TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mantan Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi telah memutuskan membantu penanganan wabah virus Corona atau Covid-19 di negaranya, Italia
Silvio Berlusconi yang juga merupakan eks bos klub besar, AC Milan itu menyumbang sejumlah 10 juta euro atau sekitar Rp. 167,8 milliar untuk keperluan pembangunan 400 unit bangsal perawatan intensif di kawasan kota Milano khususnnya dan regional Lombardia secara umum.
Regional Lombardia di Italia bagian utara memang menjadi salah satu area yang banyak terdapat penyebaran virus Corona yang menghantam negara tersebut.
Selain menyumbang dana untuk membangun fasilitas kesehatan, Berlusconi juga memberikan suntikan moril untuk mereka yang bekerja digaris depan mengatasi wabah virus Corona yang merebak dari Wuhan, China tersebut.
Baca: Tak Seperti China atau Italia, Inilah Mengapa Indonesia Tak Lockdown Wilayah yang Ditemukan Corona
"Sekali lagi dan dari lubuk hati, saya tidak akan pernah lelah untuk mengirimkan rasa terima kasih yang tulus kepada semua para pegiat sipil, petugas rumah sakit dan para pengiriman bahan makanan yang berada di garis depan dari semua wilayah di Italia utara ke selatan."
"Saya meminta pemerintah untuk memberi mereka apresiasi yang jauh lebih tinggi daripada sekedar uang tambahan atas kerja lembur yang mereka lakukan selama ini," kata Berlusconi dikutip Tribunnewswiki.com dari calcioefinanza.it, Rabu (18/3/2020).
"Komitmen kami adalah untuk menghargai dan menghormati atas dedikasi dan pengorbanan mereka setiap hari dalam masa-masa sulit ini," tambah Berlusconi yang juga merupakan presiden partai politk, Forza Italia.
Bantuan dari Berlusconi sangat membantu, mengingat Italia saat ini sangat membutuhkan fasilitas kesehatan yang lebih banyak akibat membludaknya pasien positif Corona.
Baca: Bantu Lawan Corona, China Kirim Paramedis dan 30 Set ICU ke Roma: Italia Tak Sendirian Malam Ini
Baca: Semua Gereja Katolik dan Acara Misa di Roma Italia Ditutup, Antisipasi Penyebaran Virus Corona
“Berlusconi telah menyumbangkan 10 juta euro, jumlah yang diperlukan untuk pembangunan 400 unit bangsal perawatan intensif di Milan."
"Terima kasih (Berlusconi) atas gerakan cinta ini untuk kota dan negara Anda," ucap Guido Bertolaso, konsultan dari Kepala Wilayah Regional Lombardia, Attilio Fontana melalui akun Twitter-nya.
Italia masih darurat Corona
Pasien Virus Corona di Italia yang berusia 80 atau lebih tidak akan menerima perawatan intensif jika kondisi mereka memburuk (kritis).
Ini merupakan rencana darurat yang akan diberlakukan di Turin Italia, jika ada terlalu banyak pasien.
"Akan diterapkan kriteria untuk akses ke perawatan intensif," bunyi Rencana yang disusun oleh pejabat perlindungan sipil kota tersebut.
Mengutip Daily Telegraph, dokumen ini mengusulkan bahwa ada syarat tertentu pasien virus corona untuk mendapat perawatan intensif, yakni 'harus mencakup usia kurang dari 80'.
Baca: Bek Juventus Jadi Pemain Liga Italia Pertama Positif Terjangkit Virus Corona
Para dokter telah membuat keputusan hidup atau mati tentang siapa yang dapat dirawat dan siapa yang akan 'dibiarkan mati', seperti diberitakan Daily Mail, Selasa (17/3/2020).
Seorang dokter mengatakan nasib seorang pasien 'ditentukan berdasarkan usia dan kondisi kesehatannya'
"Beginilah keadaannya dalam perang," tambahnya.
Perdana Menteri Giuseppe Conte bahkan memperingatkan bahwa negara itu memasuki 'minggu paling berisiko' dan ia memberi isyarat 'kita belum mencapai puncaknya'.
Menurut dokumen perencanaan itu, kondisi kesehatan pasien juga akan diperhitungkan ketika mereka ditempatkan dalam perawatan intensif, .
Dokter juga akan mempertimbangkan apakah mereka akan pulih jika mereka dibawa ke rumah sakit dalam keadaan darurat.
"Jika tidak memungkinkan untuk menyediakan layanan perawatan intensif untuk semua pasien, jadi akan diperlukan untuk menerapkan kriteria untuk dapat perawatan intensif, ini tergantung pada sumber daya terbatas yang tersedia," kata dokumen itu.
Pejabat setempat mengakui bahwa rencana tersebut akan memaksa rumah sakit untuk 'fokus pada kasus-kasus di mana rasio biaya / manfaat lebih menguntungkan untuk perawatan klinis'.
Petugas medis Italia telah menggambarkan bagaimana rumah sakit 'kewalahan' oleh krisis kesehatan ini, dan Italia mendapat wabah terburuk, dibanding negara di Eropa lainnya.
Baca: Detik Terakhir Bursa Transfer, Milan Datangkan Dua Bek Sayap
Turin adalah bagian dari wilayah Piedmont, yang bertetangga dengan Lombardy di mana banyak kasus virus corona ditemukan di wilayah itu.
Gubernur Lombardy Attilio Fontana mengatakan situasi di daerah sekitar Milan 'semakin buruk'.
"Kami hampir mencapai titik di mana kami tidak akan lagi dapat membantu orang yang sekarat karena kami akan kehabisan tempat di unit perawatan intensif," kata Fontana kepada Sky TG24.
"Kami membutuhkan mesin yang digunakan untuk ventilasi paru-paru, respirator buatan yang sayangnya tidak dapat kami temukan di sini," kata Fontana.
Walikota Milan Beppe Sala mengatakan dia telah berhasil mengamankan pengiriman masker dari China untuk membantu kebutuhan masker yang terus meningkat.
"Milan selalu memiliki hubungan yang sangat baik dengan kota-kota utama China dan saya melakukan beberapa panggilan telepon selama beberapa hari terakhir untuk mencari masker," kata Walikota Milan.
"Pengiriman pertama tiba (Jumat) dan sekarang kami akan mendistribusikannya ke dokter, dan ke staf kami."
The European Commission juga mengumumkan pengiriman satu juta masker dari Jerman.
Beberapa petugas medis telah bekerja di fasilitas darurat, dengan tenda-tenda bermunculan di luar rumah sakit dan di dalam tenda ini memungkinkan pasien diuji Virus Corona.
Ada juga kekhawatiran bahwa Italia selatan yang daerahnya lebih miskin tidak akan mampu mengatasinya jika virusnya menyebar secepat di wilayah utara.
Baca: Berikut Daftar Insan Sepak Bola Dunia yang Positif Terjangkit Corona, Satu Meninggal, Dua Sembuh
Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte telah memperingatkan bahwa orang tidak boleh melakukan perjalanan ke selatan dengan adanya lockdown secara nasional yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Namun ada beberapa orang tetap nekat untuk bepergian ke wilayah selatan.
"Para ilmuwan memberi tahu kami bahwa kami belum mencapai puncaknya. Ini adalah minggu yang paling berisiko dan kami membutuhkan tindakan pencegahan terbaik," katanya.
“Kegiatan orang-orang yang meninggalkan Milan pada akhir pekan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga mereka atau di tempat tinggal mereka di selatan harus benar-benar dihentikan."
"Kami tidak bisa lagi mentolerir kesalahan perilaku," kata Conte kepada surat kabar Corriere della Sera.
"Virus adalah tantangan kita yang paling penting dalam beberapa dekade terakhir," katanya.
Seorang pasien ketika dia dibawa dengan tandu ke rumah sakit sementara Columbus Covid 2 di Pusat Gemelli di Roma, Italia
Italia telah mengkonfirmasi 24.747 kasus virus corona dan terdapat 1.809 kematian karenanya.
Ini menjadi wabah terburuk yang terjadi di luar China.
Gubernur wilayah Venesia, Veneto juga meminta 'semua orang untuk tetap mengisolasi diri'.
"Jika Anda tidak mengikuti aturan, sistem layanan kesehatan akan macet dan saya harus memberlakukan jam malam," kata gubernur Veneto Luca Zaia.
(Tribunnewswiki.com/Ris)