Oleh karenanya, Presiden meminta kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk mengajak masyarakat, lembaga-lembaga keagamaan, dan tokoh-tokoh agama untuk bersama-sama mencegah potensi penyebaran Covid-19.
Baca: Septikemia (Septicemia)
Baca: Apple Luncurkan iPad Pro 2020 dengan Kamera Ultrawide, Berikut Harga & Spesifikasi Lengkapnya
"Kita harus mengevaluasi penyelenggaraan acara keagamaan (dan lainnya) yang melibatkan banyak orang," kata Presiden.
Selain itu, untuk mengurangi risiko penyebaran virus korona tersebut, Presiden Joko Widodo juga menginstruksikan diterapkannya secara ketat pembatasan sosial (social distancing) di sarana umum dan fasilitas transportasi massal seperti di bandara, pelabuhan, stasiun kereta api, dan lainnya.
Hingga Kamis (19/3/2020) pasien positif Covid-19 yang meninggal sebanyak 25 orang.
DKI Jakarta menjadi area terbanyak dengan jumlah pasien meninggal sebanyak 17 orang.
Baca: Untuk Pertama Kalinya China Laporkan Nol Kasus Baru Virus Corona yang Berasal dari Transmisi Lokal
Baca: Soal Antrean Panjang di Halte, Anies: Penumpang TransJakarta Turun Drastis dari 1 Juta Jadi 200 Ribu
"Kita lihat dari kematian yang kemarin di Bali 1, Banten 1, kemudian DKI Jakarta menjadi 17,
Kemudian Jawa Barat 1, Jawa Tengah 3, Jawa Timur 1, dan Sumatera Utara 1.
Maka total kasus kematian adalah 25 orang," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto dalan konferensi persnya, di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (19/3/2020) seperti dikutip dari Kompas.com.
Baca: Ramalan Zodiak Cinta Besok Jumat 20 Maret 2020, Aries Tak Boleh Egois, Virgo Dapat Kejutan
Baca: Kim Jong Un Ketahuan Buat Rumah Sakit Darurat Khusus Virus Corona, Begini Pengakuan Korea Utara
Yurianto menurutkan, tercatat 309 kasus positif Covid-19 di Indonesia.
"Total kasus pada hari ini adalah 309 orang," ucap Yurianto.
Sedangkan pasien meninggal sebanyak 25 orang, angka kematian di Indonesia mencapai 8 persen.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Berikan Apresiasi ke Tenaga Medis, Garda Terdepan Penanganan Covid-19"
(TribunnewsWiki.com/SO/Kompas.com)