TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi sudah kembali beraktivitas setelah sembuh dari Virus Corona atau Covid-19.
Menhub dikabarkan telah diperbolehkan pulang ke rumah sejak 15 April 2020 lalu.
Sebelumnya, Budi Karya Sumadi dinyatakan positif terinfeksi Virus Corona pada pertengahan Maret lalu.
Selama sakit, Budi Karya dirawat intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.
Ketika diminta bercerita tentang perjuangannya melawan Covid-19, Menhub Budi Karya tak kuasa menahan air matanya.
Baca: 5 Fakta Kesembuhan Menhub Budi Karya: 14 Hari Tak Sadarkan Diri, Dokter yang Menanganinya Meninggal
Baca: Istana Punya Prosedur Cegah Corona, Mengapa Budi Karya Lolos Rapat dengan Jokowi? Ini Penjelasannya
Hal tersebut diungkapnya dalam wawancara eksklusif Budi Karya dengan Rosiana Silalahi pada Selasa (5/5/2020).
“Terima kasih Tuhan, terima kasih teman-teman yang mendoakan saya,” ucap Menteri Perhubungan.
Budi Karya lalu terisak saat menyampaikan rasa terima kasihnya pada orang-orang yang mendoakannya.
“Teman-teman (SMA) Xaverius itu kirim (doa) teman satu alumni kita. Saya meneteskan air mata,” kenang Budi dikutip dari wawancaranya dengan Rosiana Silalahi dalam program Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Rabu (6/5/2020).
Tak hanya dari keluarga dan kerabat dekat, Budi Karya juga mendapatkan doa dari rekan-rekannya yang terbilang jauh.
“Saya juga dapat (doa) dari wartawan, 45 orang mengatakan, kami berdoa, jangan menyerah.”
“Saya terharu.”
“Saya merasa bahwa masih banyak teman-teman yang menginginkan kita sewaktu-waktu (bisa bertemu kembali),” lanjutnya.
Harapan yang sama, kata Budi, juga disampaikan oleh rekan-rekannya sesame alumnus Universitas Gadjah Mada.
Baca: Tak Hanya Menhub Budi Karya Sumadi, Ini Pejabat Negara di Dunia yang Positif Virus Corona
Baca: Awalnya Tifus dan Asma, Ini Kronologi Budi Karya Sumadi Dirawat Hingga Positif Terinfeksi Corona
“Dari teman-teman UGM juga begitu, nyanyi bersama. Jadi teman sekalian yang bukan seumuran saya, 20 tahun, 40 tahun,” kisahnya sambil terisak.
“Maaf kalau saya cengeng. Minta tisu,” lanjut Budi.
Lebih lanjut, Budi Karya merasa bahwa sembuh dari Covid-19 merupakan sebuah mukjizat baginya.
Mengingat usianya yang telah menginjak 60 tahun dan penyakit bawaannya, yakni asma yang telah membersamainya sejak umur 4 tahun.
Seperti diketahui, orang dengan usia lanjut serta penyakit bawaan akan lebih berisiko jika terinfeksi Virus Corona.
“Ya kalau untuk saya ini kejadian yang luar biasa.. apa ya kata yang tepat? Mungkin kata yang tepat mukjizat ya untuk saya,” tutur Budi Karya.
Namun, hal ini tidak berlaku bagi Budi Karya, buktinya ia sembuh dari sakitnya setelah 14 hari tak sadarkan diri.
Doa dan dukungan, menurut Budi, merupakan obat yang mujarab bagi dirinya untuk bisa sembuh dari Virus Corona.
Doa dan dukungan tersebut baginya itu adalah kunci mengapa dirinya bisa pulih setelah 14 hari sempat tak sadarkan diri selama menjalani perawatan.
Ia menambahkan, penyakit Covid-19 yang dideritanya merupakan sebuah peristiwa besar yang harus dimaknai bahwa solidaritas dan kebersamaan itu penting dalam melawan penyakit ini.
“Maka, saya katakan bahwa pemerintah ingin ini dengan segera (selesai). Presiden selalu mengatakan, ‘Yuk kita lakukan (bersama-sama).”
“Sebagian mendorong, sebagian bully. Jangan dong. Kita harus kompak, kalau enggak kompak enggak bisa,” tutup Budi Karya.
Baca: Budi Karya Sumadi
Baca: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi Lakukan Tes Corona, Sempat Hadiri Rapat bersama Menhub Budi Karya
Perjalanan Menhub Budi Karya selama terinfeksi Covid-19
1. Terdeteksi
Budi Karya pertama kali terdeteksi mengidap Covid-19 pada 14 Maret 2020.
Informasi itu diketahui dari keterangan yang disampaikan oleh Kepala RSPAD Gatot Subroto, Budi Sulistya dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.
Budi Sulistya menyebut ada satu pejabat pemerintah yang terkonfimasi sebagai pasien Covid-19, ia kemudian disebut sebagai pasien kasus 76.
Selanjutnya, Pratikno menerangkan pejabat yang dimaksud adalah Menhub Budi Karya.
Di hari yang sama Istana juga melakukan konferensi pers dan menerangkan hal serupa.
Pada kesempatan itu, Mensesneg juga mengumumkan penunjukan Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan menggantikan sementara posisi Budi Karya sebagai Menhub Ad Interim.
2. Dirawat di RS
Meski dinyatakan positif terinfeksi virus corona pada 14 Maret, namun Budi Karya sudah menjalani di perawatan sejak beberapa hari sebelumnya.
Sebab sebelumnya dia didiagnosis terkena tifus.
Budi Karya pun memiliki riwayat penyakit asma yang sudah dideritanya sejak lama, jadi pada awalnya ia menjalani perawatan biasa sembari dites untuk Covid-19.
Setelah diketahui terjangit corona, Budi Karya terlihat sempat mengenakan alat bantu pernapasan atau ventilator.
Namun kemudian, alat bantu pernapasan itu sudah dilepas dari wajah Budi Karya setelah kondisinya mulai membaik.
Sebelumnya, melalui sebuah video terlihat Menhub mengabarkan kondisinya dan mengucapkan terima kasih dengan nafas yang terlihat tersengal.
3. Tinggalkan rumah sakit
Pada pertengahan bulan April, Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengonfirmasi bahwa Budi Karya telah meninggalkan rumah sakit dan kembali ke kediamannya.
"Menteri Perhubungan, Bapak Budi Karya Sumadi, beberapa hari lalu telah kembali di kediaman setelah dirawat di RSPAD," ujar Adita dikutip dari Kompas.com, Rabu (15/4/2020).
Setelah itu, Budi Karya masih harus menjalani masa pemulihan dan isolasi mandiri selama 14 hari sesuai dengan saran dokter.
4. Dinyatakan negatif corona
Dikutip dari keterangan resmi di laman Kementerian Perhubungan, Senin (27/4/2020), Budi Karya telah dinyatakan bebas atau bersih dari virus corona yang sempat menyerangnya.
Keterangan ini disampaikan oleh RSPAD Gatot Subroto tempatnya menjalani perawatan di hari yang sama, setelah hasil tes yang dijalani oleh Menhub keluar.
Melalui konferensi video, Budi Karya menyampaikan kabar tersebut.
"Alhamdulillah, puji syukur saya panjatkan ke hadirat Allah Swt. yang telah memberikan kembali kesehatan kepada saya," kata dia.
Dia menyampaikan banyak ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran tim medis di RSPAD Gatot Subroto yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada dirinya selama menjalani perawatan di sana.
"Saya sangat berterima kasih atas kerja keras dan dedikasi tim dokter RSPAD yang merawat saya sampai sembuh, sehingga saya dapat segera kembali bekerja," ungkap Budi Karya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh jajaran Pemerintahan dan juga semua pihak yang tak henti memberikan dukungan moril kepada ia dan keluarga saat menghadapi cobaan sakit.
Tak lupa, ia pun berpesan kepada seluruh masyarakat untuk selalu optimis bahwa kita bisa melewati pandemi Covid-19 ini, meskipun belum ditemukan obatnya hingga saat ini.
(Tribunnewswiki.com/Ron)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perjalanan Menhub Budi Karya dari Terinfeksi, Dirawat, hingga Bebas Covid-19"