itu saja, pemerintah pun menyisihkan anggaran sebesar 10 triliun yen demi cadangan yang dapat dimanfaatkan ketika dalam kondisi darurat.
Di dalam sebuah pertemuan dengan partai penguasa, Abe menerangkan pemerintah akan secara terpisah menyediakan hingga 140 triliun yen dukungan finansial untuk perusahaan yang terdampak pandemi.
Sedangkan untuk, paket stimulus awal yang senilai 117 triliun, pemerintah Jepang fokus untuk memberikan bantuan tunai kepada rumah tangga serta memerbaiki dampak kerusahaan ekonomi akibat pandemi.
(TRIBUNNEWSWIKI.CPM/Kaka, Kompas.com)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jepang Tambah Stimulus Rp 16.170 Triliun untuk Perangi Virus Corona"