TRIBUNNEWSWIKI.COM - Aksi nekat dilakukan oleh keluarga asal Lombok.
Mereka membawa pulang jenazah pasien NPP (46) dari Bali menuju kampung halaman.
Diberitakan Kompas.com, pihak keluarga tak sabar menunggu hasil tes swah dari Rumah Sakit Denpasar.
"Jadi ceritanya, jenazah itu dipaksa oleh keluarganya untuk dibawa ke Lombok. Dari pihak RS Denpasar tidak bisa menahan karena pada waktu itu belum ada hasil swabnya," kata Kasubag Humas Polres Lombok Barat Iptu Ketut Sandiarsa saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (20/5/2020).
Ketika jenazah tiba di Lombok, baru diketahui ternyata positif terkena virus corona.
"Hingga malam itu langsung dikremasi dengan sesuai SOP," kata Sandiarsa.
Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus S Wibowo menyayangkan kejadian ini.
Pihaknya akan menjadikan kejadian ini sebagai pembelajaran dan evaluasi.
Baca: Mudik di Tengah Pandemi Covid-19, Jumlah Kendaraan Keluar yang Tinggalkan Jakarta Alami Penurunan
Berita Serupa: Positif Covid-19 karena Nekat Buka Peti Jenazah dan Memandikannya
Sebanyak 15 warga Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, kini positif Covid-19.
Tak hanya itu belasan lainnya dinyatakan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
Hal tersebut lantaran mereka melakukan kontak langsung dengan jenazah pasien Covid-19.
Di antaranya membuka peti, membuka bungkus plastik dan bahkan memandikan jenazah yang terinfeksi virus corona.
Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Achmad Syaifuddin pada Kompas.com, Minggu (17/5/2020).
"Yang PDP banyak, yang positif Covid-19 ada 15," katanya usai penyerahan BLT Dana Desa di Balai Desa Brebek Sidoarjo, Minggu (17/5/2020).
Akibat kejadian tersebut, Nur Achmad Syaifuddin mengatakan telah melakukan pembatasan akses ke dusun tersebut.
Termasuk menutup sarana ibadah di lingkungan dimana infeksi virus corona tersebut mulai menyebar.
Baca: Pemkot Padang Siapkan Seribu Makam untuk Jenazah Covid-19 di Lahan Khusus
Diungkaplkan oleh Nur, peristiwa tersebut telah terjadi sekira dua pekan lalu.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, berikut kronologi kejadian penularan tersebut.
Semula terdapat warga setempat yang dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
Warga yang meninggal dunia tersebut sudah dinyatakan positif Covid-19.
Meski demikian keluarga tetap meminta jenazah dipulangkan ke rumah duka.
Jenazah kemudian dipulangkan ke rumah duka sesuai dengan protokol pemakaman korban Covid-19.
Namun, jenazah yang sudah dibungkus plastik sesuai SOP pemulasaraan jenazah Covid-19 dibuka kemudian dimandikan.
"Bukan hanya dibuka, menurut informasi dari Gubernur Jatim, jenazah juga dimandikan lagi," terang Nur.
Usai dimandikan, jenazah dimakamkan sebagaimana jenazah pada umumnya.
"Kami akan beri perhatian serius, tim tracing sudah bergerak melalukan tracing terhadap siapa saja yang kontak erat dengan para warga yang dinyatakan positif Covid-19," tutupnya.
Sebagian artikel ini telah tayang sebelumnya di TribunnewsWiki.com dengan judul Akibat Buka Plastik dan Nekat Mandikan Jenazah Terinfeksi Corona, 15 Warga Sidoarjo Positif Covid-19
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur/Magi)