TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perkembangan terbaru korban meninggal dunia akibat virus corona mencapai 3348 orang.
Jumlah korban meninggal akibat virus corona ini sejalan dengan jumlah pasien yang sembuh yang mencapai 53.457 pasien.
Kabar terbaru ini menambah angka jumlah pasien terinfeksi yang total mencapai 97.381 kasus.
Laporan per hari dari Komisi Kesehatan Nasional China, dilansir SCMP, Jumat (6/3/2020) merupakan data terbaru perihal penyebaran virus corona yang telah menyebar ke lebih dari 76 negara.
Hingga saat ini, para ilmuwan masih belum dapat menentukan inang perantara virus corona yang meningkatkan risiko kekambuhan.
Baca: Potong Rambut Jarak Jauh: Cara Kreatif Penata Rambut di China Antisipasi Penyebaran Virus Corona
Virus Corona Akan Berakhir?
Sebanyak enam negara telah berhasil menyembuhkan warganya dari infeksi virus corona.
Mereka adalah China, Korea Selatan, Italia, Iran, Vietnam, dan Amerika Serikat (AS).
Masing-masing negara itu memiliki strategi masing-masing untuk menyembuhkan warganya dari infeksi virus corona.
Namun, ada satu hal yang terus menjadi pertanyaan publik.
Sampai kapan kondisi wabah virus corona ini akan berakhir?
Seperti halnya virus sebelumnya, virus corona pasti akan berlalu layaknya virus flu burung, SARS, dan MERS.
Baca: Sejak Dibuka, RSPI Sulianti Saroso Terima 500 Orang Periksa & Isolasi 9 Pasien Virus Corona
Seorang ahli dari China mengungkap dua kemungkinan bagaimana kasus virus corona akan berakhir.
Untuk diketahui virus corona kini sudah menjangkit 73 negara, termasuk Indonesia.
Sementara jumlah kasus yang tercatat kurang lebih 90.872 kasus.
Di Indonesia sendiri dua WNI dinyatakan positif virus corona.
Terkait semakin meluasnya penyebaran virus corona, baik pihak pemerintah maupun para ahli menghimbau warga untuk tidak panik.
Berikut penjelasan lengkap terkait kapan virus corona akan berakhir.
Termasuk alasan mengapa manusia tak perlu khawatir menurut para ahli.
Sampai saat ini, para ilmuwan masih belum dapat menentukan inang perantara virus corona yang meningkatkan risiko kekambuhan.
Dilaporkan South China Morning Post, para pakar kesehatan telah menyoroti tantangan epidemic virus corona, dengan peringatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai risiko wabah virus corona yang dapat muncul kembali.
Meskipun WHO telah meningkatkan status risiko pada level tertinggi, penyebaran virus corona semakin meluas ke negara-negara di dunia.
“Wabah Virus Corona telah mencapai 'titik yang menentukan' dan memiliki 'potensi pandemi'," kata Kepala Organisasi Kesehatan Dunia Dr Tedros Ghebreyesus.
Baca: Ayu Ting Ting Kaget Dua Warga Depok yang Terjangkit Corona Tinggal di Dekat Kampungnya: Kirain Hoaks
Berebut Tisu Toilet di Australia
Tak hanya sejumlah warga Indonesia yang panik belanja aneka barang akibat pandemik virus corona, warga di sebagian daerah di Australia dilaporkan rasakan hal serupa lantaran ketakutan terkait penyebaran virus corona.
Satu benda yang menjadi rebutan sebagian warga Australia tak hanya masker, namun tisu toilet.
Dilansir News Australia, Rabu (4/3/2020), warga Australia panik dan takut kehabisan tisu toilet yang merupakan satu-satunya produk yang diborong di dalam toko Costco, Australia.
Adapun sejumlah warga Australia juga menimbun makanan pokok seperti pasta dan tepung.
Kepanikan warga Australia ini juga disebarkan melalui media sosial Facebook dan Twitter.
Sebuah foto diambil oleh akun bernama Sandra Hadley, memperlihatkan banyak orang memborong tisu toilet.
Jual Tisu Toilet per Lembar
Kegilaan berebut tisu toilet, membuat sejumlah pedagang mencoba mengiklankan penjualan tisu toilet per lembar dengan harga 1.000 USD senilai Rp 14.1 Juta.
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison telah memperingatkan warganya untuk tidak panik dalam membeli barang-barang.
Morrison juga meminta kepada penjual untuk menjalankan bisnis mereka dengan biasa.
Tanggapan Pabrik Tisu Toilet
Sementara itu, perusahaan kertas toilet terkemuka di Australia angkat bicara perihal har tersebut.
Kepada News Australia mereka mengatakan agar tak perlu panik dalam berbelanja.
Mereka menjamin tak akan kehabisan kertas toilet dalam waktu dekat.
Petugas Stok Ulang Tisu Toilet
Dalam sebuah unggahan di Twitter, terlihat petugas bahu membahu mengganti stok tisu toilet yang telah habis.
Perusahaan tisu toilet, Solaris Paper menyebut mereka mengantisipasi agar tidak kekurangan pasokan.
"Kekhawatiran akan penularan virus corona mengakibatkan beberapa pembeli panik. Konsumen Australia harus diyakinkan bahwa Sorben Paper dapat memproduksi tisu toilet lebih dari cukup. Bahkan untuk tisu toilet, tisu wajah, paper towel, dan tisu lainnya," kata Direktur Urusan Perusahaan Solaris Paper Steve Nicholson.
"Beberapa produk mungkin telah habis dari rak, namun pengisian ulang akan menyusul, dan kami kami tak akan ada kekurangan pasokan ," tambahnya.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)