PSBB Jakarta Diperpanjang 14 Hari, Banyak Warga Mengeluh Bosan dan Butuh Kepastian

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi mengumumkan perpanjangan PSBB Jakarta selama 2 minggu ke depan hingga 14 Juni 2020.


zoom-inlihat foto
anies-psbb.jpg
Kompas.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam konferensi pers di Balai Kota DKI, Jumat (15/5/2020).(Tangkapan layar dari akun Youtube Pemprov DKI Jakarta)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menanggapi banyaknya warga yang terlibat di kerumunan publik, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hal tersebut dilakukan untuk terus mengontrol dan mengurangi jumlah penularan virus corona yang semakin bertambah.

Perpanjangan PSBB DKI Jakarta dilakukan hingga 4 Juni 2020.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan jika perpanjangan kali ini adalah perpanjangan terakhir jika warga patuh akan aturan.

Namun, nampaknya penerapan PSBB yang lama membuat beberapa warga merasa jenuh dan bosan.

Dilansir dari Kompas.com, seorang warga Jakarta bernama Tania (26) mengaku sudah mulai merasa jenuh karena terus berada di rumah.

Namun, kebosanan yang dirasakannya tersebut bukan tanpa alasan.

Ia mengatakan jika rasa jenuh yang dialaminya dipicu oleh ketidakpastian penerapan aturan yang berlaku di lapangan.

Baca: Daftar 42 Politeknik Negeri di Indonesia untuk Referensi Daftar SBMPN 2020

Baca: Ramalan Zodiak Keuangan Hari Ini Rabu 20 Mei 2020, Sagitarius Efisien, Scorpio Lepas dari Kewajiban

Baca: WHO Sebut Vaksin Didistribusikan 2021, LIPI Rekomendasikan Cara Bertahan di Pandemi Covid-19

Meski Pemprov DKI sering kali mempublikasikan penindakan, nyatanya kondisi di sekitar kian terasa seperti hari-hari biasa.

Apalagi jika melihat media sosial, yang menunjukkan terjadinya pelanggaran di mana-mana.

Bahkan yang lebih parah, banyak warga yang sudah tidak menghiraukan aturan lagi hingga membuat beberapa tempat umum penuh sesak.

"Jadi tiga bulan diam diri di rumah aja rasanya kayak sia-sia. Kasian juga para tenaga medis," kata Tania saat dihubungi Kompas.com, Rabu (20/5/2020).

Tani juga menyinggung soal bantuan sosial di sekitar rumahnya yang menurutnya tidak merata.

Hal itu bahkan terjadi di sekitar lingkungan tempat Tania tinggal.

Banyak warga yang merasa butuh mencari penghasilan demi kelangsungan hidup ketimbang menunggu derma dari pemerintah.

Tidak hanya Tania, hal itu juga dirasakan oleh Harri (25), seorang pedagang minuman.

Tiga bulan harus mematuhi peraturan tapi pengawasan terhadap mereka yang membandel membuat dirinya begah.

Namun alasannya melanggar aturan PSBB tersebut disebabkan karena uang tabungan miliknya yang semakin menipis.

Baca: PSBB Jakarta Diperpanjang, Anies Baswedan Janji Ini PSBB Terakhir Jika Warga Ikuti Tiga Aturan

Baca: Ribuan Pelanggar PSBB di Tangerang Jalani Rapid Test, Sebanyak 21 Orang Dinyatakan Reaktif

Baca: Viral Video Mall CBD Ciledug Diserbu Warga hingga Berdesakan saat PSBB, Ini Penjelasan Satpol PP

Harri pun memaksa dirinya kembali berjualan dan mencari nafkah di luar rumah agar kebutuhan hidup sehari-harinya dapat terpenuhi.

Namun, ia mengatakan jika ia akan bersabar dan patuh akan aturan jika pernyataan Anies tentang aturan PSBB kali ini yang bakal menjadi terakhir.

Ia pun memberikan masukan agar penerapan PSBB kali ini harus lebih ketat dari sebelumnya.

Tapi kalau emang begitu, harusnya dua minggu ini pemerintah harus lebih ketat dari sebelumnya. Ya mungkin petugas capek harus mengawasi terus, tapi kalau mau ya dua minggu ini harus kerja ekstra," ucap Harri.

Ia juga mengingatkan Pemprov DKI terkait pemaksimalan penyaluran bansos selama dua minggu terakhir ini.

"Ya soalnya tabungan orang pasti udah menipis semua, makanya belakangan banyak yang pengen keluar cari duit," ucap Harri.
Menurut Harri warga saat ini membutuhkan kepastian terkait bantuan, kapan warga mulai bisa beraktivitas kembali, hingga penegakkan aturan di lapangan.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi memperpanjang kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama 14 hari ke depan, mulai dari tanggal 22 Mei hingga 4 Juni 2020.

Setelah fase perpanjangan PSBB tersebut usai, Anies mengatakan, bisa saja seluruh warga ibu kota dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal.

Namun tetap dengan catatan, warganya harus mematuhi protokol kesehatan serta memenuhi syarat selama fase perpanjangan PSBB dua pekan ke depan.

"Bila kita melakukan kedisiplinan berada di rumah, maka insya Allah setelah dua minggu ini, kita bisa keluar dari fase PSBB," kata Anies pada siaran pers yang diadakan secara online, Selasa (19/5/2020).

(TribunnewsWiki.com/Restu, Kompas.com/Jimmy Ramadhan Azhari)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "PSBB Jakarta Diperpanjang, Warga Jenuh dan Butuh Kepastian"





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved