TRIBUNNEWSWIKI.COM - Korea Selatan menjadi satu diantara negara yang memiliki jumlah penderita Covid-19 terbanyak.
Bahkan kini virus corona mulai mewabah di negeri gingseng tersebut dan terus bertambah setiap harinya.
Seperti yang diberitakan oleh The Korea Timers, Minggu, (1/3/2020), kasus virus corona di Korea Selatan bertambah 376 penderita.
Angka tersebut menambah total kasus virus corona di Korea Selatan menjadi 3,526 penderita.
Hingga saat artikel ini diunggah, jumlah kematian yang dikonfirmasi oleh otoritas kesehatan Korea Selatan adalah sejumlah 17 jiwa.
Dari angka 376 tersebut, 333 kasus diantaranya menjangkit wakga Daegu yang berada sekitar 300 km dari Seoul.
26 kasus diantaranya menjangkit warga Provinsi Gyeongsang, Korea Selatan.
Sejumlah wilayah metropolitan dan kota besar di Korea Selatan juga telah melaporkan adanya beberapa kasus.
Diantaranya 1 kasus di Ibu Kota Negara Korea Selatan, Seoul dan 1 lagi kasus dari Busan.
Setelah status kewaspadaan akan virus corona di Korea Selatan ditingkatkan menjadi merah atau tinggi, beberpa kota di negara tersebut mulai diawasi ketat.
Otoritas setempat kini mulai berfokus untuk menghentikan penyebaran virus corona di pusat penyebaran awal virus corona di Korea Selatan.
Yaitu di wilayah Daegu, Provinsi Gyeongsang Utara, Korea Selatan.
Baca: Virus Corona (Coronavirus)
Baca: Warga Korea Selatan Nekat Bunuh Diri di Solo, Merasa Terpapar Corona, Hasil Pemeriksaan Negatif
Bayi berusia 25 hari dinyatakan positif virus corona
Satu diantara yang dinyaakan positif Covid-19 adalah seorang bayi berusia 45 hari.
Bayi tersebut kemudian menjadi penderita terinfeksi virus corona termuda di Korea Selatan.
Pihak otoritas kesehatan di Korea Selatan mengatakan bayi laki-laki yang disembunyikan identitasnya tersebut lahir pada 15 Januari 2020 lalu.
Berdasarkan keterangan otoritas setempat, bayi tersebut diduga tertular sang ayah yang dinyatakan terinfeksi virus corona pada Kamis, (27/2/2020) lalu.
Saat ini bayi dan sang ibu menjalani perawatan di kediaman mereka di Gyeongsan, Provinsi Gyeongsang Utara.
Perawatan di rumah dilakukan karena pihak dokter mengatakan kondisi kesehatan ibu dan bayi terpantau stabil.
Jika kesehatan sang ibu dan bayinya memburuk, paramedis akan segera memindahkan keduanya ke rumah sakit yang lebih besar untuk dilakukan perawatan lebih lanjut.
Wabah virus corona di Korea Selatan
Jumlah pasien terinfeksi corona semakin bertambah setiap harinya.
Dari data yang dirilis SCMP pada Minggu, (1/3/2020), kasus yang terkonfirmasi mencapai 86,529 penderita secara global.
Dari angka tersebut, total orang yang meninggal akibat Covid-19 mencapai 2.979 jiwa.
Meskipun demikian, angka kesembuhan juga terus meningkat yang kini mencapai 41.958 pasien dinyatakan telah pulih.
Sebanyak 61 negara telah mengkonfirmasi adanya temuan infeksi virus corona.
Di mana 5 urutan negara terbanyak dengan kasus Covid-19 adalah China, Korea Selatan, Italia, Iran dan Jepang.
Kondisi Korea Selatan pascawabah virus corona
Saat ini, hiruk pikuk Korea Selatan cukup menurun pascawabah virus corona melanda negeri gingseng tersebut.
Dilansir oleh Kompas.com, KCDC mengatakan, lebih dari 85 persen kasus virus corona di Korea Selatan terjadi di Daegu dan Provinsi Gyeongsang Utara
Di antara para penderita yang dinyatakan positif terkena virus, 80 persen dapat diobati karena memiliki gejala ringan.
Keterangan tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan Kim Gang-lip, dan menambahkan bahwa sisanya akan memerlukan perawatan lebih lanjut di rumah sakit.
Kini jalan-jalan di Daegu sebagian besar telah sepi selama berhari-hari, terlepas dari antrean panjang di beberapa toko yang menjual masker.
Pihak berwenang telah mendesak masyarakat untuk berhati-hati dan siapa saja yang menderita demam atau gejala pernapasan agar tinggal di rumah.
Meski begitu, pemerintah setempat mengatakan mereka tidak melakukan karantina di seluruh kota, seperti yang dilakukan di Wuhan, China.
Lonjakan jumlah kasus infeksi yang besar ini menyebabkan banyak acara dibatalkan atau ditunda.
Konser boyband BTS harus dibatalkan, sedangkan Kejuaraan Dunia Tenis Meja Tim diundur penyelenggaraannya.
Musim ajaran baru di sekolah juga diundur satu minggu secara nasional, sedangkan di Daegu diundur tiga minggu.
Tentara militer AS dan Korea Selatan turut terkena dampaknya.
Mereka harus menunda latihan bersama yang awalnya direncanakan beberapa hari ke depan.
Perusahaan manufaktur Hyundai juga menghentikan operasional di salah satu pabriknya di Ulsan, usai seorang karyawannya dinyatakan positif virus corona.
Baca: Paus Frasiskus Diisukan Terinfeksi Virus Corona, Vatikan Membantah : Tetap Pimpin Misa Pagi
Baca: Gara-gara Nama Virus Corona, Perusahaan Bir Terbesar di Dunia Ini Rugi Ratusan Juta Dolar AS
Baca: 136 Pasien Terkait Virus Corona di Indonesia dalam Pengawasan, Ternyata Negatif
(TRIBUNNEWSWIKI/Magi, KOMPAS/Aditya Jaya Iswara)