FILM - 99 Cahaya di Langit Eropa (2013)

99 Cahaya di Langit Eropa merupakan film bergenre drama religi asal Indonesia yang mengisahkan tentang perjalanan mendapat hidayah menuju Islam.


zoom-inlihat foto
99-cahaya-di-langit-eropa.jpg
beritasatu.com
Poster film 99 Cahaya di Langit Eropa Part 1 (2013)

99 Cahaya di Langit Eropa merupakan film bergenre drama religi asal Indonesia yang mengisahkan tentang perjalanan mendapat hidayah menuju Islam.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - 99 Cahaya di Langit Eropa adalah film drama religi tahun 2013 dari Indonesia.

Film ini adalah film ke-40 yang dirilis oleh Maxima Pictures.
Film drama ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra.

99 Cahaya di Langit Eropa merupakan film produksi Maxima Pictures yang termahal kala dirilis.

Anggarannya melebihi Rp 15 Miliar.

Film ini mendapat pujian dari Mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono saat pemutaran film perdana di Djakarta Theatre pada tanggal 29 November 2013.

Film drama religi ini disutradari oleh Guntur Soeharjanto dan diproduser oleh Ody M Hidayat.

Beberapa pemain yang tergabung di dalam film ini diantaranya Acha Septriasa, Abimana Aryasatya, Raline Shah, Nino Fernandez, dan Dewi Sandra. (1)

Film berdurasi 100 menit ini mendapat rating 6,2/10 dari IMDb.com. (2)

Film ini mengisahkan pengalaman seorang jurnalis asal Indonesia yang sedang menemani suaminya menjalani kuliah doktorat di Vienna, Austria.

Melalui film ini, digambarkan bagaimana mereka beradaptasi, bertemu dengan berbagai sahabat hingga akhirnya menuntun mereka kepada jejak-jejak agama Islam di benua Eropa yang dibawa oleh bangsa Turki di era Merzifonlu Kara Mustafa Pasha dari Kesultanan Utsmaniyah.

Baca: FILM - Missing Link (2019)

Baca: FILM - Bulan Terbelah di Langit Amerika (2015)

  • Sinopsis #


99 Cahaya di Langit Eropa mengisahkan perjalanan Hanum dan suaminya, Rangga Almahendra menapaki jejak Islam di Eropa.

Sesuatu yang belum pernah terlintas di benak keduanya bahwa Eropa menyimpan jejak peraban Islam masa lampau.

Hanum menemani Rangga yang saat itu sedang menjalani kuliah di sebuah universitas di Wina.

Pernah menjadi seorang jurnalis dan pembawa berita pada sebuah stasiun TV swasta di Indonesia, Hanum merasakan kebosanan dengan kehidupannya di Wina yang memaksanya tinggal di rumah hampir sepanjang hari.

Kebosanan Hanum perlahan menghilang saat ia berkenalan dengan Fatma Pasha (Raline Shah), seorang wanita Turki yang sedang berusaha mencari pekerjaan di Wina.

Fatma ditolak pemilik toko dengan alasan bahasa Jermannya kurang bagus, meskipun Fatma merasa itu lebih karena ia memakai hijab.

Keduanya pertama kali bertemu dan berkenalan di sebuah tempat kursus bahasa Jerman.

Hanum segera merasa cocok dengan Fatma, tak cuma karena keduanya menganut agama yang sama, tapi karena kekaguman Hanum pada kecerdasan dan perilaku Fatma sebagai seorang ibu, muslimah, dan wanita.

Dari Fatma, Hanum belajar banyak soal Islam.

Ia diajak ke Bukit Kehlenberg, tempat yang menurut cerita Fatma menjadi saksi kegagalan ekspansi Turki pimpinan Kara Mustafa ke wilayah Eropa Barat.

Hanum yang semula hanya sibuk belajar memasak di rumah dan sesekali berkeliling kota, mendapat ketertarikan baru yaitu sejarah Islam di Eropa.

Tak cuma Hanum, Rangga pun belajar banyak hal tentang menjadi seorang muslim di Eropa.

Di kampusnya, ia cukup sering mengalami pengalaman yang tak pernah ia rasakan di Indonesia.

Misalkan, salat di ruangan beribadah yang disediakan sang dosen, Prof. Reinhard.

Yang menarik, ruangan tersebut diperuntukkan untuk umat beragama agama Kristen, Katolik, Islam, dan Konghucu.

Rangga menyebutnya ruang toleransi.

Rangga bahkan sempat mengalami konflik batin hebat saat melihat jadwal ujian yang ditetapkan Prof. Reinhard, Jumat siang.

Sang profesor tak paham bahwa saat itu adalah waktu bagi muslim beribadah Salat Jumat.

Waktu yang sama sakralnya dengan ibadah Minggu umat Nasrani dan ibadah Sabtu umat Yahudi.

Kala Rangga sibuk dengan segala urusan studinya, Hanum terus belajar banyak dari Fatma dan akrab dengan putri Fatma, Aisyah (Geccha Tavara).

Wanita Turki itu kemudian mengenalkan Hanum kepada sejarawan Prancis yang ia kenal, Marion Letimer (Dewi Sandra).

Dari Marion, saat berkunjung ke Paris, Hanum semakin tahu jejak Islam di Benua Biru.

Bertambah pengetahuan Hanum dari cerita Marion bahwa Napoleon Bonaparte adalah seorang mualaf (meskipun hal ini masih jadi perdebatan di antara para sejarawan), bahwa ada hubungan antara L'arc de Triomphe di Paris dengan Kabah di Mekah. (3)

Baca: FILM - Bulan Terbelah di Langit Amerika (2015)

Pemeran

  • Acha Septriasa sebagai Hanum Salsabiela Rais
  • Abimana Aryasatya sebagai Rangga Almahendra
  • Raline Shah sebagai Fatma Pasha
  • Dewi Sandra sebagai Marion Latimer
  • Alex Abbad sebagai Khan
  • Nino Fernandez sebagai Stefan
  • Marissa Nasution sebagai Maarja
  • Geccha Tavvara sebagai Ayse
  • Fatin Shidqia sebagai dirinya sendiri
  • Dian Pelangi sebagai dirinya sendiri
  • Hanum Salsabiela Rais sebagai dirinya sendiri (4)

Baca: FILM - Haji Backpacker (2014)

Baca: FILM - A Good Man (2014)

  • Trailer #


Berikut Trailer film 99 Cahaya di Langit Eropa Part 1 (2013) yang dibuat oleh Hanum Rais.

(TribunnewsWiki.com/Restu)



Nama Film 99 Cahaya di Langir Eropa Part 1
Genre Drama, Religi
Asal Indonesia
Sutradara Guntur Soeharjanto
Penulis dan Pengarang Cerita Hanum Salsabila Rais
Durasi Film 100 menit
Rating IMDb 6,2/10


ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved