Sampaikan 283 Warga Harus Dimakamkan, Suara Anies Baswedan Bergetar

Anies Baswedan dengan suara bergetar menyampaikan mengenai 283 jasad yang dimakamkan sesuai protokol pemulasaran jasad pasien Covid-19.


zoom-inlihat foto
asniashfa.jpg
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri konferensi pers, Jumat (13/3/2020) di Balai Kota DKI Jakarta.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan suara yang mendadak bergetar menyampaikan data mengenai jumlah korban meninggal dunia yang harus dimakamkan sesuai protokol pemulasaran jasad pasien Covid-19.

Anies menyebutkan, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta mencatat 283 jasad dikebumikan.

Jenazah dimakamkan kurang dari 4 jam selepas wafat, dibungkus plastik dan menggunakan peti.

Para petugas pemakaman pun mengenakan alat pelindung diri ( APD).

Data tersebut dicatat dalam kurun waktu tak sampai sebulan, yakni pada rentang 6-29 Maret 2020.

"Ini menggambarkan bahwa situasi di Jakarta terkait dengan Covid-19 amat mengkhawatirkan.

Karena itu saya benar-benar meminta kepada seluruh masyarakat Jakarta, jangan pandang angka ini sebagai angka statistik," kata Anies dalam konferensi pers di Bakaikota, Senin (30/3/2020).

Baca: Ciri-Ciri Tubuh yang Terindikasi Tertular Virus Corona dari Hari Pertama hingga ke-14

Baca: 300 Orang Positif Covid-19 Seusai Rapid Test, Karantina Parsial Akan Diberlakukan di Kota Sukabumi

"(Data) 283 itu bukan angka statistik.

Itu adalah warga kita yang bulan lalu sehat... Yang bulan lalu bisa berkegiatan..." imbuh Gubernur DKI tersebut dengan suara bergetar.

"Mereka punya anak, mereka punya istri, mereka punya saudara, dan ini semua harus kita cegah pertambahannya."

Anies mengatakan, belum tentu semua jasad yang dimakamkan itu adalah pasien Covid-19.

Sebagian mungkin masih berstatus suspect (dicurigai) Covid-19, sebab belum dites atau hasil tes belum rilis saat wafat.

Menurutnya, keadaan tersebut menunjukkan jika kondisi Jakarta sebagai pusat pandemi Covid-19 di Indonesia masih sangat mengkhawatirkan.

Ilustrasi wabah Covid-19
Ilustrasi wabah Covid-19 (pixabay.com)

Berawal dari itulah, Anies meminta warga DKI Jakarta serius melakukan pembatasan aktivitas, atau yang dikenal sebagai physical atau social distancing.

Anies Baswedan meminta warga Jakarta lebih patuh dan disiplin untuk tetap tinggal di rumah.

"Tinggal lah di rumah, disiplin untuk menjaga jarak, lindungi diri, lindungi keluarga, lindungi tetangga, lindungi semua,"ungkap Anies.

"Jangan sampai Dinas Pertamanan dan Hutan Kota yang mengurusi makam ini punya angka yang lebih tinggi lagi. Mari kita ambil tanggung jawab semuanya," lanjut Gubernur DKI tersebut kembali dengan suara bergetar.

Senin (30/3/2020), Pemprov DKI Jakarta merilis total terdapat 701 pasien positif Covid-19, dengan 48 pasien berhasil sembuh akan tetapi 67 di antaranya meninggal dunia.

Pemerintah terus menggalakkan instruksi supaya warga tetap berada di dalam rumah selama pandemi Covid-19 untuk memutus rantai penularan, kecuali terpaksa keluar rumah untuk kebutuhan mendesak.

Masyarakat dihimbau untuk menghindari keramaian guna memutus penyebaran virus corona.

 Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul, "Suaranya Bergetar Sebut 283 Warga Dimakamkan, Anies: Itu Warga Kita yang Bulan Lalu Sehat"

 (TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaka)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved