TRIBUNNEWSWIKI.COM - Vitamin C adalah vitamin esensial yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia.
Vitamin ini memiliki banyak peran dan manfaat yang luar biasa bagi kesehatan.
Vitamin C bisa larut dalam air dan dapat ditemukan di banyak buah dan sayuran, termasuk jeruk, stroberi, buah kiwi, paprika, brokoli, kangkung, dan bayam.
Asupan harian yang direkomendasikan untuk vitamin C adalah 75 mg untuk perempuan dan 90 mg untuk laki-laki.
Umumnya manusia disarankan untuk mendapatkan asupan vitamin C dari makanan, namun sebagian besar orang lebih memilih mengonsumsi suplemen untuk memenuhi kebutuhan Vitamin C mereka.
Berikut 7 manfaat mengonsumsi suplemen Vitamin C yang terbukti secara ilmiah:
Baca: Para Ilmuwan China Kembangkan Penelitian Vitamin C Dosis Tinggi Bantu Atasi Virus Corona
Baca: Manfaat Konsumsi Vitamin C bagi Kulit, Mencerahkan hingga Memudarkan Bintik Hitam
1. Mengurangi risiko terkena penyakit kronis
Vitamin C adalah antioksidan yang kuat yang juga dapat memperkuat pertahanan alami tubuh Anda.
Antioksidan adalah molekul yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Bagaimana antioksidan meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda?
Dengan cara melindungi sel dari molekul berbahaya yang disebut radikal bebas.
Ketika radikal bebas menumpuk, mereka dapat menyebabkan keadaan yang dikenal sebagai stres oksidatif.
Stres oksidatif adalah penyebab utama penuaan dini dan timbulnya penyakit kronis seperti kanker, penyakit jantung, alzheimer, dan lain-lain.
Studi menunjukkan bahwa mengonsumsi lebih banyak vitamin C dapat meningkatkan kadar antioksidan darah hingga 30%.
Hal ini dapat membantu pertahanan alami tubuh manusia dalam melawan peradangan.
2. Membantu mengelola tekanan darah tinggi
Tekanan darah tinggi atau hipertensi membuat Anda berisiko terkena penyakit jantung, penyakit penyebab utama kematian secara global.
Penelitian telah menunjukkan bahwa vitamin C dapat membantu menurunkan tekanan darah pada mereka yang dengan dan tanpa tekanan darah tinggi.
Sebuah penelitian pada hewan menemukan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin C membantu mengendurkan pembuluh darah yang membawa darah dari jantung.
Hal tersebut berarti mampu membantu mengurangi tingkat tekanan darah.
Selain itu, analisis dari 29 penelitian pada manusia menemukan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin C mengurangi tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik pada orang dewasa yang sehat.
Pada orang dewasa dengan tekanan darah tinggi, suplemen vitamin C mengurangi tekanan darah sistolik sebesar 4,9 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 1,7 mmHg.
Namun, bukan berarti orang dengan tekanan darah tinggi tidak boleh hanya mengandalkan vitamin C saja untuk pengobatan.
3. Menurunkan risiko penyakit jantung
Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia.
Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, termasuk tekanan darah tinggi, kadar kolesterol trigliserida atau LDL yang tinggi, dan kadar kolesterol HDL yang rendah.
Vitamin C dapat membantu mengurangi faktor-faktor risiko yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung.
Misalnya, analisis dari 9 studi dengan 293.172 peserta gabungan menemukan bahwa setelah 10 tahun, orang yang mengonsumsi setidaknya 700 mg vitamin C setiap hari memiliki risiko penyakit jantung 25% lebih rendah daripada mereka yang tidak mengonsumsi suplemen vitamin C.
Menariknya, analisis lain dari 15 studi menemukan bahwa mengonsumsi vitamin C dari makanan, bukan suplemen, dapat mengurangi risiko penyakit jantung lebih rendah dari 25%.
Singkatnya, mengonsumsi setidaknya 500 mg vitamin C setiap hari dapat mengurangi risiko penyakit jantung.
Namun, jika Anda sudah mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C, maka suplemen mungkin tidak memberikan manfaat tambahan untuk kesehatan jantung.
Baca: Viral Video Tutorial Pembuatan Masker dari Tisu Basah, Begini Penjelasan Dokter
Baca: Harga Masker Melonjak Tinggi, Masker Kain Jadi Solusi: Bisa Dibuat Sendiri di Rumah, Begini Caranya!
4. Membantu mengurangi kadar asam urat dan mencegah serangan asam urat
Gout adalah artritis sebagai akibat penumpukan kristal asam urat dalam air seni.
Gout merupakan jenis radang sendi yang diidap oleh sekitar 4% orang dewasa Amerika.
Gout sangat menyakitkan dan membuat peradangan pada sendi
Orang dengan gout mengalami pembengkakan dan serangan rasa sakit yang tiba-tiba dan parah.
Gejala gout muncul ketika ada terlalu banyak asam urat dalam darah.
Asam urat adalah limbah yang diproduksi oleh tubuh, pada level tinggi, mungkin mengkristal dan disimpan dalam sendi.
Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa vitamin C dapat membantu mengurangi asam urat dalam darah dan melindungi tubuh dari serangan asam urat.
Sebagai contoh, sebuah penelitian yang melibatkan seribu laki-laki menemukan bahwa mereka yang banyak mengonsumsi vitamin C memiliki kadar asam urat lebih rendah daripada mereka yang mengonsumsi sedikit vitamin C.
Studi lain mengatakan bahwa orang yang mengonsumsi suplemen vitamin C memiliki risiko asam urat 44% lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsi.
Selain itu, analisis dari 13 studi menemukan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin C selama 30 hari secara signifikan dapat mengurangi asam urat.
Kesimpulannya, vitamin C yang didapat dari makanan ataupun suplemen terbukti dapat menurunkan kadar asam urat dan risiko asam urat.
5. Mencegah kekurangan zat besi
Zat besi merupakan nutrisi penting yang memiliki beragam fungsi di dalam tubuh.
Zat besi sangat penting untuk membuat sel-sel darah merah dan mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Suplemen vitamin C dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan.
Vitamin C membantu mengubah zat besi yang diserap dengan buruk, seperti sumber zat besi nabati, menjadi bentuk yang lebih mudah diserap.
Hal ini sangat berguna bagi orang-orang yang tidak memakan daging, karena daging adalah sumber utama zat besi.
Faktanya, hanya mengonsumsi 100 mg vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi sebesar 67%.
Artinya, vitamin C dapat membantu mengurangi risiko anemia di antara orang yang rentan terhadap kekurangan zat besi.
Dalam satu studi, 65 anak-anak dengan anemia defisiensi besi ringan diberi suplemen vitamin C.
Para peneliti menemukan bahwa suplemen itu sendiri membantu mengendalikan anemia mereka.
Jika Anda memiliki zat besi rendah, mengonsumsi lebih banyak makanan yang kaya akan vitamin C atau mengonsumsi suplemen vitamin C dapat membantu meningkatkan kadar zat besi darah Anda.
6. Meningkatkan imunitas
Salah satu alasan utama orang mengonsumsi suplemen vitamin C adalah untuk meningkatkan kekebalan tubuh mereka, karena vitamin C terlibat dalam banyak bagian sistem kekebalan tubuh.
Pertama, vitamin C membantu mendorong produksi sel darah putih yang dikenal sebagai limfosit dan fagosit, yang membantu melindungi tubuh dari infeksi.
Kedua, vitamin C membantu sel-sel darah putih berfungsi lebih efektif sambil melindungi mereka dari kerusakan oleh molekul-molekul yang berpotensi berbahaya, seperti radikal bebas.
Ketiga, vitamin C adalah bagian penting dari sistem pertahanan kulit, di mana ia bertindak sebagai antioksidan dan membantu memperkuat hambatan kulit.
Penelitian juga menunjukkan bahwa mengonsumsi vitamin C dapat mempercepat penyembuhan luka.
Terlebih lagi, orang yang kekurangan vitamin C rata-rata memiliki tingkat kesehatan yang buruk.
Misalnya, orang yang menderita pneumonia, cenderung memiliki kadar vitamin C rendah, dan suplemen vitamin C terbukti mempercepat pemulihan.
7. Memperkuat dan melindungi daya ingat manusia seiring bertambahnya usia
Demensia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan gejala ingatan yang buruk.
Demensia mempengaruhi lebih dari 35 juta orang di seluruh dunia dan biasanya terjadi di kalangan orang dewasa atau lansia.
Studi menunjukkan bahwa stres oksidatif dan peradangan di dekat otak, tulang belakang, dan saraf dapat meningkatkan risiko demensia.
Vitamin C adalah antioksidan yang kuat, seseorang dengan kadar vitamin C yang rendah memiliki gangguan kemampuan berpikir dan mengingat.
Selain itu, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa orang dengan demensia mungkin memiliki kadar vitamin C yang rendah dalam darah.
Selain itu, kadar vitamin C yang tinggi yang didapatkan dari makanan atau suplemen, telah terbukti memiliki efek perlindungan pada pikiran dan memori, seiring bertambahnya usia.
(Tribunnewswiki.com/Ron)