Fakta-fakta Pasien Pertama Pembawa Virus Corona di Wuhan, Terjangkit Sejak November 2019

Akhirnya pasien pertama pembawa virus corona atau COVID-19 di Wuhan, China sudah ditemukan.


zoom-inlihat foto
bentuk-virus-corona.jpg
Kompas.com
Bentuk Virus Corona di dalam tubuh manusia yang dilihat melalui mikroskop canggih


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Akhirnya pasien pertama pembawa virus corona atau COVID-19 di Wuhan, China sudah ditemukan.

Sebagai orang pertama yang terjangkit cirus corona, identitas pasien ini  sangat penting untuk diketahui.

Dengan ditemukannya pasien pertama maka dari mana asal COVID-19  sebenarnya dapat ditelusuri.

Sebelumnya, sempat diduga virus ini berasal dari kelewar.

Baca: Peneliti Berhasil Lacak Kasus Pertama Corona, Terungkap Siapa Pasien Awal Terjangkit Covid-19

Setelah itu diyakini, kelelawar akan menyebarkannya ke hewan lain, baru menularkan ke manusia.

Namun, sekarang ini virus corona menyebar ke satu manusia ke manusia lain tanpa perantara hewan.

Petugas medis membawa seorang pasien yang diduga terinfeksi virus misterius mirip SARS, ke rumah sakit Jinyintan, di Kota Wuhan, China, Sabtu (18/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerintah setempat.
Petugas medis membawa seorang pasien yang diduga terinfeksi virus misterius mirip SARS, ke rumah sakit Jinyintan, di Kota Wuhan, China, Sabtu (18/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerintah setempat. (AFP/STR/CHINA OUT)

Melansir berbagai sumber, berikut ini fakta-fakta pasien pertama kasus virus corona di Wuhan:

 1. Lantas siapa sosok pasien pertama yang terinfeksi corona?

Ilustrasi wabah Covid-19
Ilustrasi wabah Covid-19 (pixabay.com)

Dikutip TribunnewsWiki.com dari TribunMataram.com dari Kompas.com, pasien pertama virus corona di Wuhan adalah seorang individu berusia 55 tahun.

Orang pertama ini berasal dari Hubei, China.

Dia menjadi orang pertama yang terinfeksi virus corona.

Akan tetapi, ternyata ada fakta yang mengejutkan di balik ditemukannya pasien pertama virus corona ini.

2. Sakit Sejak November

Pekerja rumah duka mengambil jenazah seorang penduduk, yang dilaporkan meninggal karena novel coronavirus (2019-nCoV) di rumah, di luar gedung tempat tinggal di Wuhan, di provinsi Hubei, Tiongkok tengah, 01 Februari 2020.
Pekerja rumah duka mengambil jenazah seorang penduduk, yang dilaporkan meninggal karena novel coronavirus (2019-nCoV) di rumah, di luar gedung tempat tinggal di Wuhan, di provinsi Hubei, Tiongkok tengah, 01 Februari 2020. (EPA-EFE/YUAN ZHENG CHINA OUT)

Berdasarkan data, tercatat pada tanggal 17 November 2019, pasien ini sudah mengeluhkan dirinya sakit.

Tepatnya, sebulan lebih awal dari catatan dokter di Wuhan.

Setelah terjadi kasus 17 November 2019, sekitar satu sampai lima kasus baru dilaporkan setiap hari.

Pada 15 Desember, total infeksi mencapai 27.

Baca: PP Muhammadiyah Siapkan 20 RS Muhammadiyah dan Aisyiyah yang Siap Tangani Corona, Ini Daftarnya

3. Baru Terungkap Penyakit Baru Desember 

Media Pemerintah China Dikritik Karna Unggah Video Perawat Hamil yang Tangani Virus Corona.(CCTV)
Media Pemerintah China Dikritik Karna Unggah Video Perawat Hamil yang Tangani Virus Corona.(CCTV) (CCTV)

Kasus harian tampaknya telah meningkat setelah itu, dengan jumlah kasus mencapai 60 pada 20 Desember 2019.

Dokter di China baru menyadari jika mereka sedang menghadapi penyakit baru akhir Desember 2019.

Pada 27 Desember 2019, Zhang Jixian, seorang dokter dari RS Pengobatan Terpadu China dan Barat China Provinsi Hubei memberi tahu otoritas kesehatan mengenai penyakit disebabkan oleh virus corona baru.

Waktu itu, lebih dari 180 orang telah terjangkit.

4. Statusnya Masih Diragukan

Meski pasien kasus 17 November 2019 ini sudah terindentifikasi, akan tetapi masih ada keraguan benarkan individu tersebut benar menjadi orang pertama yang terinfeksi.

Masih ada kemungkinan kasus yang lebih awal lagi untuk ditemukan.

Sementara itu para ahli di seluruh dunia tak berhenti untuk terus mempelajari virus SARS-CoV-2, menguji vaksin, serta memberikan perawatan agar pandemi global ini segera berakhir.

Baca: Cegah Penyebaran Virus Corona, 8 Negara Ini Langsung Berani Lockdown Wilayahnya, Indonesia Kapan?

5. Gejala Corona yang Diremehkan

Para pekerja medis yang mengenakan alat pelindung memindahkan seorang tersangka pasien virus korona (C) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam di mana total 16 infeksi sekarang telah diidentifikasi dengan virus corona COVID-19, di daerah Cheongdo dekat kota tenggara Daegu pada 21 Februari 2020 Kasus coronavirus Korea Selatan hampir dua kali lipat pada 21 Februari, naik di atas 200 dan menjadikannya negara yang paling parah terkena dampak di luar China ketika jumlah infeksi yang terkait dengan sekte keagamaan meningkat.
YONHAP / AFP
Para pekerja medis yang mengenakan alat pelindung memindahkan seorang pasien virus korona (C) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam di mana total 16 infeksi sekarang telah diidentifikasi dengan virus corona COVID-19, di daerah Cheongdo dekat kota tenggara Daegu pada 21 Februari 2020 Kasus coronavirus Korea Selatan hampir dua kali lipat pada 21 Februari, naik di atas 200 dan menjadikannya negara yang paling parah terkena dampak di luar China ketika jumlah infeksi yang terkait dengan sekte keagamaan meningkat. YONHAP / AFP (YONHAP / AFP)

Gejala awal virus corona yang patut diwaspadai, 2 persen meninggal di hari ke-10.

Edukasi kepada warga dunia mengenai virus ini terus digaungkan.

Terutama mengenai gejala yang sebaiknya diketahui sehingga setiap orang dapat membatasi dirinya dan tak menjadi pembawa virus yang baru.

Mengutip WHO, tanda-tanda mereka yang terinfeksi virus corona jenis baru yaitu seperti batuk, sesak napas, hingga mengalami kesulitan bernapas.

Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

Business Insider mengabarkan, sebagian besar kasus Covid 19 tergolong ringan.

Baca: Panik dan Tak Tenang Hadapi Corona? Hati-hati Pengaruhi Imunitas Tubuh, Ini Penjelasan Dokter

Namun, sekitar 20 persen pasien mempunyai penyakit bawaan yang parah sehingga menyebabkan kondisi menjadi sangat kritis.

Sebuah studi yang diterapkan terhadap sekitar 140 pasien di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan, mengidentifikasi pola khas gejala terkait Covid-19.

Sekitar 99 persen pasien mengalami demam dengan suhu tinggi, sedangkan lebih dari setengahnya mengalami batuk kering.

Adapun sepertiganya mengalami nyeri otot serta kesulitan bernapas.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian Penyakit China menunjukkan, sekitar 80 persen kasus virus corona ringan.

Sementara itu, 15 persen pasien menderita kasus yang parah, dan 5 persen menjadi sakit kritis.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaa,TRIBUNMATARAM.COM/Salma Fenty)





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Kamu Harus Mati

    Kamu Harus Mati adalah sebuah film misteri yang
  • Film - Keluarga Suami Adalah

    Keluarga Suami Adalah Hama adalah sebuah film drama
  • Boah Sartika

    Lahir pada 8 Maret 2000, perjalanan Boah Sartika
  • Film - Gudang Merica (2026)

    Gudang Merica adalah sebuah film horor komedi Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved