Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Candi Sewu atau yang bernama lain Manjusrighra adalah candi bercorak agama Buddha yang dibangun pada abad ke-8 Masehi.
Candi ini berjarak hanya delapan ratus meter di sebelah utara Candi Prambanan.
Candi Sewu merupakan kompleks candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur di Jawa Tengah.
Candi Sewu berusia lebih tua daripada Candi Borobudur dan Prambanan.
Meskipun bangunan aslinya memiliki 249 candi, oleh masyarakat setempat candi ini dinamakan "Sewu" yang berarti seribu dalam bahasa Jawa.
Penamaan ini berdasarkan kisah legenda Loro Jonggrang.
Secara administratif, kompleks Candi Sewu terletak di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. (1)
Candi Sewu terletak berdampingan dengan Candi Prambanan, sehingga saat ini Candi Sewu termasuk dalam kawasan wisata Candi Prambanan.
Di kawasan wisata tersebut juga terdapat Candi Lumbung dan Candi Bubrah.
Tidak jauh dari kawasan kompleks Candi Prambanan itu, terdapat juga beberapa candi lain, yaitu: Candi Gana, sekitar 300 m di sebelah timur, Candi Kulon sekitar 300 m di sebelah barat, dan Candi Lor sekitar 200 m di sebelah utara.
Nama Sewu, yang dalam bahasa Jawa berarti seribu, menunjukkan bahwa candi yang tergabung dalam gugusan Candi Sewu tersebut jumlahnya cukup besar, walaupun sesungguhnya tidak mencapai 1000 buah.
Tepatnya, gugusan Candi Sewu terdiri atas 249 buah candi, terdiri atas 1 candi utama, 8 candi pengapit atau candi antara, dan 240 candi perwara.
Candi utama terletak di tengah, dan ke-4 sisinya dikelilingi oleh candi pengapit dan candi perwara dalam susunan yang simetris. (2)
Baca: Candi Mendut
Baca: Candi Arjuna
Baca: Candi Plaosan
Sejarah #
Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-8, atas perintah penguasa Kerajaan Mataram pada masa itu, yaitu Rakai Panangkaran (746-784 M) dan Rakai Pikatan yang beragama Hindu.
Walaupun rajanya beragama Hindu, Kerajaan Mataram pada masa mendapat pengaruh kuat dari Wangsa Syailendra yang beragama Buddha.
Para ahli menduga bahwa Candi Sewu merupakan pusat kegiatan keagamaan masyarakat beragama Buddha.
Dugaan tersebut didasarkan pada isi prasasti batu andesit yang ditemukan di salah satu bagian candi perwara.
Prasasti yang ditulis dalam bahasa Melayu Kuno dan berangka tahun 792 Saka tersebut dikenal dengan nama Prasasti Manjusrigrta.
Dalam prasasti tersebut diceritakan tentang kegiatan penyempurnaan prasada yang bernama Wajrasana Manjusrigrha pada tahun 714 Saka (792 Masehi).
Nama Manjusri juga disebut dalam Prasasti Kelurak tahun 782 Masehi yang ditemukan di dekat Candi Lumbung. (3)
Candi sewu diperkirakan dibangunan pada waktu yang hampir bersamaan dengan pembangunan Candi Borobudur di daerah Magelang.
Hal ini, didasarkan dalam penemuan prasasti pada tahun 1960-an dimana pada Prasasti Kelurak tercantum tahun 782 Masehi dan juga Prasasti Manjusringrha yang bertuliskan 792 Masehi.
Dalam prasasti tersebut juga tertulis nama asli dari Candi sewu yaitu “Prasada Vajrasana Manjusigra” dimana jika dijabarkan akan bermakna Sebuah Candi tempat Wajra bertahta untuk mencapai Bodhisitwa.
Prasarada berarti kuil atau candi, sedangkan Vajrasana berarti tempat wajre bertakhta, dan Manjusrigra merupakan tempat untuk memperoleh Bodhisatwa.
Berdasarkan prasasti Kelurak dan Manjusinggrha yang ditemukan pada tahun 782 Masehi dan 792 Masehi, candi ini dibangun pada masa kepemimpinan kerajaan mataram kuno di bawah pemerintahan Rakai Panangkaran.
Hingga pada akhirnya dilakukan perbaikan dan pembangunan ulang oleh seorang pangeran dari dinasti Sanjaya, yaitu Rakai Pikatan yang menikah dengan salah satu puteri dari dinasti Syailendra, yaitu, Pramodhwardhani.
Sejak saat itu pemerintahan diambil alih oleh Dinasti Sanjaya. (4)
Bangunan Candi #
Kompleks Candi Sewu adalah kumpulan candi Buddha terbesar di kawasan sekitar Prambanan.
Dengan bentang ukuran lahan 185 meter dari utara ke selatan dan 165 meter dari timur ke barat.
Pintu masuk kompleks dapat ditemukan di ke empat penjuru mata angin, tetapi saat dicermati susunan bangunannya, diketahui pintu utama terletak di sisi timur.
Tiap pintu masuk dikawal oleh sepasang arca Dwarapala.
Arca raksasa penjaga berukuran tinggi sekitar 2,3 meter ini dalam kondisi yang cukup baik, dan replikanya dapat ditemukan di Keraton Yogyakarta.
Aslinya terdapat 249 bangunan candi di kompleks ini yang disusun membentuk mandala wajradhatu, perwujudan alam semesta dalam kosmologi Buddha Mahayana.
Selain satu candi utama yang terbesar, pada bentangan poros tengah, terdapat 8 Candi Penjuru, candi-candi ini berukuran besar namun tidak sebesar candi utama.
Berdasarkan temuan pada saat pemugaran, diperkirakan rancangan awal bangunan hanya berupa candi utama berkamar tunggal.
Candi ini kemudian diperluas dengan menambahkan struktur tambahan di sekelilingnya.
Pintu dibuat untuk menghubungkan bangunan lain dengan candi utama, sehingga terdapat lima ruang di dalam bangunan candi utama.
Ruangan utama di tengah lebih besar dengan atap yang lebih tinggi, dan dapat dimasuki melalui ruang timur.
Namun kini tidak terdapat patung di kelima ruangan ini.
Akan tetapi berdasarkan adanya landasan atau singgasana batu berukir teratai di ruangan utama, diduga dahulu dalam ruangan ini terdapat arca bodhisattwa Manjusri atau buddha dari bahan perunggu yang tingginya mencapai 4 meter.
Sayannya, arca itu telah hilang, mungkin telah dijarah untuk mengambil logamnya sejak berabad-abad lalu. (5)
Lokasi dan Akses #
Lokasi Candi Sewu tepatnya berada di Jl. Raya Solo KM.16, Klurakbaru, Tlogo, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Akses menuju lokasi candi terbilang mudah karena aksesibilitas atau keadaan jalannya cendurung terjangkau.
Rute yang dipakai bisa dari pusat 0 km kota Yogyakarta lalu mengarah ke timur melewati jl Panembahan Senopati.
Pengunjung tinggal lurus mengikuti jalan hingga sampai ke Jl Raya Jogja.
Lurus terus melewati jl Kusumanegara, hingga menemukan perempatan, kemudian belok ke utara melewati jl Janti.
Pengunjung bisa lurus mengikuti petunjuk arah menuju ke arah Prambanan melewati jl Raya Solo.
Jika sudah sampai di jl Taman Prambanan Kulon, ikuti jalan tersebut maka anda akan sampai ke wisata sejarah dan budaya Candi Sewu.
Jarak yang ditempuh dari pusat kota Jogja ke Candi Sewu tidak terlalu jauh yaitu sekitar 19,1 kilometer dengan waktu tempuh kendaraan pribadi sekitar 42 menit.
Jika pengunjung datang dari arah Solo, maka jalur yang ditempuh cukup gampang.
Pengunjung yang dari Solo bisa melewati Kartasura dan belok ke arah Klaten.
Lurus terus mengikuti arahan menuju Jogja, hingga nanti sampai di daerah Prambanan.
Setelah itu, pengunjung bisa belok ke kanan dan mengikuti petunjuk arah Candi Sewu.
Harga tiket masuk ke wisata sejarah dan budaya Candi Sewu cukup murah, yakni sebesar Rp. 10.000 per orang
Sedangkan untuk harga tiket parkir yaitu Rp. 2000 untuk kendaraan roda dua dan Rp. 5000 untuk kendaraan mobil.
Jam operasional candi diperkirakan buka mulai pukul 06.00 WIB sampai 17.00 WIB. (6)
| Nama Candi | Candi Sewu |
|---|
| Corak Agama | Buddha |
|---|
| Lokasi | Jl. Raya Solo KM.16, Klurakbaru, Tlogo, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta |
|---|
| Google Maps | https://goo.gl/maps/CrNVzSP9FXD5Vgiq7 |
|---|
Sumber :
1. candi.perpusnas.go.id
2. sejarahlengkap.com
3. www.alodiatour.com
4. id.wikipedia.org