Update Terbaru Virus Corona - 6 Maret 2020: Total 53.457 Pasien Sembuh, 3348 Orang Meninggal

Perkembangan terbaru korban meninggal dunia akibat virus corona mencapai 3348 orang dan jumlah pasien yang sembuh yang mencapai 53.457 pasien.


zoom-inlihat foto
pasien-dengan-gejala-ringan-virus-corona-covid-19.jpg
AFP/STR/CHINA OUT
Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 beraktivitas saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perkembangan terbaru korban meninggal dunia akibat virus corona mencapai 3348 orang.

Jumlah korban meninggal akibat virus corona ini sejalan dengan jumlah pasien yang sembuh yang mencapai 53.457 pasien.

Kabar terbaru ini menambah angka jumlah pasien terinfeksi yang total mencapai 97.381 kasus.

Laporan per hari dari Komisi Kesehatan Nasional China, dilansir SCMP, Jumat (6/3/2020) merupakan data terbaru perihal penyebaran virus corona yang telah menyebar ke lebih dari 76 negara.

Hingga saat ini, para ilmuwan masih belum dapat menentukan inang perantara virus corona yang meningkatkan risiko kekambuhan.

Baca: Potong Rambut Jarak Jauh: Cara Kreatif Penata Rambut di China Antisipasi Penyebaran Virus Corona

Kapal pesiar Diamond Princess - dalam karantina karena kekhawatiran akan virus corona COVID-19 yang baru - di Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama pada bulan Februari 19, 2020. Penumpang yang lega mulai meninggalkan kapal pesiar yang terkena virus corona di Jepang pada 19 Februari setelah dites negatif untuk penyakit yang kini telah merenggut lebih dari 2.000 jiwa di China. TRIBALLEAU CHARLY / AFP
Kapal pesiar Diamond Princess - dalam karantina karena kekhawatiran akan virus corona COVID-19 yang baru - di Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama pada bulan Februari 19, 2020. Penumpang yang lega mulai meninggalkan kapal pesiar yang terkena virus corona di Jepang pada 19 Februari setelah dites negatif untuk penyakit yang kini telah merenggut lebih dari 2.000 jiwa di China. TRIBALLEAU CHARLY / AFP (TRIBALLEAU CHARLY / AFP)

Virus Corona Akan Berakhir?

Sebanyak enam negara telah berhasil menyembuhkan warganya dari infeksi virus corona.

Mereka adalah China, Korea Selatan, Italia, Iran, Vietnam, dan Amerika Serikat (AS).

Masing-masing negara itu memiliki strategi masing-masing untuk menyembuhkan warganya dari infeksi virus corona.

Namun, ada satu hal yang terus menjadi pertanyaan publik.

Sampai kapan kondisi wabah virus corona ini akan berakhir?

Seperti halnya virus sebelumnya, virus corona pasti akan berlalu layaknya virus flu burung, SARS, dan MERS.

Baca: Sejak Dibuka, RSPI Sulianti Saroso Terima 500 Orang Periksa & Isolasi 9 Pasien Virus Corona

Pekerja pasar mengenakan disinfektan semprotan pelindung di sebuah pasar di kota tenggara Daegu pada 23 Februari 2020 sebagai tindakan pencegahan setelah wabah coronavirus COVID-19.
Pekerja pasar mengenakan disinfektan semprotan pelindung di sebuah pasar di kota tenggara Daegu pada 23 Februari 2020 sebagai tindakan pencegahan setelah wabah coronavirus COVID-19. (YONHAP / AFP)

Seorang ahli dari China mengungkap dua kemungkinan bagaimana kasus virus corona akan berakhir.

Untuk diketahui virus corona kini sudah menjangkit 73 negara, termasuk Indonesia.

Sementara jumlah kasus yang tercatat kurang lebih 90.872 kasus.

Di Indonesia sendiri dua WNI dinyatakan positif virus corona.

Terkait semakin meluasnya penyebaran virus corona, baik pihak pemerintah maupun para ahli menghimbau warga untuk tidak panik.

Berikut penjelasan lengkap terkait kapan virus corona akan berakhir.

Termasuk alasan mengapa manusia tak perlu khawatir menurut para ahli.

2 WNI Positif Corona, Ridwan Kamil Yakinkan Rumah 2 Warga Depok Itu Bebas Virus.(Kolase TribunnewsWiki/Tribunnews.com/Kompas.com)
2 WNI Positif Corona, Ridwan Kamil Yakinkan Rumah 2 Warga Depok Itu Bebas Virus.(Kolase TribunnewsWiki/Tribunnews.com/Kompas.com)

Sampai saat ini, para ilmuwan masih belum dapat menentukan inang perantara virus corona yang meningkatkan risiko kekambuhan.

Dilaporkan South China Morning Post, para pakar kesehatan telah menyoroti tantangan epidemic virus corona, dengan peringatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai risiko wabah virus corona yang dapat muncul kembali.

Meskipun WHO telah meningkatkan status risiko pada level tertinggi, penyebaran virus corona semakin meluas ke negara-negara di dunia.

“Wabah Virus Corona telah mencapai 'titik yang menentukan' dan memiliki 'potensi pandemi'," kata Kepala Organisasi Kesehatan Dunia Dr Tedros Ghebreyesus.

Baca: Ayu Ting Ting Kaget Dua Warga Depok yang Terjangkit Corona Tinggal di Dekat Kampungnya: Kirain Hoaks

Pemerintah Italia tidak mengindahkan larangan WHO terkait Virus Corona yang berakibat kematian 11 warga Italia dan pembatasan penerbangan menuju Italia
Pemerintah Italia tidak mengindahkan larangan WHO terkait Virus Corona yang berakibat kematian 11 warga Italia dan pembatasan penerbangan menuju Italia (Kompas.com)

Berebut Tisu Toilet di Australia

Tak hanya sejumlah warga Indonesia yang panik belanja aneka barang akibat pandemik virus corona, warga di sebagian daerah di Australia dilaporkan rasakan hal serupa lantaran ketakutan terkait penyebaran virus corona.

Satu benda yang menjadi rebutan sebagian warga Australia tak hanya masker, namun tisu toilet.

Dilansir News Australia, Rabu (4/3/2020), warga Australia panik dan takut kehabisan tisu toilet yang merupakan satu-satunya produk yang diborong di dalam toko Costco, Australia.

Adapun sejumlah warga Australia juga menimbun makanan pokok seperti pasta dan tepung.

Kepanikan warga Australia ini juga disebarkan melalui media sosial Facebook dan Twitter.

Sebuah foto diambil oleh akun bernama Sandra Hadley, memperlihatkan banyak orang memborong tisu toilet.

Jual Tisu Toilet per Lembar

Kegilaan berebut tisu toilet, membuat sejumlah pedagang mencoba mengiklankan penjualan tisu toilet per lembar dengan harga 1.000 USD senilai Rp 14.1 Juta.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison telah memperingatkan warganya untuk tidak panik dalam membeli barang-barang.

Morrison juga meminta kepada penjual untuk menjalankan bisnis mereka dengan biasa.

Tanggapan Pabrik Tisu Toilet

Sementara itu, perusahaan kertas toilet terkemuka di Australia angkat bicara perihal har tersebut.

Kepada News Australia mereka mengatakan agar tak perlu panik dalam berbelanja.

Mereka menjamin tak akan kehabisan kertas toilet dalam waktu dekat.

Petugas Stok Ulang Tisu Toilet

Dalam sebuah unggahan di Twitter, terlihat petugas bahu membahu mengganti stok tisu toilet yang telah habis.

Perusahaan tisu toilet, Solaris Paper menyebut mereka mengantisipasi agar tidak kekurangan pasokan.

"Kekhawatiran akan penularan virus corona mengakibatkan beberapa pembeli panik. Konsumen Australia harus diyakinkan bahwa Sorben Paper dapat memproduksi tisu toilet lebih dari cukup. Bahkan untuk tisu toilet, tisu wajah, paper towel, dan tisu lainnya," kata Direktur Urusan Perusahaan Solaris Paper Steve Nicholson.

"Beberapa produk mungkin telah habis dari rak, namun pengisian ulang akan menyusul, dan kami kami tak akan ada kekurangan pasokan ," tambahnya.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved