Viral Video Tutorial Pembuatan Masker dari Tisu Basah, Begini Penjelasan Dokter

Seorang wanita memberikan langkah-langkah pembuatan masker dengan menggunakan bahan tisu basah, video tersebut viral di media sosial.


zoom-inlihat foto
video-tutorial-pembuatan-masker.jpg
Tangkapan layar Instagram @abiansemal.info
Viral video tutorial pembuatan masker dari tisu basah,


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Viral di media sosial video pembuatan masker dari tisu basah.

Setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan terdapat dua orang yang terinfeksi virus corona, Senin (2/3/2020).

Warga Indonesia pun langsung berbondong-bondong untuk membeli dan menjual masker untuk melindungi diri.

Hingga akhirnya, permintaan masker yang melonjak membuat harga masker semakin melambung tinggi.

Video pembuatan masker dengan tisu basah pun beredar di media sosial.

Dalam video tersebut terlihat seorang wanita yang memberikan pengarahan tentang pembuatan masker dari tisu basah.

Masker itu dapat dibuat sendiri dengan mudah menggunakan tisu basah.

Lembaran tisu basah itu dilipat, kemudian di bagian ujung digunting untuk membuat lobang.

Lobang tersebut difungsikan untuk mengaitkan tisu basah di kedua telinga.

Seperti diketahui, harga masker saat ini sudah mengalami kenaikan yang sangat drastis.

Baca: Harga Masker Melonjak Tinggi, Masker Kain Jadi Solusi: Bisa Dibuat Sendiri di Rumah, Begini Caranya!

Harga masker pada setiap penjualan online pun kini bervariasi.

Bahkan harganya dapat mencapai Rp 100 ribu hingga Rp 600 ribu untuk satu boks.

Penjelasan Dokter tentang Masker Tisu Basah

Dikutip dari Tribunnews.com, Selasa (3/3/2020), Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Indriati Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah, Chrisrianto Edy Nugroho memberikan penjelasan tentang pembuatan masker tisu basah.

Menurut dokter Chrisrianto, tisu basah tidak direkomendasikan untuk dijadikan masker.

Baca: Agar Tak Salah Kaprah, Ini 11 Mitos Virus Corona yang Wajib Diketahui, Soal Masker hingga Peliharaan

"Untuk tisu basah (dijadikan masker) belum ada penelitiannya, jadi tidak direkomendasikan," ujar Christianto saat dihubungi Tribunnews.com, Senin (2/3/2020).

Ia menyebut masker yang direkomendasikan untuk dipakai ialah yang sesuai dengan standar kesehatan.

"Yang direkomendasikan hanya masker bedah dan masker N95," ujarnya.

Selain itu, penggunaan masker juga harus diperhatikan dengan benar.

Masker N95
Masker N95 (Kompas.com)

Hal ini untuk memaksimalkan fungsi masker sebagai penyaring udara.

"Masker bedah pemakaiannya yang benar, yang berwarna hijau atau biru posisinya di luar, yang putih di dalam," ujarnya.

Lipatan masker juga harus diperhatikan.

Baca: Masker N95

"Lipatan luar mengarah ke bawah," ungkapnya.

Orang Sehat Tak Perlu Pakai Masker

Seorang Profesor Kedokteran dan Epidemiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Lowa, Eli Perencevich MD mengatakan masker justru dapat meningkatkan risiko infeksi virus corona.

"The average healthy person does not need to have a mask, and they shouldn’t be wearing masks,

(Rata-rata orang yang sehat tidak perlu memakai masker dan seharusnya mereka tidak mengenakan masker," kata Dr. Perencevich, dikutip dari Forbes.

"There’s no evidence that wearing masks on healthy people will protect them. They wear them incorrectly, and they can increase the risk of infection because they’re touching their face more often,

(Tidak ada bukti memakai masker pada orang sehat akan melindungi mereka (dari virus corona). Mereka memakainya secara salah dan mereka dapat meningkatkan risiko infeksi karena mereka lebih sering menyentuh wajah mereka)," jelasnya.

Ilustrasi orang menggunakan masker kain
Ilustrasi orang menggunakan masker kain (alodokter.com)

Kebanyakan orang membeli masker untuk mencegah terjangkit virus corona.

Diketahui virus corona ditularkan melalui tetesan, bukan melalui udara.

Oleh karena itu masker hanya digunakan untuk orang yang merasakan sakit.

"If you have the flu or think you have COVID, that’s when you’d put on a mask to protect others. In your house, if you feel like you’re sick, you should wear a mask to protect your family members,

(Jika Anda terserang flu atau kiranya menderita gejala Covid-19, saat itulah Anda mengenakan masker untuk melindungi orang lain. Begitu juga jika Anda di rumah merasakan sakit, maka Anda perlu menggunakan masker untuk melindungi keluarga," terang Dr. Perencevich, dikutip dari Forbes, Senin (2/3/2020).

Baca: Restoran Paloma Bantah Wanita Positif Virus Corona Jadi Anggota Komunitas Dansa : Tamu Biasa

Baca: Viral Twitter Penjual Tawarkan Masker 325 Ribu Per Box, Panen Kritikan Netizen

Hal itu pun juga berlaku untuk tenaga medis yang menangani pasien virus corona.

Cara terbaik untuk melindungi diri dari virus corona ialah mencuci tangan dengan sabun dan air secara teratur.

Selain itu, tidak menyentuh wajah terutama bagian mulut dan hidung sebelum mencuci tangan.

"Just because it’s a respiratory virus doesn’t mean it gets into your body through breathing,

(Hanya karena itu adalah virus pernapasan, bukan berarti virus itu masuk ke tubuh melalui pernapasan,” kata Dr, Perencevich.

“It can enter when your contaminated hands touch your mouth or face. So wash your hands, and don’t touch your mouth or face without washing your hands first.

(Itu bisa masuk ketika tangan Anda yang terkontaminasi menyentuh mulut atau wajah Anda.

Jadi, cuci tangan Anda, dan jangan menyentuh mulut atau wajah Anda tanpa mencuci tangan terlebih dahulu)," jelasnya.

Selain itu, masyarakat dapat melindungi diri dengan menjaga jarak dengan orang yang batuk atau bersin.

Jauhkan diri setidaknya tiga kaki dari orang batuk, bersin, atau orang yang sedang terlihat sakit.

Adapun gejala virus corona yaitu demam, batuk, sulit bernapas, mual, muntah, dan diare.

(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria) (Tribunnews/Wahyu Gilang P)





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved