TRIBUNNEWSWIKI.COM - Merebaknya kasus virus corona yang sudah sampai Indonesia membawa kasus terbaru yang berakibat harga masker naik.
Banyak pedagang masker yang mematok harga mahal dan tidak masuk akal beredar di sosial media.
Beberapa hari yang lalu sempat viral pedagang masker yang menimbun pasokan masker dengan menghargai Rp 325.000 per box-nya.
Kini, muncul pedagang-pedagang masker yang juga menjual dengan harga melambung tinggi sampai capai jutaan rupiah.
Sebuah akun di twitter membagikan keresahannya terkait harga masker di salah satu marketplace, Tokopedia.
"Maskes seharga motor, di @tokopedia Sayangnya marketplace cuma penyedia lapak, gak bisa atur harga si pedagang. Tapi apakah @tokopedia punya kebijakan blokir pedagang nakal kaya gini?" tulis @mazzini_gsp.
Postingannya kemudian viral karena memperlihatkan berbagai macam harga masker yang dihargai Rp 14.000.000 hingga Rp 92.000.000.
Masker Sensi dihargai 14 juta untuk satu kartonnya yang berisi 40 box, sedangkan masker Diapro dihargai 15 juta untuk 1 kartonnya.
Baca: Ludes di Pasaran, Simak Cara Mudah Membuat Hand Sanitizer Sendiri di Rumah
Berkat tulisannya yang merebak di media sosial Twitter, membuat Tokopedia membuka suara terkait pedagang masker yang menjual harga tinggi market place tersebut.
"Hai Kakak, kami sudah pastikan, barang yang dijual pada toko tersebut dalam jumlah besar. Kakak tidak perlu khawatir, Tokopedia secara berkala mengawasi & menindak tegas penjual yang menaikkan harga masker di atas pasaran. Makasih, semoga kita sehat selalu." balas Tokopedia kepada @mazzini_gsp yang dikutip oleh TribunnewsWiki.
Baca: Tak Hanya Indonesia, Sejumlah Warga Austalia Panik dan Berebut Tisu Toilet, Khawatir Virus Corona
Harga masker yang kian melambung pun membuat produsen masker menjadi bulan-bulanan masyarakat.
Walaupun begitu ternyata produsen masker ternyata tidak pernah menaikkan harga produksi pada saat-saat seperti ini.
Baca: Harga Masker Capai Rp 1,8 Juta Akibat Corona, Tim Cyber Polisi Akan Pantau Penjualan Masker Online
Baca: Viral Video Tutorial Pembuatan Masker dari Tisu Basah, Begini Penjelasan Dokter
Dilansir dari Kompas.com, Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (Aspaki), Ahyahudin Sodri, menegaskan bahwa pabrikan masker di Indonesia tidak menaikkan harga terkait virus corona yang menyebar.
"Kami sebagai produsen tidak menaikkan harga penjualan," kata Ahyahuddin kepada Kompas.com, Senin (2/3/2020).
Malahan, pihak produsen pun prihatin dengan harga masker yang dijual di pasaran yang melambung tinggi.
Produsen masker pun kini sepakat untuk menghentikan ekspor dan fokus memenuhi permintaan masker dalam negeri.
"Kami sebagai Produsen, sangat prihatin jika ada pihak yana mengambil aksi untung dari tingginya permintaan masker," ujarnya.
"Permintaan masker meningkat satu setengah sampai dua kali lipat. Anggota Aspaki fokus melayaki permintaan dalam negeri daripada permintaan ekspor," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan produsen alat kesehatan Indonesia pun cukup kewalahan memenuhi lonjakan permintaan masker.
Kegiatan impor masker juga sulit dilakukan karena di negara lain pun juga mengalami kelangkaan.
"Berdasarkan data yang kami miliki, ada 7 anggota Aspaki yang memproduksi masker. Perusahaan-perusahaan tersebut telah meningkatkan kapasitas produksi mereka," pungkas Ahyahudin.
Stok masker di beberapa daerah di Indonesia pun memang sudah ludes dan langka sejak sebulan lalu.
Kelangkaan masker semakin terasa sejak diumumkannya warga negara Indonesia (WNI) oleh Presiden RI Joko Widodo yang positif terjangkit virus corona.
Beberapa stok masker di apotek dan supermarket pun sudah habis karena banyak pembeli yang khawatir sehingga mereka membeli dalam jumlah yang banyak.
(TribunnewsWiki.com/Restu, Kompas.com/Muhammad Idris)