Virus Corona Sumber Covid-19 Ditemukan di Saluran Air Paris, Bahayakah untuk Manusia?

Jejak virus corona sumber Covid-19 ditemukan di Paris, Prancis. Apakah air tersebut bisa menjadi perantara penularan virus corona pada manusia?


zoom-inlihat foto
louvre-paris-prancis.jpg
AFP/Philippe Lopez
Foto para pekerja tengah membersihkan sisa-sisa instalasi seniman dan fotografer kontemporer Prancis Jean Rene alias JR di depan Piramida Louvre di halaman utama Museum Louvre, Paris, Prancis, (2/4/2019). Jejak kecil Covid-19 ditemukan di saluran air di Kota Paris. Meski demikian, air minum di daerah tersebut dikatakan masih aman dikonsumsi.


"Untuk berkembang biak, virus membutuhkan sel manusia dan menempel pada enzim tertentu," lanjutnya.

Hingga saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga saat ini belum mengeluarkan pernyataan resmi apakah benda mati seperti air bisa menjadi perantara penularan virus coroba.

Baca: Studi Baru di China Temukan Virus Corona yang Telah Bermutasi Menjadi 30 Jenis Berbeda

Update kasus corona di Prancis

Foto para pekerja tengah membersihkan sisa-sisa instalasi seniman dan fotografer kontemporer Prancis Jean Rene alias JR di depan Piramida Louvre di halaman utama Museum Louvre, Paris, Prancis, (2/4/2019). 
Jejak kecil Covid-19 ditemukan di saluran air di Kota Paris. Meski demikian, air minum di daerah tersebut dikatakan masih aman dikonsumsi.
Foto para pekerja tengah membersihkan sisa-sisa instalasi seniman dan fotografer kontemporer Prancis Jean Rene alias JR di depan Piramida Louvre di halaman utama Museum Louvre, Paris, Prancis, (2/4/2019). Jejak kecil Covid-19 ditemukan di saluran air di Kota Paris. Meski demikian, air minum di daerah tersebut dikatakan masih aman dikonsumsi. (AFP/Philippe Lopez)

Berdasarkan update yang disajikan dalam situs worldometer, pada Rabu, (22/4/2020), terdapat 158.050 kasus pasien positif Covod-19 di Perancis.

Dari angka tersebut 39.181 dinyatakan telah sembuh dari infeksi virus corona.

Namun 20.796 lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Banyaknya kasus Covid-19 di Prancius membuat negara tersebut mengeluarkan kebijakan untuk dapat mengatasi pandemi corona.

Prancis mulai memberlakukan pembatasan pergerakan masyarakat pada Selasa, (17/3/2020).

Dikutip dari Paris Info, kegiatan yang masih boleh dilakukan oleh masyarakat adalah:

  • pulang dan pergi bekerja,
  • berbelanja kebutuhan pokok,
  • aktivitas sosial, dan
  • aktivitas yang berkaitan dengan kesehatan.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah telah menutup hampir seluruh fasilitas umum dan tempat wisata di Prancis.

Pembatasan aktivitas tersebut dilaksanakan hingga 15 April 2020 lalu.

Baca: Gelombang Kedua COVID-19 di Amerika Serikat: Bertemunya Virus Corona dan Datangnya Musim Dingin

Baca: 25 Program Studi Paling Banyak Diminati di Universitas Brawijaya Beserta Daya Tampung SBMPTN 2020

Baca: Penentuan 1 Ramadhan 1441 H, Kemenag Bakal Gelar Sidang Isbat Melalui Teleconference

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved