Utang Rp 43 Ribu Triliun Menanti Amerika Serikat, Rupiah Indonesia Justru Diprediksi Akan Menguat

Amerika Serikat akan memiliki utang Rp 43 Ribu Triliun justru Rupiah Indonesia diprediksi akan menguat.


zoom-inlihat foto
jokowi-dan-donald-trump.jpg
via kompas.com
Joko Widodo dan Donald Trump.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Amerika Serikat akan memiliki utang Rp 43 ribu triliun, sementara Rupiah Indonesia diprediksi akan menguat.

Amerika Serikat kini kelabakan menghadapi krisis ekonomi saat wabah virus.

Hal tersebut terlihat saat Amerika Serikat (AS) berencana menerbitkan obligasi senilai US$ 3 triliun atau senilai Rp 45.300 triliun.

Dengan adanya kebijakan tersebut, tentu akan membawa dampak bagi Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

Perry mengatakan, kebijakan AS tersebut pastinya akan memberi dampak pada ekonomi di Indonesia.

Baca: 5 Kabar Baik Penanganan Wabah Virus Corona di Indonesia: Banyak yang Sembuh hingga Ada 41 Lab Baru

Baca: Profesor Peneliti Virus Corona di Amerika Ditembak Mati saat Temukan Fakta Mengejutkan Covid-19

"Dampaknya memang ada dua, ke pasar obligasi dan ke nilai tukar rupiah kita," terang Perry, Rabu (6/5/2020) via video conference dilansir oleh Kontan.

Bila AS kembali menerbitkan obligasi senilai US$ 3 triliun, berarti suplai US Treasury akan meningkat sehingga likuiditasnya pun akan meningkat.

Ini bisa berpotensi meningkatkan suku bunga US Treasury.

dollar
dollar (Pixabay)

Meski begitu, Perry melihat bahwa peningkatan suku bunga tersebut tidak akan terlalu tinggi, sehingga membuat Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia masih akan tetap dilirik oleh investor global.

"Memang suku bunga akan naik, tapi nggak terlalu tinggi. Kalau lihat yield, SBN kita yang bunganya 7,9% - 8,08%. Perbedaan suku bunganya masih tinggi sehingga masih menarik investor global untuk membeli SBN kita," tambah Perry.

Ia menambahkan, penerbitan obligasi ini berpotensi membuat dollar AS melemah.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah di awal perdagangan minggu ini, Senin, (5/8/2019)
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah di awal perdagangan minggu ini, Senin, (5/8/2019) ((Kompas.com))

Dengan pelemahan dollar AS dan masih adanya prospek inflow ke SBN Indonesia, maka ini menjadi peluang emas bagi penguatan nilai tukar rupiah ke depan.

"Jadi kekuatan dollar berkurang dan inflow ke Indonesia masih tinggi. Jadi masih ada ruang penguatan rupiah. Itu pengaruhnya," imbuh Perry.

Baca: Skenario Buruk Ekonomi Terdampak Corona, Nilai Tukar Rupiah Bisa Tembus Rp 20 Ribu per Dollar AS

Baca: Penampakan Harta Warisan Lina yang Mencapai 10 Miliar Rupiah, Ada Rumah Mewah Hingga Salon

(Kontan/Bidara Pink)(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Al Farid)

Artikel ini telah tayang di Kontan dengan judul AS akan terbitkan obligasi hingga US$ 3 triliun, bagaimana dampaknya ke Indonesia?





Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved