TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menyusul penetapan Kota Solo sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) Virus Corona, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo siapkan anggaran Rp 2 Miliar untuk menangani wabah Virus Corona ( Covid-19 ).
Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, seperti dilansir TribunSolo.com.
Rudy menuturkan, anggaran tersebut sudah disiapkan untuk membiayai kegiatan yang berkaitan dengan virus corona.
"Itu sudah kita plot, anggaran itu bisa kurang bisa lebih, karena untuk tracking, karantina mandiri dan sebagainya," tutur Rudy, Sabtu (14/3/2020).
Menurut dia, dengan diputuskannya status Kejadian Luar Biasa (KLB) Corona anggaran bisa segera dicairkan.
Sementara, untuk pengadaan disinfektan, juga akan dibiayai dari anggaran tersebut.
"Selama ini untuk pembelian cairan disinfektan tidak kami anggarkan," kata Rudy.
Baca: FX Hadi Rudyatmo
Baca: Pasien Positif Corona Meninggal di RSUD Moewardi Solo, Ganjar Pranowo: Masyarakat Tak Perlu Takut
"Kalau tidak diputuskan kejadian luar biasa, tidak bisa mengeluarkan anggaran tidak terduga," tambahnya.
Pemkot Solo juga siap mengucurkan anggaran mendesak apabila anggaran tidak terduga masih kurang.
"Kalau kurang menggunakan anggaran mendesak, kami menggunakan mekanisme mendahului anggaran," kata Rudy.
Rudy mengingatkan organisasi perangkat daerah tidak memanfaatkan kasus wabah virus Corona untuk kepentingan pribadi.
"Pesan jangan memanfaatkan kasus virus Corona, teman-teman dinas itu dalam menyusun anggaran fokus pada penanganan dan pencegahan virus Corona," tandasnya.
Pusat Kota Solo lengang dan sepi
Memasuki hari kedua pasca Kota Solo ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) Virus Corona, pusat Kota Solo terlihat lengang dan sepi, Minggu (15/3/2020).
Dikutip dari TribunSolo.com, jalur yang
Biasa digunakan untuk penyelenggaraan Car Free Day (CFD), Jalan Slamet Riyadi terpantau lengang.
Pada pukul 08.00 WIB yang biasanya penuh dan sesak dengan pengendara, hanya ada sejumlah kendaraan yang berlalu lalang.
Di sepanjang jalan ini, tak ada pedagang kaki lima yang selalu menghiasi sebelah selatan Jalan Slamet Riyadi.
Hanya sedikit penjalan kaki yang terlihat di jalan protokol tersebut.
Baca: Warga Korea Selatan Nekat Bunuh Diri di Solo, Merasa Terpapar Corona, Hasil Pemeriksaan Negatif
Termasuk di sekitar pantung Slamet Riyadi, Gladag, Kecamatan Pasar Kliwon arus kendaraan juga tampak sepi.
Kondisi serupa juga terlihat di pintu masuk Kota Solo yang berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo di Jalan Ahmad Yani.
Di sana jalanan hanya diisi oleh sejumlah kendaraan, padahal biasanya mengular dari kawasan Hotel Alila hingga RS Panti Waluyo.
Tidak hanya di situ, di Jalan Adi Sucipto kawasan Stadion Manahan, Kecamatan Banjarsari juga tampak lengang.
Baik dari arah timur (Flyover Manahan) maupun dari arah barat (Bandara Adi Soemarmo).
Begitu juga arus lalu lintas di Jalan Dr Radjiman, Kecamatan Lawetan juga tidak jauh berbeda.
Saat TribunSolo.com bertemu pengendara di Jalan Ahmad Yani, Beny (27), mengaku kondisi arus lalu lintas seperti ini jarang terjadi.
"Biasanya ramai, apalagi dekat kawasan kampus, belum lagi saat libur Minggu ya tambah ramai," aku dia.
"Apa mungkin karena Corona ya," celetuknya singkat.
Baca: Fakta Lengkap di Balik Penetapan Status Solo KLB Virus Corona
Baca: Wali Kota Solo Tetapkan KLB Corona, Sekolah Diliburkan 14 Hari hingga Tak Ada Car Free Day
(TribunnewsWiki.com/Niken Aninsi, TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)