TRIBUNNEWSWIKI.COM - Untuk pertama kalinya, Vietnam umumkan tidak ada kasus Covid-19 baru di negaranya.
Kabar baik tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan Vietnam, seperti yang dikutip dari Vietnam Express Senin (6/4/2020).
Hal itu tentu menjadi pertanda bahwa penyebaran Virus Corona di negara tersebut mulai mereda.
Dikutip dari TribunWow.com, sebelumnya selama 22 hari selalu ada penambahan kasus Virus Corona pada setiap harinya.
Sedangkan update terakhir pada Sabtu (4/4/2020), pasien positif Virus Corona di Vietnam berjumlah 240.
Pada update terakhir tersebut, Menteri Kesehatan Vietnam juga hanya melaporkan 3 penambahan kasus baru.
Dua di antaranya merupakan warga Vietnam yang baru kembali dari Thailand.
Kabar baiknya lagi, dari 240 kasus positif Virus Corona, sudah 90 pasien yang dinyatakan sembuh dan tidak ada yang meninggal.
Baca: UPDATE Kasus Virus Corona Terbaru di Indonesia Senin 6 April 2020: 2.491 Terkonfirmasi
Dengan begitu, saat ini tercatat hanya ada 150 pasien Covid-19 sedang di rawat.
Vietnam sendiri pertama kali mengonfirmasi kasus Virus Corona pada 6 Maret 2020 lalu.
Kasus tersebut berasal dari seorang warga Vietnam yang baru kembali dari Eropa.
Penambahan kasus baru terbanyak di Vietnam yaitu pada 22 Maret 2020, yaitu 19 kasus.
Baca: Update Pasien Virus Corona hingga 6 April 2020 di Seluruh Dunia, Total Tembus 1.276.302 Kasus
Cara Vietnam tangani pandemi Covid-19
Untuk menangani pandemi Covid-19 atau Virus Corona, Vietnam menerapkan cara sederhana.
Pemerintah Vietnam melakukan pengaktifan sistem respons mereka dengan mengintensifkan pengawasan, menggalakkan pengujian laboratorium.
Kemudian, memastikan juga tidak ada infeksi di fasilitas kesehatan, menyegel informasi yang bersifat negatif atau hoaks, dan juga berkolaborasi dengan berbagai sektor.
Melansir dari Al Jazeera, Wakil Menteri Kesehatan Vietnam Nguyen Thanh Long mengutarakan, belum ada vaksin yang ampuh untuk menyembuhkan virus corona tersebut.
Hal tersebut menyebabkan tenaga medis Vietnam pada saat itu hanya mengandalkan prinsip dasar, pekerja medis harus mengikuti sejumlah protokol untuk menilai tingkat keparahan dari infeksi.
Pertama, dokter di Vietnam senantiasa merawat orang yang menunjukan gejala COVID-19.
Kedua, pasien yang positif terinfeksi virus corona akan mendapat level perawatan yang tinggi di mana harus melakukan diet.
Ketiga, tim medis juga memperhatikan tingkat penyerapan oksigen dalam darah pasien yang sedang ditangani.
Tak hanya fokus pada tim medis saja, pemerintah Vietnam sama seperti Indonesia yang melakukan pemberhentian sementara kegiatan belajar di sekolah guna mencegah penyebaran virus corona semakin luas.
Vietnam Ciptakan Bilik Disinfeksi "Portable" untuk Basmi Virus Corona
Vietnam berinovasi dalam upayanya melawan virus corona.
Terbaru, Vietnam membuat bilik disinfeksi portable.
Bilik yang menyemprotkan air elektrolit ini didesain dan diproduksi oleh Institut Nasional Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vietnam, yang bekerja sama dengan Vietnam Academy of Science and Technology (VAST).
Institut Nasional Kesehatan Kerja dan Lingkungan yang merupakan Kementerian Kesehatan Vietnam, mengatakan bilik ini telah dipasang dan bisa digunakan di area padat penduduk.
Gunanya untuk membatasi penyebaran patogen berbahaya, terutama dalam wabah virus corona yang telah menjadi pandemi global.
Hanya butuh waktu 15-20 detik untuk membersihkan diri di bilik ini, dan satu bilik bisa digunakan sampai 1.000 orang per hari.
Bilik disinfeksi ini juga dirancang portable dengan ukuran lebar 1 meter dan tinggi 2 meter, jadi mudah dilepas dan diangkut untuk dipindah tempat.
Inovasi yang dilakukan Vietnam ini sempat viral fotonya di media sosial, dalam gambar yang diunggah akun Twitter @LunaOi_VN pada JUmat (13/3/2020).
Menurut Direktur VAST, Doan Ngoc Hai, sistem ini dirancang berdasarkan prinsip penggunaan larutan garam terisolasi (anolyte) dalam bentuk kabut yang menyemprotkan ke seluruh tubuh sebagai disinfektan.
VAST memastikan disinfektan ini aman untuk kulit sensitif.
Dalam percobaan awal, Institut Nasional Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vietnam melakukan tes mikrobiologis pada manusia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen bakteri dan virus di permukaan tubuh, pakaian, sepenuhnya dibasmi setelah dilakukan disinfeksi.
Kemudian untuk virus corona, bilik ini diklaim dapat menghilangkan 99,99 persen virus SARS-CoV-2 yang berukuran 1/900 rambut manusia.
Selain penularan antarmanusia, virus itu biasanya menempel di permukaan pakaian, tas, sepatu, dan benda-benda lainnya.
Kemudian dilansir dari VN Express, sistem disinfektan ini terdiri dari dua bilik.
Satu bilik menyemprotkan air elektrolit dalam bentuk tetesan, sedangkan bilik lainnya mengarahkan panas dan ozon ke tubuh pengguna bilik.
Air dialirkan dengan pipa biasa yang sudah dicampur dengan natrium klorida terlarut.
Larutan ini diklaim dapat membersihkan sistem pernapasan.
Komponen utama dari bilik ini adalah semprotan yang bisa berputar 360 derajat dan sensor inframerah, yang secara otomatis mengaktifkan penyemprotan ketika seseorang masuk.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Niken Aninsi/Al Farid, TribunWow.com/Elfan Fajar Nugroho)
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Media Vietnam Laporkan Nol Kasus Baru Virus Corona setelah Sebelumnya 22 Hari Terus Bertambah
dan di Nakita dengan judul "Bisa Dicontoh ! Terbukti Bisa Sembuhkan Seluruh Pasien Virus Corona, Begini Beberapa Rahasia Sederhana yang Dilakukan oleh Negara Sebelah".