TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kabar terbaru korban meninggal dunia akibat virus corona Covid-19 mencapai 2.924 orang, sementara kasus yang terkonfirmasi mencapai 85,207.
Menurut data Worldometer Sabtu (29/02/2020) pukul 10.30 WIB, total orang yang meninggal akibat Covid-19 mencapai 2.924 jiwa.
Pertambahan jumlah kematian pasien virus corona dalam sehari sebayak 49 orang.
47 orang dari wilayah China, di mana virus ini berasal.
Sebagian besar kematian akibat Covid-19 berasal dari Kota Wuhan, provinsi Hubei, pusat wabah ini.
Pertambahan jumlah korban tewas dari virus Covid-19 Coronavirus tak hanya dari China, namun juga 1 orang di Korea Selatan.
Sebanyak 1.023 kasus baru virus corona tercatat pada Sabtu (29/02/2020).
Baca: Total 136 Orang Pasien dalam Pengawasan Virus Corona di Indonesia, Tersebar di 22 Provinsi
428 kasus baru coronavirus ada di China, tetapi yang terbesar di luar China yakni di Korea Selatan mencapai 594 kasus.
Yang mencengangkan adalah penyebaran virus yang begitu cepat di wilayah Korea Selatan dan Italia.
Hingga saat ini total kasus Covid-19 yang terkonfirmasi di Korea Selatan mencapai 2.931, dengan pertambahan kasus mencapai 594 dalam sehari.
Kasus coronavirus yang membawa dampak kematian dilaporkan mencapai 17 dari Korea Selatan.
Negara lain yang juga terkena dampak signifikan dari penyebaran Covid-19 yang begitu cepat yakni Italia.
Dilaporkan ada 889 kasus Covid-19 yang terkonfirmasi di negara tersebut.
Sementara jumlah total kematian akibat coronavirus mencapai 21 dan jumlah ini merupakan yang tertinggi di benua Eropa.
Baca: Viral Perempuan asal Indonesia Positif Terkena Virus Corona, Nekat Main Tik Tok di Rumah Sakit
Di Iran ada 388 kasus yang terkonfirmasi dan 34 orang di antaranya meninggal dunia.
Jepang menjadi negara berikutnya dengan jumlah kasus Covid-19 yang telah terkonfirmasi sebanyak 234 kasus dan kematian 5 orang.
Hingga kini Indonesia belum melaporkan satu pun kasus virus corona.
Sementara 39.487 orang telah dinyatakan sembuh dari virus corona namun masih ada 7.816 orang yang masih dinyatakan kritis atau sakit parah.
Sementara itu 705 penumpang kapal Diamond Princess dinyatakan positif tertular wabah mematikan ini, enam di antaranya dilaporkan meninggal dunia.
10 orang awak kapal tersebut telah sembuh, namun 36 dalam keadaaan parah atau kritis.
Baca: Virus Corona Menggila, Beberapa Negara Hentikan Kompetisi Sepak bola
136 Orang Suspect Corona Covid-19 di Indonesia dalam Pengawasan
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan mengeluarkan data pengawasan virus corona di Indonesia.
Hingga saat ini Indonesia masih mengklaim bahwa belum ada pasien positif virus corona di Indonesia.
Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan telah ditemukan 136 orang pasien dalam pengawasan virus corona.
Pasien dalam pengawasan tertinggi sebanyak 35 orang ada di Jakarta.
Baca: Viral Perempuan asal Indonesia Positif Terkena Virus Corona, Nekat Main Tik Tok di Rumah Sakit
Sementara untuk di Kepri sebanyak 11 orang pengawasan negatif corona hasil dari observasi.
Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan pasien dalam pengawasan novel corona virus per 27 Februari 2020.
Sebelumnya, pasien dalam pengawasan ini tersebar di 44 rumah sakit yang ada di 22 Provinsi di Indonesia.
Diantaranya DKI Jakarta 35 orang, Bali 21 orang, Jateng 13 Orang, Kepri 11 orang, Jabar 9 orang, Jatim 10 orang, Banten 5 oang, Sulut 6 orang, Jogya 6 orang, Kaltim 3 orang, Sulsel 2 orang, Jambi 1 orang, Papua Barat 1 orang, NTB 2 orang, Bengkulu1 orang, Kalbar 1 orang, Kalteng 1 orang, Sultra 1 orang, Maluku 1 Orang, Sumbar 1 orang, Babel 1 orang, Sumsel 2 orang.
Berdasarkan hasil observasi menyatakan pasien negatif virus corona.
Diketahui, pasien dalam pengawasan ini memiliki gejala dan riwayat tertentu.
Seperti demam tinggi dan suhu badan mencapai 38 derajat.
Selain itu, pasien dalam pengawasan ini berada dalam kondisi batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan.
Baca: Update Krisis Corona di Italia, Satu Pesepak Bola Klub Serie C Positif Tertular
Pneumonia ringan hingga berat berdasarkan gejala klinis dan gambaran radiologis.
Pasien dalam pengawasan ini juga diperiksa terkait riwayat perjalanan ke China atau wilayah negara yang terjangkit dalam waktu 14 hari sebelum gejala timbul.
Serta memiliki riwayat kontak, bekerja, dan mengunjungi fasilitas kesehatan yang berhubungan dengan pasien positif virus corona atau wilayah negara yang terjangkit.
Kemenkes Klaim Belum Menyebar di Indonesia
Dikutip dari Kompas.com, Kementerian Kesehatan mengklaim bahwa virus corona masih belum menyebar di Indonesia.
Hal itu ditegaskan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Achmad Yurianto.
Baca: Arab Saudi Stop Visa Umrah dan Turis, Jamaah Indonesia Terlantar di Bandara Soekarno-Hatta
"Penderita yang terkena virus corona di Indonesia sampai detik ini masih belum ada," kata Yurianto saat dihubungi Kompas.com, Rabu (29/1/2020).
Namun, Kementerian Kesehatan terus mengupayakan pencegahan penyebaran virus corona.
Pihaknya menyebutkan telah menyiapkan sejumlah tim di semua pintu masuk ke Indonesia.
Selain itu, Kementerian Kesehatan terus mengedukasi masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
"Kami telah berkoordinasi dengan pihak bandara serta maskapai," jelasnya. Sejumlah pencegahan yang dilakukan Kemenkes di antaranya menggunakan thermal scan, termasuk juga pemeriksaan penumpang yang sakit (sakit apa pun).
Selain itu, juga penyuluhan kesehatan, termasuk menerima konsultasi penumpang terkait kewaspadaan mengenai virus corona.
"Pesawat yang datang dari China wajib menyampaikan informasi tentang virus corona. Pilot juga wajib melapor ke ATC negara tujuan jika ada pasien yang sakit," jelas dia.
(TRIBUNNEWSWIKI/Ekarista/Afitria/Kompas.com)