Kini Jadi Seorang Anggota Polisi, Berikut Kisah Bripda Ribut Fajar yang Yatim Piatu sejak Bayi

Kisah Bripda Ribut Fajar, anak yatim piatu sejak bayi yang kini jadi seorang anggota polisi.


zoom-inlihat foto
kisah-bripda-ribut-fajar-anak-yatim-piatu-sejak-bayi-seorang-anggota-polisi.jpg
KOMPAS.COM/YAMIN ABDUL HASAN
Kisah Bripda Ribut Fajar, anak yatim piatu sejak bayi yang kini jadi seorang anggota polisi.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kisah Bripda Ribut Fajar, anak yatim piatu sejak bayi yang kini jadi seorang anggota polisi.

Kapolda Maluku Utara, Brigjen Pol Rikwanto baru saja melantik 205 bintara Polri di SPN Sofifi, Maluku Utara pada Senin (2/3/2020).

Dari ratusan polisi baru itu, ada satu yang beda di antara yang lainnya, yakni Bripda Ribut Fajar.

Ratusan rekannya datang di acara pelantikan didampingi kedua orangtua atau keluarganya.

Namun tidak bagi Ribut Fajar.

Baca: Kisah Seorang Jenderal Polisi Dapat Pelayanan Buruk di Sebuah Polsek karena Memakai Sandal Jepit

Baca: Viral Pria Ngamuk dan Banting Motor Karena Tak Terima Ditilang Polisi Saat Razia Lalu Lintas

Tak ada yang datang mendampinginya saat pelantikan tersebut.

Hal tersebut karena sejak usianya baru 7 bulan, ia sudah yatim piatu.

Setelah acara selesai, suasana pun menjadi haru.

Usai upacara pelantikan dan pengambilan sumpah Bintara Polri TA 2019-2020 SPN Polda Maluku Utara, Sofifi, Bripda Ribut Fajar terlihat berlinang air mata menceritakan kisahnya saat mengikuti seleksi calon anggota polisi.

Ia mengikuti seleksi dari awal tanpa didampingi keluarga hingga dirinya dilantik menjadi anggota Polri.

Ayahnya meninggal pada saat dia masih usia 7 bulan dalam kandungan ibunya, sedangkan ibunya meninggal setelah ia dilahirkan.

Dia mengaku, sudah 3 kali mengikuti seleksi Bintara.

Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol Rikwanto didampingi Kapolres Ternate AKBP Azhari Juanda memberikan ucapan selamat kepada Bripda Ribut Fajar usai pelantikan anggota Polri di SPN Sofifi, Maluku Utara, Senin (02/03/2020)(KOMPAS.COM/YAMIN ABDUL HASAN)
Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol Rikwanto didampingi Kapolres Ternate AKBP Azhari Juanda memberikan ucapan selamat kepada Bripda Ribut Fajar usai pelantikan anggota Polri di SPN Sofifi, Maluku Utara, Senin (02/03/2020)(KOMPAS.COM/YAMIN ABDUL HASAN)

Tes pertama tidak lulus, gagal di tes psikologi dan tes kedua gagal di kesehatan dan tes ketiga ini barulah lulus hingga dilantik menjadi keluarga besar Polri.

"Tidak putus asa, alhamdulillah tes ketiga saya lolos," kata Ribut Fajar, saat ditemui usai upacara dikutip TribunnewsWiki dari Kompas.com.

Sebelum menjadi anggota Polri, kesehariannya menjadi seorang guru ngaji dan menjadi penjaga (marbot) masjid di daerahnya.

Semua itu mampu dijalani berkat tekad yang kuat tinggal dengan orangtua angkatnya.

"Kelulusan saya murni tanpa diminta biaya apapun," ujar dia.

(ilustrasi) Kisah viral anak penjual sate keliling jadi polisi, cium kaki ayahnya hingga buat Kapolres terharu.
(ilustrasi) Kisah viral anak penjual sate keliling jadi polisi, cium kaki ayahnya hingga buat Kapolres terharu. (via Kompas.com)

Cita-cita menjadi abdi negara, kata dia, sudah tertanam sejak kecil. Ia ingin membahagiakan kedua orangtuanya yang telah tiada.

"Saya ingin membuktikan kepada kedua orangtua saya, meskipun mereka sudah meninggal bahwa saya selalu buat yang terbaik untuk mereka,” kata dia lagi.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol Rikwanto turut memberikan ucapan selamat kepada Bripda Ribut Fajar.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved