TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kapal Layar Motor (KLM) Putra Sejahtera karam di Sungai Siak, kawasan Pelabuhan Rakyat H Bul, Kelurahan Pesisir, Limapuluh, Kota Pekanbaru, Riau.
Kapal tersebut merupakan kapal pengangkut sembako dan bahan makanan.
Akibat karam, sembako dan makanan itu hanyut di sekitar perairan.
Karenanya warga berebut barang yang hanyut, diantaranya adalah mie instan.
"Warga sangat ramai ke sungai mengutip barang-barang yang hanyut. Gak sempat dilarang lagi. Saya sempat larang, tapi gak bisa. Akhirnya saya telepon polisi," kata Ariyanto, pemilik KLM Putra Sejahtera tersebut, saat dikonfirmasi Kontributor Kompas.com.
Baca: VIRAL Siswa SMA di Riau Rayakan Kelulusan dengan Aksi Corat-coret Seragam, Akhirnya Minta Maaf
Beberapa waktu kemudian, petugas kepolisian dan cost guard Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Pekanbaru untuk mengamankan lokasi.
Petugas mengimbau warga agar tidak menjarah barang yang masih ada di dalam kapal.
Berdasarkan keterangan Ariyanto, kapal hendak berangkat dari pelabuhan menuju ke Tanjung Balai Karimun, Kepri.
Kapal ini memuat sekitar 80 ton.
Namun, saat akan persiapan berangkat, kapal tiba-tiba oleng dan tenggelam.
"Kejadiannya sekitar pukul 05.30 WIB. Kapal mau berangkat ke Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau (Kepri)."
"Tapi pada saat mau belok kanan arah hilir, kapal tiba-tiba oleng dan tenggelam. Waktu itu arus deras karena Sungai Siak sedang surut," ucap Ariyanto kepada Kompas.com di lokasi kejadian, Jumat.
Baca: Kepulauan Riau
Baca: Kopi Excelsa Riau
Enam orang kru kapal bergegas mengambil tali untuk mengikat kapal ke pelabuhan dan menyelamatkan diri.
"Enam orang kru kapal selamat," sebut Ariyanto.
Kapal saat ini dalam kondisi setengah tenggelam di pelabuhan rakyat H Bul, yang masih terdapat muatan.
Rencananya petugas akan melakukan evakuasi siang ini.
Ariyanto mentaksir kerugian akibat kejadian ini capai Rp 4 miliar.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur, Kompas.com/Idon Tanjung)