Hari Ini dalam Sejarah: 10 Maret 1629 - Raja Inggris Charles I Membubarkan Parlemen

Raja Inggris Charles I membubarkan Parlemen pada 10 Maret 1629 dan berkuasa 11 tahun tanpa memanggil Parlemen


zoom-inlihat foto
raja-inggris-charles-i.jpg
Commons.wikimedia.org
Raja Inggris Charles I

Raja Inggris Charles I membubarkan Parlemen pada 10 Maret 1629 dan berkuasa 11 tahun tanpa memanggil Parlemen




  • Informasi awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Raja Inggris Charles I kembali membubarkan Parlemen pada 10 Maret 1629.

Sebelumnya, Charles I dengan Parlemen sempat terlibat ketegangan mengenai Petition of Right.

Charles I kemudian memerintah selama 11 tahun tanpa memanggil Parlemen.[1]

Menjadi raja yang tidak populer, pemerintahan Chales I diwarnai Perang Sipil yang kemudian membuatnya dihukum mati karena alasan pengkhianatan.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Pesawat TWA Flight 553 Tabrak Pesawat Beechcraft Baron, Tewaskan 29 Orang

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 6 Maret 1912 - Biskuit Oreo Diperkenalkan dan Memicu Debat Puluhan Tahun

  • Karier awal #


Charles I lahir di Dunfermline Palace, Fife, Skotlandia pada 19 November 1600.

Dia adalah anak kedua James VI dari Skotlandia dan Anne dari Denmark.

Meski ayahnya naik tahta pada 1603, Charles tetap berada di Skotlandia karena tubuhnya lemah.

Dari ayahnya, Charles mendapat kepercayaan bahwa para raja adalah pilihan Tuhan.

Charles juga tidak percaya pada Majelis Rendah (House of Commons) yang susah dikendalikan.

Ditemani Duke of Buckingham, Charles diam-diam pergi ke Spanyol pada 1623 untuk melakukan marriage treaty dengan putri Raja Phillip III.

Namun, usahanya gagal karena arogansi Buckingham dan desakan istana Spanyol agar Charles pindah Katolik.

Sementara itu, dia melakukan marriage treaty dengan Henrietta Maria, saudara perempuan Raja Prancis Louis XIII.

Pada Maret 1625, Charles naik tahta dan segera menikahi Henrietta yang beragama Katolik.

Henrietta Maria, istri Charles I
Henrietta Maria, istri Charles I (Commons.wikimedia.org)

Charles segera berkonflik dengan Parlemen karena Parlemen tidak menyukai pengaruh Buckingham pada Charles.[2]

Selain itu, Perang Inggris – Spanyol (1625-1630) dianggap sebagai kegagalan dan Charles tidak menjelaskan kebijakan luar negerinya beserta biaya yang dihabiskan.

Hal ini juga diperburuk oleh tensi keagamaan yang terjadi karena istri Charles seorang Katolik.

Para rakyatnya yang Protestan menaruh kecurigaan pada Charles dan istrinya.

Ketika ekspedisi angkatan laut melawan Spanyol di Cadiz gagal, kesalahan diarahkan ke Buckingham dan majelis berusaha memakzulkannya.

Namun, Charles justru membubarkan Parlemen.

Buckingham kemudian membawa Inggris berperang melawan Prancis dan Spanyol.

Pemerintah kekurangan dana dan Charles mengenakan pinjaman paksa meski dianggap ilegal.

Buckingham akhirnya dibunuh pada Januari 1629 saat pertemuan Parlemen. [3]

 

  • Membubarkan parlemen 10 Maret 1629 #


Charles pernah berusaha mendapatkan uang tanpa memanggil parlemen melalui pinjaman paksa pada 1626.

Dia juga memenjarakan sejumlah orang yang menolak membayarnya tanpa diadili terlebih dulu.

Sebagai syarat agar diizinkan memungut pajak kelak di masa depan, parlemen meminta Charles I menyetujui Petition Right pada 1628.

Jika Petition of Right disetujui, parlemen dapat menentang pemungutan pajak non-parlementer, penahanan tanpa pengadilan, dan penyalahgunaan hukum darurat perang.

Raja kemudian memutuskan menyetujuinya.

Sementara itu, beberapa anggota Majelis Rendah (House of Commons) pada saat yang sama juga marah karena tindakan angkuh Charles I yang berkaitan dengan penunjukan uskup.

Pada 10 Maret 1629, ketika ketuanya, Sir John Finch, mencoba menangguhkan parlemen karena perintah Raja, namun dia dipaksa tetap duduk oleh tiga anggota.

Anggota Majelis Rendah kemudian mengeluarkan mosi melawan tindakan-tindakan yang dilakukan raja belakangan ini.

Charles I kemudian marah dan membubarkan parlemen pada hari itu juga.

Dia berkuasa akan berkuasa selama 11 tahun tanpa memanggil parlemen.[4]

  • Perang Sipil dan kematian #


Pada 1937, Charles memaksakan sebuah buku liturgi baru di Skotlandia, tetapi mendapat penentangan.

Pemberontakan kemudian terjadi di Skotlandia dan Charleds terpaksa memanggil Parlemen pada 1940 agar mendapat dana untuk membiayai perang.

Pada November 1941, ketegangan naik karena ada ketidaksetujuan mengenai pemimpin komando prajurit yang akan menekan pemberontakan.

Charles menahan lima anggota Parlemen dan memicu Perang Sipil Inggris.

Para Royalis dikalahkan pada 1646 oleh gabungan Parlemen dengan para Skotlandia dan New Model Army.

Charles menyerah pada para Skotlandia dan dibawa ke Parlemen.

Dia sempat melarikan diri ke Isle of Wight pada 1647 dan mendorong para Skotlandia untuk menyerbu.

Perang Sipil Kedua ini selesai dalam satu tahun setelah para royalis dialahkan jenderal pihak Parlemen bernama Oliber Cromwell.

Karena yakin tidak akan ada kedamaian jika sang raja hidup, maka Charles diadili dan didakwa berkhianat.

Dia terbukti bersalah dan dihukum mati dengan cara dipenggal pada 30 Januari 1649.[5]

Oliver Cromwell
Oliver Cromwell (Commons.wikimedia.org)

(TribunnewsWiki/Febri)



Peristiwa Raja Inggris Charles I membubarkan Parlemen
Pada 10 Maret 1629
   


Sumber :


1. www.history.com
2. www.biography.com
3. www.britannica.com
4. www.bbc.co.uk
5. www.parliament.uk


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved