Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pantai Bakaro terletak di Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
Pantai Bakaro sama dengan pantai-pantai di Papua yaitu mempunyai pasir putih, air bening berwarna biru dan hijau.
Pantai Bakaro terletak 3 km ke arah timur Pantai Pasir Putih.
Pantai Bakaro adalah pantai ramai yang sering di kunjungi oleh pengunjung mancanegara.
Sebab, pulau ini terlihat sangat eksotisme dengan pemandangannya.
Tempat ini dapat dicapai dengan kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua.
Aktivitas di pantai ini bisa digunakan untuk memancing, berenang dan menikmati alam pantai indah.
Dulunya pantai ini adalah pantai yang tidak berpenghuni sampai pada akhirnya masyarakat Desa Bakaro membuka lahan semak-semak dan menemukan pantai yang memiliki keindahan alam.
Pasir putih menghampar luas di pantai yang tidak terlalu besar.
Pantai ini dilengkapi dengan deretan pohon-pohon kelapa yang berada di tepian pantai.
Keunikan dari pantai ini terletak pada tradisi pemanggilan ikan.
Memanggil ikan biasa dilakukan oleh penduduk yang tinggal di sekitar pantai ini untuk menarik para pengunjung.
Biasanya mereka memanggil ikan dengan menggunakan peluit yang terbuat dari kulit kerang yang ditiup sambil memberi makanan berupa sarang semut, sehingga dengan sendirinya ikan datang mendekat.
Ikan dengan berbagai ukuran dari yang paling kecil sekitar lima sentimeter hingga ikan sebesar telapak tangan orang dewasa langsung keluar menyambut bunyi peluit tersebut.
Ritual ini memang masih ada di Pantai Bakaro.
Unsur magis yang dipercaya dimiliki oleh beberapa suku tersebut memang dianggap mampu memanggil ikan-ikan yang berada disekitaran pantai.
Tak heran keunikan ritual memanggil ikan ini menjadi daya tarik bagi para wisatawan. (1)
Baca: Pantai Mawun
Baca: Teluk Triton
Ritual Pemanggil Ikan #
Tradisi unik telah dimiliki oleh masyarakat di sekitar pantai Bakaro, sekitar 5 kilometer ke arah barat kota Manokwari.
Tradisi unik itu adalah prosesi pemanggilan ikan dari lautan lepas menuju bibir pantai.
Langka dan sangat menarik, mengingat ikan yang dipanggil adalah ikan yang berasal dari lautan lepas dan bukan ikan peliharaan.
Tradisi ini ternyata telah dilakukan turun temurun oleh warga desa Bakaro.
Pada mulanya, pemanggilan ikan ini hanyalah sebuah kebiasaan warga desa yang begitu mencintai alamnya.
Mereka beranggapan ikan-ikan di lautan yang begitu indah adalah anugerah dari Yang Mahakuasa dan harus dipelihara oleh manusia.
Sebagai bagian dari tugas yang diberikan Tuhan untuk manusia.
Masyarakat Bakaro meyakini jijka pemberian makanan adalah satu cara untuk mewujudkan tugas tersebut.
Oleh sebab itu, sebelum diberi makan, ikan di laut harus dipanggil dulu.
Prosesi pemanggilan ikan ini diawali dengan tiupan peluit yang menjadi semacam kode bagi ikan-ikan di laut lepas untuk mendekat.
Memang sulit dipercayai ikan akan tahu kode ini.
Namun kenyataannya ketika peluit mulai ditiup ikan-ikan pun berdatangan.
Setelah itu, seorang pawang ikan yang sudah mewarisi kemampuan berkomunikasi dengan ikan-ikan akan menepuk permukaan air sebagai penanda tempat ia akan memberikan makanan ikan-ikan tersebut.
Makanan yang diberikan adalah sarang rayap yang sangat banyak terdapat di hutan sekitar Desa Bakaro.
Warga setempat berpendapat, ikan-ikan di wilayah perairan Bakaro sangat menyukai makan ini dan mereka secara alami sudah tahu bahwa warga Bakaro senang memberi makanan.
Sarang sayap ini dihancurkan dan dipecah-pecah,dan disebarkan ke wilayah perairan yang menjadi tempat pemanggilan ikan.
Ikan yang umumnya ikan-ikan kecil pun akan berdatangan dan menghiasi beningnya air laut di Pantai Bakaro.
Sekarang pemanggilan ikan ini tak hanya seedar menjadi tradisi.
Tapi tradisi ini telah menjadi atraksi pariwisata yang begitu menarik untuk disaksikan.
Bahkan, atraksi ini mampu memberikan penghasilan tambahan bagi warga Bakaro, terutama keluarga yang masih mewariskan kemampuan untuk memanggil ikan ini ke tradisi selanjutnya.
Biasanya, pemanggilan ikan dilakukan dua kali sehari yaitu saat pagi hari dan menjelang sore pada saat air mulai pasang kembali.
Hal ini sudah dilakukan sejak lama, bahkan ikan-ikan di sekitar pantai pun seolah tahu kapan saja waktu pemanggilan ikan ini.
Pantai yang berkarang-karang begitu indah memanjakan mata.
Bakaro memberikan pesonanya bahkan pada saat air pasang dan surut.
Tak hanya ramah, mereka juga terampil dalam menjaga tradisi.
Atraksi pemanggilan ikan yang sangat unik dan langka sudah menjadi sebuah bukti, bagaimana warga Bakaro begitu mencintai alam dan berusaha merawatnya dari generasi ke generasi. (2)
Harga Tiket Masuk #
Harga tiket masuk Pantai Bakaro cukup terjangkau.
Hanya diperlukan uang sekitar Rp 20.000 untuk menikmati keindahan dan kedamaian pantai ini.
Harga tersebut cukup terjangkau mengingat Papua adalah surga untuk memanjakan mata dan jiwa para petualang.
Parkir juga tak perlu bayar lagi jika sudah membayar biaya tersebut. (3)
Rute Menuju Lokasi #
Pantai Bakaro mempunyai pasir berwarna putih seperti kebanyakan pantai di Papua.
Untuk menuju pantai Bakaro ini, hanya perlu menuju pantai puti saja.
Letak pantai berada di 3 km setelah pantai pasir putih.
Pantai ini akan sangat ramai menjelang akhir pekan dan juga hari libur.
Bis juga menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat untuk menuju Pantai Bakaro.
Tapi penggunaan kendaraan roda dua akan lebih cepat.
Karena dapat menembus kemacetan dan juga menembus jalan-jalan kecil.
Akses jalan menuju ke pantai ini cukup mudah dan tidak akan dijumpai medan yang terlampau sulit. (3)
Obyek Wisata #
Obyek Wisata yang dapat dinikmati di Pantai Bakaro (3)
1. Sunset
Sunset atau matahari tenggelam dapat dinikmati di pantai ini.
Hanya perlu menghadap ke arah yang tepat yakni tidak memunggungi matahari tenggelam.
Keindahan pantai ini akan sangat terlihat di sore hari.
Suasana romantis dan syahdu akan menghampiri.
2. Memancing
Di pantai ini juga menyewakan alat pancing dan juga banyak yang berjualan umpan untuk memancing.
3. Berenang
Di pantai ini diperbolehkan untuk berenang.
Tpi harus tetap waspada ketika berenang di pantai ini.
Selalu jaga dan awasi anggota keluarga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
4. Desa Bakaro
Pantai ini adalah bagian dari sebuah desa yakni desa Bakaro.
Tak hanya bisa memandani laut, tapi juga bisa menyusuri Desa Bakaro yang asri dan juga sejuk.
Menyapa para warga dan juga mencicipi aneka macam kuliner yang ada.
Warga desa bakaro terkenal ramah dan juga terbuka terhadap wisatawan yang ada di sana.
5. Pantai Pasir Putih
Dari pantai ini bisa langsung menuju pantai pasir putih bila ingin mendapatkan pengalaman berbagai pantai di Manokwari.
6. Pondok Milik Pemerintah
Di sini juga disediakan pondok menginap i pantai tersebut.
Fasilitas yang ada di pondok tersebut juga cukup lengkap.
7. Wisata Kuliner
Terdapat aneka macam kuliner menarik yang ada di pantai tersebut.
Dari ikan bakar yang langsung diambil dari pantai dan juga aneka macam makakan khas Papua lainnya.
(Tribunnewswiki.com/Kaa)
| Alamat | Kabupaten Manokwari, Papua Barat |
|---|
| Google Map | -0.862950, 134.126734 |
|---|
| Lokasi | Sunsweni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat |
|---|
Sumber :
1. ksmtour.com
2. www.indonesiakaya.com
3. www.pantainesia.com