Psikosomatik

Psikosomatik adalah suatu kondisi atau gangguan ketika pikiran memengaruhi tubuh, hingga memicu munculnya keluhan fisik. Psikosomatik berasal dari dua kata, pikiran (psyche) dan tubuh (soma).


Psikosomatik
pixabay
Ilustrasi Psikosomatik.(pixabay) 

Psikosomatik adalah suatu kondisi atau gangguan ketika pikiran memengaruhi tubuh, hingga memicu munculnya keluhan fisik. Psikosomatik berasal dari dua kata, pikiran (psyche) dan tubuh (soma).




  • Definisi


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Gangguan psikosomatik merupakan salah satu gangguan jiwa yang paling umum ditemukan di dalam praktek umum.

Istilah ini terutama digunakan untuk penyakit fisik yang disebabkan atau diperburuk oleh faktor kejiwaan atau psikologis.

Beberapa penyakit fisik dianggap sangat rentan diperburuk oleh faktor mental seperti stress dan kecemasan.

Satu di antaranya adalah gangguan kulit, muscoskeletal (otot, sendi, dan saraf), pernapasan, jantung, kemih, kelenjar, mata dan saraf.

Beberapa orang juga menggunakan gangguan psikomatik ketika faktor kejiwaan menyebabkan gejala fisik, tetapi penyakit fisiknya sendiri tidak ada & tidak dapat dijelaskan secara medis).

Salah satu penjelasan psikomatik adalah bahwa emosi negatif memengaruhi otonom tubuh, hormon, dan kekebalan terhadap penyakit.

Depresi, kemarahan, dan isolasi sosial berkontribusi terhadap penyakit jantung.

Stres di sisi lain, mempengaruhi asma, gangguan pencernaan dan banyak penyakit fisik lainnya.(1)

Baca: Bipolar

  • Gejala


Gangguan psikosomatik tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tapi juga anak-anak.

Penyebab utama gangguan psikosomatik pada anak berawal dari sikap dan hubungan orang tua dengan anak.

Selain itu, kurangnya pemahaman tentang kesehatan mental keluarga memungkinkan anak-anak bisa mengalami gangguan psikosomatik.

Pada umumnya, psikosomatik bisa diartikan sebagai penyakit atau keluhan fisik yang disebabkan maupun diperburuk oleh pengaruh faktor mental pada diri seseorang.

Psikosomatik biasanya berawal dari masalah psikologis, seperti takut, stres, depresi, atau cemas.

Faktor mental atau psikologis itulah yang memicu munculnya beragam gejala fisik, seperti:

  • Sakit perut atau nyeri ulu hati
  • Sakit punggung belakang
  • Sakit gigi
  • Sakit kepala dan migrain
  • Bernapas dengan cepat
  • Jantung berdebar-debar
  • Gemetar (tremor)
  • Berkeringat

Gejala-gejala fisik ini timbul akibat adanya peningkatan aktivitas impuls atau rangsangan saraf dari otak ke berbagai bagian tubuh.

Selain itu, pelepasan adrenalin (epinefrin) ke dalam dalam pembuluh darah yang sering muncul saat kita gelisah.

Beberapa tanda yang dapat menandakan keluhan seseorang tergolong psikosomatik:

  • Seberapa besar kekhawatiran yang muncul. Orang dengan psikosomatik, cenderung memiliki keluhan fisik dengan rasa khawatir berlebih atau bahkan kurang terhadap apa yang dikeluhkannya.
  • Waktu munculnya keluhan. Keluhan psikosomatis umumnya muncul pada saat di bawah tekanan, atau saat beban pikiran meningkat.
  • Pola munculnya keluhan fisik. Keluhan fisik yang dipicu oleh stres, umumnya menimbulkan pola keluhan serupa dan berulang.

Namun, ada yang penting untuk diketahui bahwa dari kondisi mental yang dialami saat ini, dapat memengaruhi seberapa buruk tingkat penyakit fisik yang dirasakan nantinya.

Dengan demikian, menjaga suasana hati dan mengelola stres dalam kehidupan sehari-hari sangat penting agar tidak merasakan gangguan psikosomatik.(2)

Baca: Skoliosis

  • Pengobatan


Dalam kasus gangguan psikosomatik, petugas layanan kesehatan tidak hanya fokus pada gejala fisik akibat psikosomatik.

Akan tetapi dilakukan perawatan menyeluruh dalam menangani faktor mental dan sosial penyebab penyakit fisik yang dialami.

Meski dokter umum bisa menangani gejala psikosomatik yang bertujuan untuk mengatasi keluhan fisik yang dirasakan, sebaiknya penderita gangguan psikosomatik perlu konsultasi dengan psikiater.

Psikiater akan mengobati pasien dengan mendiagnosis dari berbagai aspek, termasuk durasi penyakit, tekanan lingkungan, kepribadian pasien dan lain-lain.

Setiap keluhan fisik yang diderita akan ditangani sesuai dengan penyebabnya.

Untuk keluhan psikologis akan dibantu dengan konseling menyeluruh, yang didukung oleh psikoterapi, berupa terapi pola pikir dan perilaku, untuk melatih respons seseorang terhadap situasi yang berat.

Hal ini akan sangat bermanfaat untuk mengurangi keluhan fisik yang dialami orang dengan gangguan psikosomatik.

Sebaiknya cobalah untuk mengelola stres, kecemasan dan depresi sedini mungkin, agar tidak mengalami ganguan psikosomatik yang akan memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan.

Bisa juga berkonsultasi dengan psikiater bila mengalami gangguan mental atau psikologi lainnya, sebelum gangguan tersebut menimbulkan penyakit fisik.(2)

  • Kegiatan guna pengurangi psikososmatis


Berikut ini kegiatan yang bisa membantu mengurangi penyakit Psikosomatis:

  • Farmakoterapi

Ini adalah perawatan suportif yang diberikan bersama dengan psikoterapi.

Cara ini mampu mengurangi depresi dan kecemasan dengan pemberian masing-masing antidepresan dan ansiolitik.

Terapi ini meredakan gangguan mental pada pasien setelah beberapa minggu.

  • Fisioterapi psikosomatik

Terapi ini berfokus pada pencapaian kesehatan yang lebih baik bagi pasien dengan mengatur keseimbangan emosional dalam pikiran.

  • Latihan fisik

Aktivitas fisik dikenal untuk meningkatkan kesehatan tubuh dan mental pada pasien psikis dengan membebaskan mereka dari gangguan kejiwaan dan sosial.

Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa latihan dapat meningkatkan interaksi sosial, persepsi tubuh fisik, dan lain sebagainya.

  • Yoga

Pada pasien yang sakit mental, metode pernapasan (pranayama) dan meditasi cukup efektif untuk menghilangkan stres.

Ketika nafas ditahan, otot-otot tegang sehingga stres, ketakutan, dan faktor-faktor lain ditolak untuk waktu tertentu.

Perpanjangan periode waktu memiliki efek pada pikiran dan perasaan pasien psikosomatik.(3)

  • Osteopati

Terapi ini melibatkan penggunaan tekanan tangan (pijat) untuk mengurangi stres.

Tujuan dari pengobatan manual ini adalah untuk memberikan pengaruh positif pada sistem saraf, peredaran darah, dan limfatik tubuh.

Terapi membantu mengurangi kecemasan dan rasa sakit, dan memberikan kesempatan bagi tubuh pasien untuk menyembuhkan dirinya sendiri.

  • Merubah gaya hidup

Membatasi asupan kafein, makan makanan seimbang, mengonsumsi suplemen vitamin, dan menghindari alkohol dan merokok juga dapat mengurangi kecemasan hingga batas tertentu.(4)

(TribunnewsWiki.com/SO)



Gangguan Psikosomatik
   


Sumber :


1. www.rscm.co.id
2. www.alodokter.com
3. www.news-medical.net
4. tribunnews.com/kesehatan/2020/03/24/mengenal-apa-itu-psikosomatik-dan-bagaimana-cara-mengatasinya?page=4


Penulis: saradita oktaviani






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved