2 Orang Warga Depok Positif Terinfeksi Virus Corona, Jokowi: Kita Tidak Perlu Terlalu Ketakutan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi kasus dua WNI yang positif tertular Covid-19, ia mengimbau masyarakat agar tak perlu ketakutan


zoom-inlihat foto
presiden-jokowi-89329423r.jpg
twitter.com/jokowi
Presiden Jokowi. 2 Orang Warga Depok Positif Terinfeksi Virus Corona, Jokowi: Kita Tidak Perlu Terlalu Ketakutan


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dua orang warga Depok, Jawa Barat positif terinfeksi virus corona.

Ibu dan anak tersebut tertular virus corona Covid-19 dari seorang warga negara Jepang yang sempat menginap di rumah mereka.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi kasus ini dan mengumumkan hal tersebut secara langsung di Istana dan didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

"Kita sudah menelusuri informasi tentang warga negara Jepang yang positif korona dan sebelumnya mengunjungi Indonesia.

Penelusuran itu menemukan dua perempuan, ibu dan anak berusia 64 dan 31 tahun yang telah berhubungan dengan warga Jepang itu, positif terinfeksi virus korona," tulis akun twitter resmi Presiden, @jokowi pada Senin (2/3/2020).

Baca: Positif Terinfeksi Virus Corona, Pasien Justru Baru Tahu dari Pengumuman Jokowi

Baca: Presiden Jokowi Umumkan Dua Orang Indonesia Positif Corona, Diduga Tertular WNA Jepang

Lebih lanjut, Presiden Jokowi menyatakan bahwa pemerintah Indonesia menangani kasus ini dengan serius dan telah menyiapkan 100 rumah sakit dengan peralatan sesuai standar.

"Keduanya saat ini sudah dalam perawatan di Jakarta sesuai dengan standar yang berlaku secara internasional.

Pemerintah serius dalam menghadapi kasus ini dengan mempersiapkan lebih 100 rumah sakit yang dilengkapi ruang isolasi dan peralatan sesuai dengan standar internasional," lanjutnya.

Jokowi juga mengimbau masyarakat Indonesia agar tak terlalu ketakutan.

"Virus korona ini gejalanya mirip flu, dan faktanya, sebagian besar pasien baik di RRT, Jepang, Iran, sampai Italia dapat sembuh dan pulih kembali.

Jadi kita tidak perlu terlalu ketakutan masalah ini, tetapi tetap harus hati-hati dan waspada dalam setiap beraktivitas," cuit akun @jokowi pada Selasa (3/3/2020).

Sementara itu dalam tweet selanjutnya, Jokowi mengatakan bahwa pemerintah tengah berusaha maksimal agar kasus covid-19 ini tak meluas menjadi wabah dalam negeri.

"Dua warga negara Indonesia tengah dirawat di Jakarta karena positif terinfeksi virus korona. Pemerintah berupaya maksimal mencegah kasus ini meluas jadi wabah dalam negeri.

Saya berharap masyarakat tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa.," lanjutnya

Jokowi juga meminta agar privasi pasien virus corona ini tetap dijaga.

"Saya telah memerintahkan menteri untuk mengingatkan agar rumah sakit dan pejabat pemerintah untuk tidak membuka privasi pasien yang dirawat karena virus korona. Hak-hak pribadi mereka harus dijaga.

Begitu juga media massa, saya minta untuk menghormati privasi mereka," tulis akun tersebut.

"Masyarakat tidak perlu panik sampai memborong kebutuhan sehari-hari. Pemerintah menjamin ketersediaan bahan pokok dan obat-obatan.

Saya memerintahkan Kapolri untuk menindak tegas pihak yang memanfaatkan momentum ini dengan menimbun barang dan menjualnya dengan harga tinggi," tutup Jokowi.

Baca: Presiden Jokowi Umumkan 2 Orang di Indonesia Positif Virus Corona

Pasien tahu dirinya positif Corona dari pengumuman Presiden Jokowi

Dinyatakan positif terinfeksi virus corona, pasien justru baru tahu jika dirinya mengidap Covid-19 setelah Presiden Joko Widodo memberikan pengumuman pada Senin (2/3/2020) kemarin.

Hal tersebut terungkap lewat saat wawancara khusus yang dilakukan oleh Kompas.com dengan pasien yang saat ini tengah dirawat di ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso.

Pasien yang diwawancarai melalui saluran telepon tersebut mengaku dirinya mengetahui jika terinfeksi virus corona setalah ada pengumuman resmi dari pemerintah.

"Enggak ada (pemberitahuan). Sampai kemudian heboh kemarin itu (diumumkan Presiden)...," ujar pasien.

Setelah itu, barulah pasien tersebut menanyakannya ke dokter yang telah merujuk mereka ke RSPi Sulianti Saroso, Jakarta.

Sebelum ada pengumuman itu, Pasien 2 itu menjelaskan bahwa dia didiagnosis tifus. Sedangkan, anaknya yang merupakan Pasien 1 didiagnosis bronkitis pneumonia.

"Saat itu juga dokter meminta kami untuk opname. Kami sempat satu ruangan, walau kemudian minta dipisah," ujar Pasien 2.

Baca: Harga Masker Melonjak Tinggi, Masker Kain Jadi Solusi: Bisa Dibuat Sendiri di Rumah, Begini Caranya!

Baca: 2 WNI Positif Terjangkit Corona, Apakah Perawatannya Ditanggung BPJS ?

Tanggapan pihak istana

Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rahman pun angkat bicara terkait hal tersebut.

Dilansir oleh Kompas.com, Fadjroel menjelaskan jika informasi tentang adanya orang Indonesia yang terjangkit virus corona di negeri sendiri merupakan situasi yang luar biasa.

Maka dari itui, saat diketahui pasien positif virus corona, maka Menteri Kesehatan harus langsung segera memberitahukannya kepada presiden untuk diumumkan ke public.

"Karena ini kan situasinya memang tidak biasa. Karena situasinya tidak biasa, ya jadi Menkes yang memberitahukan ke Presiden, Presiden yang mengumumkan," kata Fadjroel Rachman di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2020).

"Pada intinya, mengapa Presiden harus menyampaikan langsung, karena beliau menganggap ini sangat serius. Karena dalam kondisi ini kan tidak main-main. Harus Presiden yang menyampaikan secara langsung dan secara teknis ditangani oleh Menkes," lanjutnya.

Fadjroel juga mengakui jika dalam menangani dua pasien yang terjangkit virus corona ini harus penuh dengan kehati-hatian.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi mengumumkan jika ada dua warga negara Indonesia (WNI) positif virus corona.

Kini, dua warga yang merupakan seorang ibu (64) dan anaknya (31) tengah dirawat di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta.

Dua orang tersebut tertular dari warga negara Jepang yang berkunjung ke rumah mereka di Depok.

Baca: Indonesia Laporkan Kasus Virus Corona Pertama, Harga Masker N95 Mencapai Rp 1,1 Juta per Boks

Baca: Restoran Amigos, Tempat Dansa WNI Positif Corona dan WN Jepang Tegaskan Karyawannya Bebas Virus

Warga Jepang itu baru terdeteksi positif corona setelah meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia.

Diberitakan oleh Kompas.com, warga Jepang tersebut terdeteksi terjangkit virus corona setalah meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia.

Jokowi pun menyatakan Indonesia telah memiliki rumah sakit dengan ruang perawatan yang sesuai standar internasional.

"Pemerintah ini benar-benar mempersiapkan. Misal rumah sakit lebih dari 100 yang siap dengan ruang isolasi corona, dengan standar isolasi yang baik. Kita juga memiliki ruang perawatan yang sesuai standar internasional," ujar Jokowi saat menyampaikan keterangan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/3/2020).

“Kita juga memiliki peralatan yang memadai standar internasional. Kita juga miliki reagen yang cukup. Kita juga miliki tim gabungan TNI, Polri, sipil dalam penanganan ini. Kita juga miliki SOP yang standarnya sama dengan standar internasional yang ada,” lanjutnya.

Masyarakat diimbau tidak panik

Kasus virus corona yang terjadi pada dua warga Depok tersebut merupakan kasus pertama yang dikonfirmasi Pemerintah Indonesia.

Terkait hal tersebut, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengimbau masyarakat agar tidak paranoid dalam menghadapi kasus virus corona.

Menurutnya, paranoid justru akan menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga lebih gampang terserang penyakit.

"Imunitas akan turun jika kekhawatiran berlebihan yang tidak pada tempatnya. Itu membuat imunologis kita turun, psikoneuro imunologis," kata Terawan di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Senin (2/3/2020), setalah menengok dua pasien positif Corona.

Baca: Berikut Daftar 100 Rumah Sakit Rujukan Penanganan Kasus Corona di 32 Provinsi di Indonesia

Baca: Mitos Virus Corona yang Tak Perlu Dipercaya, Soal Paket dari China Tak Aman hingga Kematian

Terawan menambahkan, jika imunitas warga Indonesia menurun, tanpa sadar akan membuat ketahanan kesehatan nasional menurun.

Terawan menegaskan, tidak semua orang yang kontak langsung dengan pasien positif Corona akan tertular.

"Tidak semua yang kontak akan sakit. Yang sakit yang imunitas tubuhnya rendah. Itu yang harus menjadi prinsip," ujar Terawan.

Ia lantas mengimbau kepada warga untuk lebih fokus meningkatkan imunitas tubuh agar terhindar dari penyakit Corona.

Namun, masyarakat diminta agar selalu waspada dan selalu menjaga kebersihan dalam kehidupan sehari-hari.

Kemudian, apabila masyarakat merasakan gejala virus corona, seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorakan, dan gangguan pernapasan parah, disarankan segera mengakses ke layanan kesehatan.

Kontak Kemenkes terkait Covid-19

Pemerintah sendiri melalui Kemenkes telah menyediakan kontak hotline yang bisa dihubungi terkait dengan virus corona.

Informasi tersebut juga disampaikan melalui akun @KemenkesRI

Adapun hotline yang bisa dihubungi adalah 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.

(Tribunnewswiki.com/Ekarista/Ami Heppy, Kompas.com/Ihsanuddin)





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved