Baca: Inggris Berlakukan Denda saat Lockdown, Boris Johnson: Tak Ada PM yang Ingin Lakukan Ini
Kini saya dikarantina, namun saya masih akan terus memimpin respons pemerintah melalui video konferensi terkait perlawanan terhadap wabah virus corona.
Bersama kita bisa melawan virus ini. #StayHomeSaveLives," ungkap Boris Johnson dalam video yang diunggahnya.
Padahal, sehari sebelumnya, Boris Johnson baru saja menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh petugas medis.
Baca: Kota London Jadi Wilayah Inggris Terparah yang Terdampak Covid-19, PM Boris Johnson Bantah Lockdown
Kepada para dokter, perawat, staf NHS (Layanan Kesehatan Nasional) Inggris dan seluruh pekerja yang bertugas di garda terdepan perlawanan terhadap virus corona dengan memberi tepuk tangan.
Johnson menyatakan dalam videonya, dia meminta warga Inggris untuk tetap berada di rumah agar tidak tertular dan menghentikan penularan infeksi virus corona.
Dilansir dari South China Morning Post, Johnson mengatakan bahwa dirinya mulai dikarantina dan bekerja dari rumah.
Dia juga menulis status di Twitternya tentang kondisinya saat ini.
Sementara itu, Indonesia mengkonfirmasi bertambahnya 153 kasus positif virus corona baru pada Jumat (27/3/2020).
Sejauh ini, jumlah ini merupakan kenaikan terbesar kasus virus corona baru Indonesia, yang berarti juga menjadikan Indonesia sebagai negara kedua di Asia Tenggara yang melampaui 1000 kasus setelah Malaysia.
Peningkatan ratusan kasus dalam sehari juga dilaporkan oleh Malaysia di mana 2.161 orang dipastikan positif terjangkit Covid-19.
Meskipun Indonesia memiliki jumlah lebih sedikit daripada Malaysia, namun jumlah kasus kekmatian di Indonesia lebih tinggi, yaitu 97 orang.
Baca: Bukan Local Lockdown, Ganjar Pranowo Tegaskan Tegal Hanya Terapkan Isolasi Terbatas
Baca: HOAX, Perdana Menteri Italia Menangis Karena Telat Lockdown, Tenyata Ini yang Sebenarnya
Malaysia baru-baru ini juga memperpanjang masa lockdown hingga 14 April 2020 mendatang untuk menekan penyebaran Covid-19.
Berbeda dengan Indonesia, peraturan yang diterapkan di Indonesia kurang terkoodinasi dengan berbagai daerah yang mengeluarkan peraturan mereka sendiri.
Bahkan di DKI Jakarta, kereta komuter masih tetap beroperasi dengan mengangkut ribuan para pekerja yang keluar masuk Ibukota Jakarta.
Tidak hanya Indonesia, Presiden AS Donald Trump juga dinilai kurang mementingkan virus corona, terlihat tidak adanya tindakan pada awal mula penyebaran kasus tersebut di Amerika Serikat.
Baca: Donald Trump Sebut Corona Sebagai Virus China, Hubungan Tiongkok-Amerika Memanas
Baca: Trump Larang Perjalanan ke Inggris, Dana White Bersikeras UFC London Digelar Meski Pindah Tempat
Pedoman nasional untuk membendung penyebaran virus corona juga masih terkesan dilonggarkan.
Padahal jumlah infeksi virius corona di Amerika Serikat telah melampaui Cina dan masih terus meningkat.
Trump telah berusaha berhari-hari untuk menentukan bagaimana mengandalikan dampak ekonomi dari pedoman yang dikeluarkan oleh pemerintahannya untuk memperlambat gelombang infeksi.
“Saya pikir kita bisa mulai dengan membuka bagian-bagian tertentu negara AS.
Saya pikir kita bisa membuka beberapa bagian, kuadran, kemudian teruskan hingga seluruh negara dibuka,” kata Donald Trump, dikutip dari South China Morning Post.
(Tribunnewswiki.com/Ron)