Kabar Baik, Tenaga Medis Non-Pegawai Tetap (PTT) yang Bertugas Atasi Wabah Corona Diusulkan Jadi PNS

Walikota Bengkulu Helmi Hasan, mengusulkan tenaga medis yang berstatus pegawai tidak tetap dan bertugas atasi wabah Corona untuk diangkat menjadi PNS.


zoom-inlihat foto
perawat-indonesia-diusulkan-pns.jpg
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas medis mengambil sample darah pedagang saat Rapid Test virus corona atau Covid-19 di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (21/4/2020). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten menggelar screening test virus corona atau Covid-19 diantaranya di sejumlah pasar.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sektor kesehatan menjadi garda terdepan dalam penanggulangan wabah virus Corona.

Sistem kesehatan beserta didalamnya yakni tenaga kesehatan, alat/fasilitas medis dan obat-obatan sangatlah krusial bagi keberlangsungan sebuah negara untuk melalui masa-masa pandemi seperti Covid-19.

Seperti diketahui, di Indonesia sendiri tenaga medis sebagai salah satu bagian penting dalam sistem kesehatan nasional dalam menghadapi wabah virus Corona merupakan pilar yang layak diapresiasi dan diberi penghormatan tinggi.

Seperti apa yang diusulkan oleh Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan dirinya mengharapkan para tenaga medis yang bertugas menangani pasien corona atau Covid-19 setiap hari pada masa pandemi ini akan mendapatkan penghargaan yang setimpal.

Para perawat pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet, Jakarta, Kamis (23/4/2020).
Para perawat pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet, Jakarta, Kamis (23/4/2020). (Dokumentasi Pribadi Bima Perawat Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet)

Dikutip dari laman Kompas.com berjudul Tenaga Medis yang Terpapar Covid-19 Diusulkan Langsung Jadi PNS, Helmi Hasan mengajukan usulan agar tenaga medis berstatus pegawai tidak tetap (PTT) yang berjuang dalam penanggulangan corona, namun terpapar infeksi Covid-19, dapat diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) tanpa tes.

Menurut Helmi yang menajbat Walikota Bengkulu sejak 2013 itu, usulan tersebut dirinya sampaikan kepada pemerintah pusat.

"Sebagai bentuk penghargaan, kepedulian terhadap tenaga medis, kesehatan paramedis, Pemkot Bengkulu mengusulkan ke pemerintah pusat agar mereka yang berstatus sebagai PTT untuk menjadi PNS tanpa tes," kata Helmi dalam keterangan pers, Sabtu (16/5/2020).

Menurut Helmi, usulan tersebut sangat layak dikabulkan sebagai bentuk apresiasi terhadap tenaga kesehatan yang berjuang mempertaruhkan hidup dan nyawa mereka untuk menolong masyarakat dari krisis pandemi Corona.

Baca: Peringatan Hari Perawat Internasional di Tengah Pandemi Covid-19, Jajat Sudrajat: Ini Sangat Berbeda

“Saya sangat prihatin kepada tenaga kesehatan, medis dan paramedis yang telah berjuang siang dan malam mempertaruhkan hidupnya untuk warga Kota Bengkulu agar terhindar dari wabah Covid-1919."

Walikota Bengkulu, Helmi Hasan.
Walikota Bengkulu, Helmi Hasan. (Tribunnews.com)

Untuk itu, saya sangat menghargai jasa-jasanya dan akan mengusulkan mereka menjadi PNS tanpa tes,” kata Helmi.

Dari jumlah tersebut, 31 orang di antaranya adalah tenaga medis yang terpapar Covid-19.

Adapun sebarannya meliputi, 23 orang tenaga medis di Kota Bengkulu; 5 orang di Bengkulu Utara; 1 orang di Kepahiang; 1 orang di Kabupaten Seluma dan 1 di Bengkulu Selatan.

Update Covid-19 di Indonesia

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengungkapkan adanya penambahan kasus pasien yang terjangkit virus corona.

Berdasarkan data yang dihimpun hingga Minggu (17/5/2020) pukul 12.00 WIB, ada sebanyak 489 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Penambahan tersebut menyebabkan adanya 17.514 kasus Covid-19 di seluruh Indonesia.

Baca: Sudah Ajukan Cuti Tapi Ditolak Atasan, Seorang Dokter Hamil 8 Bulan Meninggal Akibat Terpapar Corona

"Konfirmasi kasus Covid-19 positif naik 489 orang, sehingga total menjadi 17.514 orang," ujar Yuri saat memberikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Minggu sore dikutip dari Kompas.com.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto dalam konferensi pers di gedung BNPB, Jakarta, Sabtu (21/3/2020).(Tangkapan layar KompasTV)
Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto dalam konferensi pers di gedung BNPB, Jakarta, Sabtu (21/3/2020).(Tangkapan layar KompasTV) (Tangkapan layar KompasTV)

Selain itu, Yuri memaparkan penambahan jumlah pasien yang sembuh setelah dinyatakan positif virus corona.

Ada penambahan sekitar 218 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh, setelah dua kali pemeriksaan dengan polymerase chain reaction (PCR) menunjukkan negatif virus corona.

Dengan demikian, total ada sebanyak 4.129 pasien Covid-19 yang sembuh.

"Kasus sembuh meningkat 218 orang, sehingga total menjadi 4.129 orang," tutur Yuri.

Kemudian ada pula penambahan kasus pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Baca: 3 Perawat Positif Covid-19, RS Rujukan Covid-19 Paling Memadai di Maluku Ditutup Sementara

Ada penambahan 59 pasien Covid-19 yang meninggal dalam periode 16 - 17 Mei 2020.

Total, ada 1.148 pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Indonesia.

"Kasus meninggal 59 orang, total menjadi 1.148 orang," ucapnya.

(Tribunnewswiki.com/Ris)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Sanubari Jakarta (2012)

    Sanubari Jakarta adalah film drama omnibus Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved