Tepis Klaim Donald Trump, Pihak WHO Tegaskan Virus Corona Berasal dari Alam, Bukan Laboratorium

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan virus corona berasal dari alam, bukan laboratorium


zoom-inlihat foto
vaksin-virus-corona-009.jpg
ERIN BOLLING / US ARMY / AFP
ILUSTRASI Laboratorium - Foto Angkatan Darat AS pada 8 Maret 2020 menunjukkan seorang karyawan USAMRIID (Institut Penelitian Medis Angkatan Darat Amerika Serikat) sedang melakukan penelitian terhadap virus coronavirus baru, COVID-19


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan virus corona berasal dari alam, bukan laboratorium.

Pernyataan itu muncul untuk menanggapi klaim Presiden AS Donald Trump yang mengatakan Covid-19 tercipta di sebuah laboratorium di Wuhan.

Ditanya tentang klaim Trump selama konferensi pers virtual, ketua kedaruratan WHO Michael Ryan Jumat (1/5/2020) menekankan bahwa mereka telah berulang kali mendengarkan banyak ilmuwan tentang virus ini.

"Kami yakin bahwa virus ini berasal dari alam," katanya, diberitakan Aljazeera.

Baginya, yang terpenting sekarang adalah mencoba memahami untuk mencegah terjadinya penularan.

Donald Trump Percaya Virus Berasal dari Lab

ILUSTRASRI - Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berpidato di acara kampanye akbar Pilpres 2020 di Greenville, Carolina Utara, Rabu malam (17/7/2019).
ILUSTRASRI - Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berpidato di acara kampanye akbar Pilpres 2020 di Greenville, Carolina Utara, Rabu malam (17/7/2019). (AFP / NICHOLAS KAMM)

Baca: Kim Jong Un Sumringah Saat Muncul Lagi ke Publik, Donald Trump: Senang Melihat Dia Kembali!

Baca: Intelijen Katakan Tidak, Presiden AS Donald Trump Masih Percaya Virus Corona Buatan China

Presiden Amerika Serikat Donald Trump tampaknya masih menyalahkan China atas bencana pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Donald Trump menyebut virus itu adalah buatan China.

Padahal, pihak intelijen Amerika Serikat sendiri sudah menjelaskan bagaimana penyebaran virus itu bisa terjadi.

"Tidak buatan manusia atau dimodifikasi secara genetik," kata pihak Intelijen AS, diberitakan BBC.com, Jumat (1/5/2020).

China sendiri telah membantah spekulasi virus corona berasal dari lab.

Mereka mengkritik kembali tanggapan AS terhadap Covid-19 itu.

Trump Masih Percaya jika Covid-19 adalah Buatan China

Ilustrasi Tes Virus Corona
Ilustrasi Tes Virus Corona (pixabay.com)

Baca: Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual yang Terjadi 27 Tahun Lalu, Joe Biden: Itu Tidak Pernah Terjadi

Baca: Donald Trump Setuju Permintaan Jokowi Kirim Ventilator ke Tanah Air, Banyak Masyarakat AS Protes

"Sudahkah Anda melihat sesuatu pada titik ini yang memberi Anda tingkat kepercayaan yang tinggi bahwa Institut Virologi Wuhan adalah asal dari virus ini?" kata seorang reporter kepada Trump di Gedung Putih, Kamis (30/4/2020) waktu setempat.

"Ya, sudah. ​​Ya, sudah," kata presiden.

"Dan saya pikir Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) harus malu pada diri mereka sendiri karena mereka seperti agen hubungan masyarakat untuk China," jawab Trump.

Ketika dimintai klarifikasi atas komentarnya, Trump menjawab,"Saya tidak bisa memberi tahu Anda itu. Saya tidak diizinkan untuk memberi tahu Anda itu."

"Apakah mereka (Cina) membuat kesalahan, atau apakah itu dimulai sebagai kesalahan dan kemudian mereka membuat yang lain, atau apakah seseorang melakukan sesuatu dengan sengaja?"

Trump tidak menampik kemungkinan jika dirina tak tahu pasti bagaimana virus itu bisa menyebar ke seluruh China.

Namun, dirinya tetap menyudutkan China atas penyebaran virus ini ke seluruh dunia.

"Aku tidak mengerti bagaimana lalu lintas, bagaimana orang tidak diizinkan masuk ke seluruh Cina, tetapi mereka diizinkan ke seluruh dunia. Itu buruk, itu pertanyaan sulit bagi mereka untuk dijawab."

Apa yang Dikatakan Intelijen?

ILUSTRASI Laboratorium - Foto Angkatan Darat AS pada 8 Maret 2020 menunjukkan seorang karyawan USAMRIID (Institut Penelitian Medis Angkatan Darat Amerika Serikat) sedang melakukan penelitian terhadap virus coronavirus baru, COVID-19
ILUSTRASI Laboratorium - Foto Angkatan Darat AS pada 8 Maret 2020 menunjukkan seorang karyawan USAMRIID (Institut Penelitian Medis Angkatan Darat Amerika Serikat) sedang melakukan penelitian terhadap virus coronavirus baru, COVID-19 (ERIN BOLLING / US ARMY / AFP)

Baca: Korea Utara Masih Bungkam, Donald Trump Bantah Isu Kim Jong Un Sakit Parah: Berita Palsu

Baca: China Jadi Negara Paling Awal Terkena Virus Corona, Donald Trump Sebut Harus Ada Konsekuensinya

Berdasarkan sumber yang tak menyebutkan nama kepada BBC, pihak intelijen juga dilibatkan untuk mengawasi keterkaitan China dan WHO dalam kasus pandemi virus corona.

Dalam sebuah pernyataan, mereka menyatakan setuju dengan konsensus ilmiah yang dipahami sekarang ini, bahwa Covid-19 bukanlah dari laboratorium.

"(Intelijen) akan terus memeriksa dengan teliti informasi dan intelijen yang muncul untuk menentukan apakah wabah itu dimulai melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi atau apakah itu adalah hasil dari kecelakaan di laboratorium di Wuhan."

Mengenal Institut Virologi Wuhan, yang Disebut sebagai Sumber Virus

Institut Virologi Wuhan, yang didirikan pada 1950-an, menampung laboratorium dengan keamanan tingkat 4 pertama di China.

Laboratorium semacam itu menangani patogen paling berbahaya yang hanya ada sedikit vaksin, dan salah satu area yang dipelajari oleh fasilitas Wuhan adalah coronavirus dari kelelawar.

Dirancang dan dibangun dengan bantuan Prancis dengan biaya $ 44 juta (£ 35 juta), laboratorium dibuka pada tahun 2015.

Banyak stafnya dilatih di fasilitas serupa di kota Lyon, Prancis, berdasar laporan jurnal Nature.

Capaian ini menjadi prestisius bagi China, bisa memiliki laboratorium Biosafety Level 4 dengan tautan ke laboratorium serupa di seluruh dunia.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved