Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Waduk Bajulmati adalah waduk yang terletak di perbatasan wilayah Kabupaten Banyuwangi dengan Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Waduk Bajulmati yang terletak diantara Gunung Baluran dengan Pegunungan Ijen ini dibentuk dengan membendung Sungai Bajulmati sebagai sumber air utamanya.
Adapun luas Daerah Tangkapan Air (DTA) Waduk Bajulmati seluas 98.43 km2.
Waduk dengan luas genangan 91,93 ha ini mampu menampung air dengan kapasitas maksimal 10 juta m3.
Waduk Bajulmati mencangkup wilayah Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo di Kabupaten Banyuwangi dan Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih di Kabupaten Situbondo.
Waduk ini juga dekat dengan Jalan Nasional Rute 1 ruas Kabupaten Banyuwangi-Kabupaten Situbondo dan berjarak 38 km sebelah utara kota Banyuwangi. (1)
Keberadaan fasilitas waduk di jaman modern, tak hanya berfungsi sebagai penampung air lalu mengairi perkebunan warga setempat, namun waduk modern memiliki fungsi sebagai destinasi wisata kekinian seperti Waduk Bajulmati Banyuwangi Jawa Timur. (2)
Uniknya waduk Bajulmati memiliki spot menyerupai keindahan wisata Raja Ampat, memang pemandangan nya tidak secantik wisata Raja Ampat, namun bisa sejenak mengobati hasrat berkunjung ke destinasi wisata populer Indonesia di pulau Papua.
Selain mirip wisata Raja Ampat, wisata waduk Bajulmati juga identik dengan destinasi wisata di Malang yakni teluk Asmoro.
Wisatawan dapat melihat pulau pulau kecil yang mengapung ditengah perairan begitu luas.
Secara administratif letak dari wisata Bajulmati berada di dua kabupaten yakni Banyuwangi dan Situbondo.
Menurut pengelola waduk bahwa total luas waduk Bajulmati hingga 92 hektar, dimana waduk tersebut digunakan berbagai keperluan.
Baca: Waduk Kedung Ombo
Baca: Waduk Gajah Mungkur
Pembangunan Waduk #
Pembangunan Waduk Bajulmati melalui tahap studi yang panjang.
Survei lokasi dilakukan pada tahun 1980 dan studi kelayakan pada 1984.
Selanjutnya, dilakukan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dan dampak sosial ekonomi pada 2004.
Setelah itu, dilakukan proses pembebasan lahan secara bertahap hingga tahun 2006.
Setelah pembebasan lahan tuntas, proses pengerjaan awal dilakukan pada 2006, yakni pembangunan terowongan pengelak aliran air dan rehabilitasi saluran primer sepanjang empat kilometer (km).
Pembangunan tahap II dilakukan mulai November 2008 melalui pengerjaan galian dan fondasi.
Pada 2010, proses pembangunan sempat terhenti karena ada revisi desain fondasi lantaran fondasi yang telah dibangun mengalami perembesan.
Selanjutnya, pembangunan fondasi dilanjutkan pada 2011.
Hingga akhirnya pembangunan waduk tuntas tahun 2015.
Pada 1 Desember 2015 kegiatan pengisian awal (impounding) Waduk Bajulmati ditandai dengan penutupan pintu terowongan pengelak aliran air dan mencapai titik maksimum pada 3 Januari 2016 atau selama sekira 13 bulan. (3)
Pemanfaatan Waduk Bajulmati #
Berikut beberapa pemanfaatan Waduk Bajulmati yang dilakukan oleh pemerintah setempat:
- Irigasi
Peningkatan penyediaan air irigasi Waduk Bajulmati untuk menunjang intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian seluas 1.800 ha, di daerah irigasi Kabupaten Banyuwangi yang terletak di Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Situbondo termasuk didalamnya untuk mengairi 600 hektar lahan cetak sawah baru di wilayah Kecamatan Wongsorejo.
Air dari Waduk Bajulmati nantinya akan dialirkan ke Dam Bajulmati untuk seterusnya mengalir menuju irigasi tersier guna mengairi lahan-lahan pertanian.
Selama ini, Dam Bajulmati mampu mengalirkan air irigasi 1,2 m3 per detik.
Dengan ditambah aliran dari waduk, nantinya dam ini bisa menambah suplai air ke lahan persawahan menjadi 1,8 m3 per detik. Nantinya, lahan persawahan yang selama ini hanya 2 kali tanam bisa menjadi 3 kali tanam per tahun.
- Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH)
Pemanfaatan lainnya yaitu sebagai Pembangkit Micro Hydropower atau Mikrohidro.
Potensi listrik yang bisa dihasilkan dari Waduk Bajulmati akan mencapai 0,34 megawatt yang bisa digunakan memenuhi kebutuhan waduk atau dijual ke PLN.
Namun pemanfaatan pembangkit listrik saat ini masih dalam kajian bentuk kerja sama yang akan dilakukan antara pemerintah dan pihak swasta.
- Pariwisata
Waduk Bajulmati menjadi primadona tujuan wisata baru bagi wisatawan karena dekat dengan Kawasan Taman Nasional Baluran.
Berbeda dengan keindahan waduk pada umumnya, keindahan yang dihadirkan di Waduk Bajulmati mirip seperti di Misool Raja Ampat.
Bukit-bukit kecil yang mengelilingi waduk air membuat suasana semakin sejuk.
Pesona indahnya juga terlukiskan di air berwarna hijau yang tenang.
Angin semilir yang sejuk begitu terasa ketika kaki berjalan di atas puncak perbukitan.
Waduk Bajulmati selain jadi destinasi wisata baru ternyata juga menjadi tujuan wisata memancing bagi masyarakat sekitar dan dari luar kota.
Bagi pengunjung yang akan memancing, katanya, untuk sementara tidak bisa memancing di sekitar bangunan waduk atau pintu air, melainkan harus berputar mengelilingi waduk atau dari sisi selatan.
- Penyedia Air Baku
Waduk Bajulmati juga menyediakan air baku untuk air bersih sebesar 110 liter/dt yang terdiri dari kebutuhan air bersih sebesar 50 liter/dt untuk 18.000 KK untuk Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi dan penyediaan air baku sebesar 60 liter/det untuk Pelabuhan Banyuwangi dan pengembangan industri di Banyuwangi.
- Konservasi Air
- Perikanan Keramba (4)
Daya Tarik #
Yang paling menarik dari waduk ini adalah pemandangan sekitar waduk yang terlihat seperti di Raja Ampat.
Satu diantara spot favorit dari Waduk Bajulmati Situbondo ialah memiliki spot berbentuk gundukan pulau-pulau kecil yang mengelilingi air terlihat seperti wisata Wayang Raja Ampat Papua.
Selain itu lanskap di sekitar waduk begitu indah dengan background kawah Ijen serta gunung Baluran beserta kawasan hutan di sekitar lokasi wisata.
Bahkan kini sudah mulai dibangun jembatan gardu pandang yang bisa dinikmati pengunjung di tengah-tengah waduk.
Sejak dibuka tahun 2016 lalu, Waduk Bajulmati Banyuwangi mulai banyak dikunjungi wisatawan, baik dari dalam maupun luar kota. (5)
Berbagai fasilitas pun akhirnya disediakan agar bisa menjadi alternatif bagi para pengunjung.
Mulai dari arena outbond, speedboat untuk keliling danau, rest area, permainan ATV, bahkan tempat ibadah berupa mushola pun sudah ada.
Waktu terbaik untuk berkunjung ke Waduk Bajulmati adalah pagi atau sore hari.
Hal ini dikarenakan udara dan cuaca yang panas saat siang hari agak kurang bersahabat bagi wisatawan.
Jika terpaksa harus berkunjung saat siang hari, jangan lupa untuk membawa penutup kepala agar mengurangi efek panas matahari.
Harga Tiket Masuk dan Akses Lokasi #
Area wisata Waduk Bajulmati ini buka setiap hari dari pukul 06:00 WIB hingga 16:00 WIB.
Harga tiket masuk ke lokasi waduk yaitu gratis, namun pengunjung tetap haru membayar tiket parkir sebesar Rp 5.000 untuk roda 2 dan Rp 10.000 untuk roda 4. (6)
Lokasi waduk Situbondo ini berada di perbatasan antara Banyuwangi dan Situbondo, alamat lengkapnya waduk Bajulmati Banyuwangi di Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur 68453.
Apabila anda berada di Kota Banyuwangi maka memerlukan jarak tempuh 41 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam. (7)
| Nama Tempat Wisata | Waduk Bajulmati |
|---|
| Lokasi | Area Hutan, Watukebo, Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur 68374 |
|---|
| Google Map | https://goo.gl/maps/nuvfzzLQeZoumKnF6 |
|---|
Sumber :
1. id.wikipedia.org
2. www.datawisata.com
3. phinemo.com
4. blogkulo.com