Hari Ini dalam Sejarah: Menyamar Jadi Pendeta, Thomas Blood Mencoba Mencuri Mahkota Raja Inggris

Secara mengejutkan, meski mencuri mahkota, Thomas Blood diampuni dan justru diberi uang pensiun tahunan oleh Raja Inggris Charles II


zoom-inlihat foto
thomas-blood-dan-komplotannya-mencuri-mahkota-raja-inggris.jpg
Historiamag.com
Thomas Blood dan komplotannya mencuri mahkota Raja Inggris

Secara mengejutkan, meski mencuri mahkota, Thomas Blood diampuni dan justru diberi uang pensiun tahunan oleh Raja Inggris Charles II




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang Irlandia bernama Thomas Blood berusaha mencuri mahkota Raja Inggris pada 9 Mei 1671.

Dalam melancarkan aksinya, Thomas Blood menyamar menjadi pendeta dan membawa tiga tangan kanannya.

Namun, aksi ini gagal dan penjaga membunyikan tanda bahaya.

Thomas Blood dan komplotannya ditangkap kemudian dibawa ke depan Raja Charles II.

Secara mengejutkan, Charles II justru mengampuni dan memberikannya uang pensiun tahunan.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 8 Mei 1886: Coca-Cola Dijual Perdana dan Dibanderol 5 Sen per Gelas

Mahkota Raja Inggris beserta tongkat kerajaan
Mahkota Raja Inggris beserta tongkat kerajaan (Historiamag.com)


Thomas Blood, menyebut dirinya sendiri Kolonel Thomas Blood, lahir sekitar tahun 1618 di County Clare, Irlandia dari keluarga terhormat.

Ayahnya adalah pandai besi kaya, sedangkan kakeknya anggota Parlemen Irlandia.

Blood menghabiskan sebagian besar kehidupan awalnya di England dan bergabung dengan para Royalis ketika Perang Sipil Inggris berlangsung.

Namun, karena merasa pihak Parlementer akan menang, dia membelot ke pihak tersebut dan menjadi perwira.

Ketika perang berakhir, atas jasanya, Blood mendapat hadiah tanah.

Sayangnya, ketika monarki dikembalikan di bawah Charles II, Blood lari dan kembali ke Irlandia.

Keuangan Blood kemudian memburuk karena tanahnya disita akibat Undang-Undang Permukiman 1662.

Karena hal ini, Blood merencanakan pemberontakan bersama para Orwellian.

Pada 1663, dia berencana menculik James Bluter, Pangeran dari Ormonde, tetapi rencananya diketahui.

Blood lari ke Belanda dan kembali lagi ke Inggris pada 1679 dengan menyamar sebagai dokter.

Dia sekali lagi mencoba menculik pangeran itu, tetapi gagal dan justru hampir tertangkap.[2]

  • Pencurian mahkota


Tidak puas dengan kegagalan rencana penculikan, Blood kemudian berencana melakukan aksi lainnya.

Kali ini dia mencoba mencuri mahkota Raja Inggris yang disimpan di Menara London, tepatnya di ruang bawah tanah.

Mahkota ini dijaga oleh Talbot Edwards yang tinggal bersama keluarganya di lantai yang berada di atas ruang bawah tanah.

Suatu hari pada tahun 1671, Blood menyamar sebagai pendeta dan pergi melihat mahkota.

Blood kemudian berkenalan dengan Edwards dan kemudian menjadi akrab.

Selain itu, Blood juga mengatakan akan mempertemukan putri Edwards dengan keponakannya yang kaya.

Pada 9 Mei 1670, Blood datang ke kediaman Edwards pukul 19.00 bersama keponakan dan dua pria lainnya.

Ketika keponakannya bersama putri Edwards, yang lainnya mengatakan ingin melihat mahkota.

Edwards memandunya ke ruang bawah tanah, kemudian secara tiba-tiba dipukul sampai tidak sadar.

Mahkota itu digepengkan dengan palu kayu dan dimasukkan ke kantong.

Di sana juga ada tongkat kerajaan, tetapi karena terlalu panjang, maka harus digergaji menjadi dua bagian.

Saat itu, Edwards sadar kembali dan berteriak "Pembunuhan, pengkhianatan!"

Blood dan komplotannya berusaha melarikan diri, tetapi gagal dan ditangkap.[3]

  • Kelanjutan


Blood dan komplotannya menolak untuk bicara pada siapa pun kecuali pada raja.

Permintaannya dipenuhi dan dia menghadap Raja Charles II.

Namun, Blood justru dimaafkan dan mendapat pensiun 500 pound per tahun.

Alasan pasti dari hal ini tetap tidak diketahui dan ada banyak spekulasi tentang apa yang terjadi selama pertemuan tesebut.

Ada yang menduga bahwa Chales II ikut ambil bagian dalam plot ini.

Sementara itu, ada juga yang menyatakan bahwa raja takut akan terjadi pemberontakan yang dilakukan para pendukung Blood jika dirinya disakiti.[4]

(Tribunnewswiki.com/Febri



Peristiwa Thomas Blood mencoba mencuri mahkota Raja Inggris
Pada 9 Mei 1671
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved