Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Radang otak atau yang disebut sebagai ensefalitis adalah peradangan yang terjadi pada jaringan otak yang dapat menyebabkan gejala gangguan saraf.
Gejala yang ditimbulkan dapat berupa penurunan kesadaran, kejang, atau gangguan dalam bergerak.
Radang otak dapat terjadi akibat infeksi virus, bakteri, atau jamur.
Penyakit ini lebih sering terjadi pada anak-anak dan lansia, karena orang yang menderitanya pasti akan diserang melalui sel imun.
Pada lansia dan anak-anak sistem kekebalan tubuh mereka cenderung lebih lemah.
Meski penyakit ini merupakan penyakit yang jarang terjadi, radang otak berpotensi menjadi serius dan mengancam nyawa, oleh karena itu diperlukan deteksi dini dan penanganan sesegera mungkin. (1)
Dalam kasus yang lebih serius, penyakit ensefalitis ini bisa mengakibatkan terjadinya gangguan pada kemampuan berbicara, memori (ingatan), hingga kematian. (2)
Terdapat dua jenis radang otak, yakni primer dan sekunder.
Radang otak primer adalah munculnya peradangan pada otak yang disebabkan oleh infeksi virus secara langsung di otak dan sumsum tulang belakang.
Sementara radang otak sekunder adalah peradangan pada otak yang muncul di berbagai bagian tubuh lainnya, dan kemudian menyebar ke otak.
Baca: Eksem
Baca: Psoriasis
Gejala #
Gejala yang terjadi pada penderita radang otak dibedakan menjadi dua, yaitu gejala ringan seperti flu biasa dan gejala yang lebih parah.
Gejala radang otak ringan yang menyerupai flu, diantaranya:
- Demam
- Sakit kepala
- Mual dan muntah
- Leher terasa kaku
- Nyeri pada otot atau persedian
- Kelelahan parah
Sedangkan gejala radang otak yang lebih parah, yakni:
- Demam yang lebih tinggi, bisa mencapai di atas suhu 39 derajat Celcius
- Kebingungan
- Mengalami halusinasi
- Mengalami kejang-kejang
- Perubahan gerakan motorik tubuh yang menjadi lebih lambat
- Mudah marah
- Kehilangan kesadaran
- Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia)
- Mengalami masalah dengan kemampuan berbicara dan mendengar
- Kehilangan kemampuan untuk merasakan atau kelumpuhan di area wajah dan tubuh
- Kehilangan kemampuan indra pengecap
- Perubahan mental, seperti linglung, mengantuk, disorientasi (3)
Penyebab #
Sebagian besar radang otak disebabkan oleh infeksi virus.
Infeksi virus tersebut dapat langsung menyerang otak, hal ini disebut dengan radang otak primer.
Namun, infeksi juga dapat berasal dari organ tubuh lain lalu menyerang otak atau yang disebut dengan radang otak sekunder.
Jenis virus yang dapat menyebabkan radang otak antara lain:
- Virus herpes simpleks, penyebab penyakit herpes di mulut dan herpes genital
- Virus Varicella zoster, penyebab cacar air dan herpes zoster
- Virus Epstein-Barr, penyebab penyakit mononukleosis
- Virus penyebab penyakit campak (measles), gondongan (mumps), dan rubela
- Virus dari hewan, seperti rabies
Infeksi virus diatas dikategorikan sebagai infeksi yang dapat menular, tetapi penyakit ensefalitis sendiri tidak menular.
Selain virus, radang otak juga dapat disebabkan oleh bakteri atau jamur.
Radang otak atau ensefalitis lebih rentan terjadi pada seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV atau orang yang mengonsumsi obat imunosupresif. (4)
Diagnosa #
Biasanya, dokter akan menanyakan mengenai riwayat medis penderita dan mengamati berbagai gejala yang muncul.
Kemudian setelahnya baru bisa dapat diagnosis lainnya yang meliputi:
1. Pemeriksaan pencitraan otak
Dokter bisa menganjurkan pemeriksaan pencitraan seperti CT (computerized tomography) scan atau MRI (magnetic resonance imaging) scan.
Tujuannya untuk mendeteksi peradangan pada otak, sekaligus membantu dokter untuk mengatasi kondisi lain misalnya stroke atau tumor otak.
Selain itu, dengan mengetahui bagian otak mana yang mengalami peradangan juga bisa membantu menentukan jenis virus yang dianggap sebagai penyebabnya.
2. Analisis cairan tulang belakang (lumbar puncture)
Prosedur pemeriksaan ini ditujukan untuk melihat adanya melihat adanya peningkatan sel darah putih, protein, bakteri, maupun virus.
Selama prosedur ini berlangsung, dokter akan memasukkan jarum ke punggung bagian bawah guna mengambil sampel cairan dari tulang belakang.
Cairan tersebut adalah serebrospinal, yakni cairan yang bertugas untuk melindungi bagian otak dan sumsum tulang belakang.
3. Electroencephalogram (EEG)
EEG atau electroencephalogram adalah pemeriksaan dengan melibatkan penggunaan elektroda yang ditempelkan langsung pada kulit kepala.
Pemeriksaan ini bertujuan untuk merekam aktivitas listrik yang terjadi di dalam otak.
Prosedur EEG memang tidak dapat mendeteksi jenis virus yang menyebabkan ensefalitis, akan tetapi, pemeriksaan ini setidaknya bisa membantu dokter untuk mencari tahu sumber infeksi yang muncul.
4. Tes laboratorium
Pemeriksaan darah dan urin bisa menjadi pilihan lain untuk membantu mengidentifikasi virus yang mengakibatkan radang otak.
Tes laboratorium ini jarang dilakukan sendirian karena prosesnya pasti digabungkan dengan proses lainnya agar hasilnya lebih optimal.
5. Biopsi otak
Dibandingkan dengan beberapa pilihan pemeriksaan sebelumnya, prosedur biopsi otak paling jarang dilakukan.
Bukan tanpa alasan, karena prosedur ini memiliki risiko komplikasi yang cukup tinggi.
Keputusan untuk melakukan biopsi otak biasanya hanya dilakukan jika dokter tidak mampu menentukan apa sebenarnya yang menyebabkan gangguan pada otak.
Di samping itu, pemeriksaan ini juga mau tidak mau harus dulakukan ketika gejala semakin memburuk, serta perawatan tidak kunjung membaik. (5)
Pengobatan #
Penderita radang otak biasanya membutuhkan penanganan khusus di rumah sakit.
Makin cepat penanganan dilakukan, makin tinggi tingkat keberhasilan proses pengobatan.
Tujuan pengobatan adalah mengatasi penyebab, meredakan gejala, dan mencegah komplikasi terjadi.
Pengobatan yang akan diberikan dokter saraf dapat berupa:
Obat-obatan
Sebagian besar radang otak disebabkan oleh infeksi virus, sehingga penanganan utama dilakukan dengan pemberian obat antivirus.
Jenis obat antivirus yang digunakan adalah acyclovir dan ganciclovir.
Meskipun kedua obat ini hanya dapat menangani virus tertentu, seperti herpes simpleks dan varicella zooster.
Jika infeksi disebabkan oleh bakteri atau jamur, dokter akan memberikan obat antibiotik atau obat antijamur.
Dokter juga akan memberikan obat-obatan lain yang berguna untuk meredakan gejala yang muncul.
Jenis obat-obatan tersebut adalah:
- Kortikosteroid, yang berfungsi mengurangi peradangan dan tekanan di dalam kepala
- Antikonvulsan, obat ini digunakan untuk menghentikan atau mencegah kejang
- Paracetamol, pemberian obat ini dilakukan untuk meredakan nyeri dan demam
- Obat penenang (sedatif), obat ini memberikan efek tenang pada penderita yang mengalami gangguan emosional dan mudah marah
Bila diperlukan, penderita akan dipasang alat bantu napas.
Lamanya pengobatan dapat berlangsung selama beberapa hari, minggu, hingga berbulan-bulan tergantung kondisi pasien.
Terapi khusus
Jika radang otak telah memengaruhi kemampuan otak untuk mengingat dan memahami sesuatu, atau menyebabkan penderitanya sulit berbicara atau mengendalikan tubuh, maka program rehabilitasi perlu dilakukan.
Beberapa jenis terapi yang dapat dilakukan adalah:
- Terapi fisik, terapi fisik atau fisioterapi dilakukan untuk meningkatkan kekuatan otot, keseimbangan tubuh, dan mengendalikan saraf motorik
- Terapi wicara, terapi ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi otot yang mengendalikan kemampuan bicara
- Terapi okupasi, terapi ini diberikan untuk memampukan pasien menjalani aktivitas sehari-hari
- Psikoterapi dapat membantu mengendalikan emosi yang tidak stabil dan mengatasi perubahan kepribadian yang dialami pasien (6)
(TribunnewsWiki.com/Restu)
| Nama Penyakit | Ensefalitis |
|---|
| Jenis Penyakit | Penyakit Radang Otak |
|---|
| Gejala | Pusing, Kejang-kejang, Sistem imun melemah |
|---|
Sumber :
1. www.alodokter.com
2. hellosehat.com