Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UIN Alauddin)

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar adalah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang terletak di Sulawesi Selatan dengan akreditasi insitusi A.


zoom-inlihat foto
universitas-islam-negeri-alauddin-makassar-lambang.jpg
uin-alauddin.ac.id
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar adalah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang terletak di Sulawesi Selatan dengan akreditasi insitusi A.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar atau UIN Alauddin adalah sebuah institusi pendidikan berbentuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang terletak di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar berdiri pada 1965.

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar saat ini dipimpin oleh Rektor bernama Prof. Drs. Hamdan Juhannis M.A, Ph.D.

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar beralamat di Jl. Sultan Alauddin No. 63 Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia.

  • Sejarah


Sejarah perkembangan Universitas Islam Negeri Alauddin  Makassar, yang dulu Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar melalui beberapa fase yaitu:

1. Fase tahun 1962 s.d 1965

Pada mulanya IAIN Alauddin Makassar yang kini menjadin UIN Alauddin Makassar berstatus Fakultas Cabang dari IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, atas desakan Rakyat dan Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan serta atas persetujuan Rektor IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Menteri Agama Republik Indonesia mengeluarkan Keputusan Nomor 75 tanggal 17 Oktober 1962 tentang penegerian Fakultas Syari'ah UMI menjadi Fakultas Syari'ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Cabang Makassar pada tanggal 10 Nopember 1962.

Kemudian menyusul penegerian Fakultas Tarbiyah UMI menjadi Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Cabang Makassar pada tanggal 11 Nopember 1964 dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 91 tanggal 7 Nopember 1964.

Kemudian Menyusul pendirian Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta cabang Makassar tanggal 28 Oktober 1965 dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 77  tanggal 28 Oktober 1965.

2. Fase tahun 1965 s.d 2005

Dengan mempertimbangkan dukungan dan hasrat yang besar dari rakyat dan Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan terhadap pendidikan dan pengajaran agama Islam tingkat Universitas, serta landasan hukum Peraturan Presiden Nomor 27 tahun 1963 yang antara lain menyatakan bahwa dengan sekurang-kurangnya tiga jenis fakultas IAIN dapat digabung menjadi satu institut tersendiri sedang tiga fakultas dimaksud telah ada di Makassar, yakni Fakultas Syari'ah, Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Ushuluddin, maka mulai tanggal 10 Nopember 1965 berstatus mandiri dengan nama Institut Agama Islam Negeri Al-Jami'ah al-Islamiyah al-Hukumiyah di Makassar dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 79 tanggal 28 Oktober 1965.

Penamaan IAIN di Makassar dengan “Alauddin” diambil dari nama raja Kerajaan Gowa yang  pertama memuluk Islam dan memiliki latar belakang sejarah pengembangan Islam di masa silam, di samping mengandung harapan peningkatan kejayaan Islam di masa mendatang di Sulawesi Selatan pada khususnya dan Indonesia bahagian Timur pada umumnya.

Sultan Alauddin adalah raja Gowa XIV tahun 1593-1639, (kakek/datok) dari Sultan Hasanuddin Raja Gowa XVI, dengan nama lengkap I Mangnga'rangi Daeng Manrabbia Sultan Alauddin, yang setelah wafatnya digelari juga dengan Tumenanga ri Gaukanna (yang mangkat dalam kebesaran kekuasaannya), demikian menurut satu versi, dan menurut versi lainnya gelar setelah wafatnya itu adalah Tumenanga ri Agamana (yang wafat dalam agamanya).

Gelar Sultan Alauddin diberikan kepada Raja Gowa XIV ini, karena dialah Raja Gowa yang pertama kali menerima agama Islam sebagai agama kerajaan.

Ide pemberian nama “ Alauddin ” kepada IAIN yang berpusat di Makassar tersebut, mula pertama dicetuskan oleh para pendiri IAIN “ Alauddin”, di antaranya adalah Andi Pangeran Daeng Rani, (cucu/turunan) Sultan Alauddin, yang juga mantan Gubernur Sulawesi Selatan, dan Ahmad Makkarausu Amansyah Daeng Ilau, ahli sejarah Makassar.

Pada Fase ini, IAIN (kini UIN) Alauddin yang semula hanya memiliki tiga (3) buah Fakultas, berkembang menjadi lima (5) buah Fakultas ditandai dengan berdirinya Fakuktas Adab berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI No. 148 Tahun 1967 Tanggal 23 Nopember 1967, disusul Fakultas Dakwah dengan Keputusan Menteri Agama RI No.253 Tahun 1971 dimana Fakultas ini berkedudukan di Bulukumba (153 km arah selatan kota Makassar), yang selanjutnya dengan Keputusan Presiden  RI No.9 Tahun 1987 Fakultas Dakwah dialihkan ke Makassar, kemudian disusul pendirian Program Pascasarjana (PPs) dengan Keputusan Dirjen Binbaga Islam Dep. Agama No. 31/E/1990 tanggal 7 Juni 1990 berstatus kelas jauh dari PPs IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang kemudian dengan Keputusan Menteri Agama RI No. 403 Tahun 1993 PPs IAIN Alauddin Makassar menjadi PPs yang mandiri.

3. Fase Tahun 2005 s.d sekarang

Untuk merespon tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan perubahan mendasar atas lahirnya  Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.2 tahun 1989 di mana jenjang pendidikan pada Departemen Pendidikan Nasional R.I dan Departemen Agama R.I, telah disamakan kedudukannya khususnya jenjang pendidikan menegah, serta untuk menampung lulusan jenjang pendidikan menengah di bawah naungan Departemen Pendidikan Nasional R.I dan Departemen Agama R.I, diperlukan perubahan status Kelembagaan dari Institut menjadi Universitas, maka atas prakarsa pimpinan IAIN Alauddin periode 2002-2006 dan atas dukungan civitas Akademika dan  Senat IAIN Alauddin serta Gubernur  Sulawesi Selatan, maka diusulkanlah konversi IAIN Alauddin Makassar menjadi UIN Alauddin Makassar kepada Presiden R.I melalui Menteri Agama R.I dan Menteri Pnedidikan Nasional R.I.

Mulai 10 Oktober 2005 Status Kelembagaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar berubah menjadi (UIN) Universitas Islam Negeri Alauddinn  Alauddin Makassar berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia No 57 tahun 2005 tanggal 10 Oktober 2005 yang ditandai dengan peresmian penandatanganan prasasti oleh Presiden RI Bapak DR H Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 4 Desember 2005 di Makassar.

Dalam perubahan status kelembagaan dari Institut ke Universitas , UIN Alauddin Makasar mengalami perkembangan dari lima (5) buah Fakutas menjadi 7 (tujuh) buah Fakultas dan 1 (satu) buah Program Pascasarjana (PPs) berdasarkan Peraturan Menteri Agama RI Nomor 5 tahun 2006 tanggal 16 Maret 2006, yaitu:

  • Fakuktas Syariah dan Hukum (FSH)
  • Fakuktas Tarbiyah dan Keguruan (FTK)
  • Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF)
  • Fakultas Adab dan Humaniora (FAH)
  • Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK)
  • Fakultas Sains dan Teknologi (FST)
  • Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FIK)
  • Prgoram Pascasarjana(PPs)

Baca: Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar

Gerbang utama Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Gerbang utama Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. (rencanamu.id)

  • Visi, Misi dan Tujuan


Visi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar :

Pusat Pencerahan dan Transformasi Ipteks Berbasis Peradaban Islam.

Misi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar :

  • Menciptakan atmosfir akademik yang representative bagi peningkatan mutu Perguruan Tinggi dan kualitas kehidupan bermasyarakat.
  • Menyelenggarakan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang merefleksikan kemampuan integrasi antara nilai ajaran Islam dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (Ipteks).
  • Mewujudkan universitas yang mandiri, berkarakter, bertatakelola baik, dan berdaya saing menuju universal riset dengan mengembangkan nilai spiritual dan traadisi keilmuan.

Tujuan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar :

  • Menghasilkan produk intelektual yang bermanfaat dan terbangunnya potensi insane yang kuat dengan pertimbangan kearifan local.
  • Terwujudnya kampus sebagai pusat pendidikan penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis intelektualegrasi keilmuan.
  • Terciptanya sistim manajemen, kepemimpinan, dan kelembagaan yang sehat serta terwujudnya tata ruang, lingkungan, dan iklim kampus yang islami.
  • Terwujudnya jejaring kerjasama dengan lembaga local, nasioal, dan internasional.

  • Motto, Pola dan Filosofi


Motto Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar :

3P : Pencerdasan, Pencerahan, Prestasi (Intelligence, Enlightenment, Achievement)

Pola Ilmiah Pokok Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar :

Pola ilmiah pokok Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar adalah kajian Qur'an Hadits, perdamaian dan peradaban

Filosofi Pendidikan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar :

  • Manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa telah dilengkapi dengan berbagai potensi dan kemampuan. Potensi dan kemampuan itu pada hakekatnya adalah karunia Allah kepada manusia yang semestinya dimanfaatkan dan dikembangkan, serta tidak boleh disia-siakan. Pendidikan dan pengajaran pada umumnya berfungsi untuk mengembangkan potensi dan kemampuan sesuai dengan sifat, karakteristik, tingkat dan jenisnya yang berbeda-beda agar menjadi aktual dan kehidupan sehingga berguna bagi orang yang bersangkutan, masyarakat dan bangsanya serta menjadi bekal untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Dengan demikian usaha untuk mengejahwantahkan mengarah potensi dan kemampuan tersebut merupakan konsekuensi dari amanah Tuhan yang Maha Esa.
  • Dalam pembangunan nasional, manusia memiliki peranan yang strategis yakni sebagai subjek pembangunan. Untuk dapat memainkan perannya sebagai subjek pembangunan, manusia Indonesia perlu dikembangkan menjadi manusia yang utuh paripurna melalui upaya pendidikan yang berkelajutan yang dilaksanakan secara terus menerus sampai kepada jenjang pendidikan tinggi sehingga dengan demikian manusia indonesia mampu memerkarkan potensinya seoptimal mungkin untuk menjadi sumber daya pembagunan yang berkualitas andal dan profesional.
  • Pendidikan nasional di selenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif  dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa. Pemerintah berusaha memberikan kesempatan yang sama (equal Opportunity) dan seluas–luasnya kepada semua warga negara untuk mendapatkan dan menikmati pendidikan dalam kerangka mewujudkan salah satu tujuan nasional yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 yakni mencerdas kan kehidupan bangsa. Pendidikan Nasional yang berkesinambungan pada akhirnya akan dibatasi oleh kondisi obyektif  peserta didik itu sendiri, kesiapan dan kemauannya untuk berkembang dan mencapai keunggulan pendidikan. Oleh karena itu, di perlukan upaya tidak hanya memberikan kesempatan yang sama, tetapi juga memberikan perlakuan yang sesuai dengan kondisi obyektif peserta didik sehingga tujuan pendidikan terwujud yakni berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi warga negara yang demokratis  serta bertanggungjawab.

Lambang

  1. Bentuk lambang adalah garis lengkung membentuk lima sudut, melambangkan sila dari Pancasila;
  2. Dua bulu angsa yang pangkalnya berbentuk pena, melambangkan keilmuan;
  3. Konfigurasi kubah mesjid yang dibentuk oleh lengkungan bulu angsa dan pita melambangkan keislaman;
  4. Kitab Al-Qur'an yang terbuka, melambangkan dasar keilmuan Islam;
  5. Garis 17 ( tujuh belas ) pada pita, garis 8 (delapan) pada kitab Al-Quran dan garis 45 ( empat puluh lima ) pada kedua belah bulu angsa , melambangkan hari kemerdekaan Indonesia;
  6. Tiga simpul pada pangkal bulu angsa, melambangkan kesatuan iman, Islam dan ihsan;
  7. Warna dasar Hijau daun melambangkan kedamaian dan warna kuning tua pada garis lengkung melambangkan kemuliaan dan kebesaran jiwa;
  8. Gambar perahu Pinisi dengan dua tiang dan tujuh layarnya berkembang di antara Al-Quran dan tiga simpul pada pangkal bulu angsa merupakan ciri khas daerah tempat Uin Alauddin berada;
  9. Tulisan UIN Alauddin Makassar berwarna hitam terletak ditengah - tengah pita.
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (uin-alauddin.ac.id)

  • Program Studi


Berikut program studi di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar :

Sarjana (S1)

1. Fakultas Syariah dan Hukum

  • Ilmu Hukum
  • Hukum Pidana dan Ketatanegaraan
  • Hukum Acara Peradilan dan Kekeluargaan
  • Perbandingan Mazhab dan Hukum
  • Hukum Ekonomi Islam
  • Ilmu Falaq

2. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

  • Pendidikan Agama Islam
  • Pendidikan Bahasa Arab
  • Manajemen Pendidikan Islam
  • Pendidikan Bahasa Inggris
  • Pendidikan Matematika
  • Pendidikan Fisika
  • Pendidikan Biologi
  • Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI)
  • Pendidikan Guru Radhatul Arfhal (PGRA)

3. Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik

  • Aqidah Filsafat Islam
  • Studi Agama-Agama
  • Ilmu Politik
  • Sosiologi Agama
  • Ilmu Hadis
  • Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
  • Hubungan Internasional

4. Fakultas Adab dan Humaniora

  • Bahasa dan Sastra Arab
  • Bahasa dan Sastra Inggris
  • Sejarah Kebudayaan Islam
  • Ilmu Perpustakaan

5. Fakultas Dakwah dan Komunikasi

  • Komunikasi Penyiaran Islam
  • Bimbingan Penyuluhan Islam
  • Pengembangan Masyarakat Islam
  • Manajemen Dakwah
  • Jurnalistik
  • Ilmu Komunikasi
  • Kesejahteraan Sosial
  • Manajemen Haji dan Umrah

6. Fakultas Sains dan Teknologi

  • Teknik Informatika
  • Biologi
  • Fisika
  • Kimia
  • Matematika
  • Ilmu Peternakan
  • Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota
  • Teknik Arsitektur
  • Sistem Informasi

7. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

  • Keperawatan
  • Pendidikan Dokter
  • Kesehatan Masyarakat
  • Kebidanan
  • Farmasi
  • Ners

8. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

  • Ilmu Akuntansi
  • Ekonomi Islam
  • Ilmu Ekonomi
  • Manajemen
  • Perbankan Syariah

Pascasarjana

Magister (S2)

  • Pendidikan Agama Islam
  • Manajemen Pendidikan Islam
  • Pendidikan Bahasa Arab
  • Tafsir Hadits
  • Ekonomi Syariah
  • Dirasah Islamiyah

- Syariah/Hukum Islam

- Pemikiran Islam

- Dakwah dan Komunikasi

- Bahasa dan Sastra Arab

- Sejarah dan Peradaban Islam

- Perpustakaan dan Informasi Islam

Doktor (S3)

  • Dirasah Islamiyah

- Pendidikan dan Keguruan

- Syariah/Hukum Islam

- Tafsir

- Hadits

- Pemikiran Islam

- Dakwah dan Komunikasi

- Sejarah Peradaban Islam

- Pendidikan Bahasa Arab

- Bahasa dan Sastra Arab

- Ekonomi Islam

- Masyarakat Islam

  • Organisasi


Struktur organisasi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar :

Pimpinan

Rektor : Prof. Drs. Hamdan Juhannis M.A, Ph.D

Wakil Rektor I Bid. Akademik Pengembangan Lembaga : Prof. Dr. Mardan, M.Ag.

Wakil Rektor II Bid. Adm. Umum dan Perencanaan Keuangan : Dr.Wahyuddin, M.Hum.

Wakil Rektor III Bid. Kemahasiswaan : Prof.Dr.Darussalam, M.Ag.

Wakil Rektor IV Bid. Kerjasama dan pengembangan Lembaga : Dr.H.Kamaluddin Abunawas, M.Ag.

Kepala Biro Adm. Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama : Dr. Hj. Yuspiani, M.Pd

Kepala Biro Adm. Umum, Perencanaan dan Keuangan : Drs. Alwan Suban, M.Ag

  • Kontak


Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar :

Kampus 1

Jl. Sultan Alauddin No. 63 Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia

Telepon : (0411) 841879

Faksimili : (0411) 8221400

Email : kontak@uin-alauddin.ac.id

Kampus 2

Jl. H.M. Yasin Limpo No. 36 Samata, Kab Gowa, Sulawesi Selatan, Indonesia

Informasi pendaftaran mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

(Tribunnewswiki.com/Ris)



Nama Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Alamat Jl. Sultan Alauddin No. 63 Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesi
Google Map google.com/maps/place/Universitas+Islam+Negeri+Alauddin+Makassar
Situs uin-alauddin.ac.id
Rektor Prof. Drs. Hamdan Juhannis M.A, Ph.D


Sumber :


1. uin-alauddin.ac.id


Penulis: Haris Chaebar
Editor: Archieva Prisyta






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved