TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kapolda Jatim lakukan sidak dadakan ke beberapa kafe dan Warung kopi (Warkop) di Surabaya pada Senin (13/4/2020).
Sebelumnya, pihak Kapolda Jatim telah sering melakukan penyusuran untuk melakukan arahan terhadap beberapa pengunjung yang nekat nongkrong.
Banyak ditemui orang-orang tetap melanggar imbauan tentang Physical Distancing dan kembali nongkrong beramai-ramai.
Akhirnya, Polda Jatim pun kini melakukan rapid test on the spot dan kampanye protokol untuk lakukan pencegahan Covid-19 terhadap pengunjung kafe dan warung kopi di area sekitar Surabaya.
Baca: UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia Hingga Kamis 16 April 2020 Pagi: 5.136 Terkonfirmasi
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menerangkan bahwa hal tersebut merupakan upaya yang dilakukan oleh pihaknya yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemprov Jatim.
Padahal sebelumnya pihaknya sudah sering melakukan pembubaran terhadap orang-orang yang nekat berkumpul, namun masih saja banyak yang nekat melanggar sampai sekarang.
"Kalau dulu kami hanya melakukan penyuluhan terus melakukan pembubaran dan itu sudah berkali-kali," katanya saat jumpa pers di Gedung Grahadi, Rabu (15/4/2020).
Ia pun menyayangkan kalau ternyata terdapat warga Jatim yang merasa sehat dan malah bersikap tidak mawas diri terhadap penyebaran virus corona.
Padahal itu sangat berpotensi menjangkiti dirinya, menutup diri atas gejala fisiologis kesehatan yang ada.
Hal tersebut menimbulkan beberapa warga dalam kasus tertentu menjadi Orang Tanpa Gejala (OTG) yang tidak menyadari dirinya telah positif terjangkit Covid-19.
Baca: Masih Diganggu Wabah Corona, Bos MotoGP Carmelo Ezpeleta Sebut Nasib Musim 2020 Ditentukan Akhir Mei
Baca: Kabar Baik, China Beri ‘Lampu Hijau’ untuk Uji Coba 2 Vaksin Covid-19 ke Manusia
"Tidak tahu atau ujuk-ujuk, nggak melalui ODP, tidak melalui PDP, langsung naik positif," lanjut Luki.
Kapolda Jatim pun melakukan upaya rapid test dadakan sejak Senin (13/4/2020) hingga kemarin Rabu (15/4/2020).
Agenda tersebut dicanangkan oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jatim bersama Anggota Tim Medis RS Bhayangkara Surabaya.
Sekitar 200 orang di beberapa tongkrongan telah diperiksa dengan hasil dua orang dinyatakan positif berdasarkan metode rapid test on the spot yang telah dijalani.
Kedua orang tersebut kemudian langsung dibawa petugas medis yang memakai APD ke rumah sakit untuk menjalani test lebih lanjut.
Diketahui, kedua orang yang positif tersebut sedang asyik bercengkrama di sebuah warkop yang terletak di Jalan Raya Gunungsari I, Wonokromo, Surabaya dan di sebuah kafe di Jalan Karah, Jambangan, Surabaya.
Baca: Update Pasien Virus Corona hingga 16 April 2020 di Seluruh Dunia: Total 2.049.888 Kasus
"Mereka berdua dibawa oleh Biddokkes Polda Jatim ke RS Bhayangkara," kata Kepala Biro Operasional (Karoops) Polda Jatim Kombes Pol Muhammad Firman di kafe Jalan Karah, Jambangan, Selasa (14/4/2020).
Pihaknya pun akan segera melakukan sidak di sejumlah kawasan Kota Surabaya yang disinyalir terdapat banyak pasien terkonfirmasi positif virus corona.
"Mengapa kami mengambil daerah ini karena kami melihat penyebarannya sudah kami peta kan, ini merupakan daerah yang rawan untuk penyebaran," terangnya.
Akhirnya, setelah itu petugas langsung melakukan pendataan terhadap seluruh pengunjung yang berada di satu ruangan dengan warga yang positif tersebut.
Bahkan dilakukan penyemprotan disinfektan juga di seluruh area kafe.
Kedua orang positif tersebut akan dilakukan test lebih lanjut di rumah sakit karena rapid test yang dijalani masih hasil awal dari metode rapid test.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan kalau hasil valid dari pemeriksaan kesehatan keduanya bisa dipastikan setelah dilakukan uji laboratorium.
"Tapi ini masih metode rapid test, nanti akan didalami lagi melalui RS Rujukan," terangnya.
Dari hasil sidak rapid test yang dilakukan, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan merasa sangat kecewa kalau ternyata masih ada orang yang beranggapan bahwa pengidap Covid-19 adalah aib.
Hal tersebut menyebabkan orang yang terpapar virus corona merasa rikuh jika ingin melaporkan gejala kesehatan yang dialaminya.
Ia juga menyesalkan bahwa masih banyak warga Jatim yang merasa jumawa dengan hasil test mereka yang negatif dan malah kembali nongkrong di area publik.
Apalagi sampai mengabaikan protokol tentang pencegahan Covid-19 mengenai physical distancing.
"Bukan berarti orang yang sudah dapat beraktivitas dan dinyatakan negatif terus dia senang dan kemudian pergi seenaknya nongkrong lagi di mana mana," pungkasnya.
Ia pun menghimbau agar masyarakat kini patuh terhadap imbauan pemerintah tentang pencegahan virus corona dengan berdiam diri di rumah dan melakukan physical distancing.
Hal tersebut ia tekankan agar penyebaran penyakit pandemi ini segara berakhir.
(TribunnewsWiki.com/Restu, Surya.co.id/Luhur Pambudi)
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Jangan Jumawa, Jangan Nongkrong di Cafe & Warkop, Ujuk-ujuk Positif Covid-19, Imbau Kapolda Jatim