Pasien Suspect Virus Corona Meninggal, Jenazahnya Dibungkus Plastik, Kemenkes: Bukan Covid-19

Seorang pasien suspect (terduga) terpapar virus corona meninggal dunia setelah beberapa hari mendapat perawatan medis di RS Kariadi Semarang


zoom-inlihat foto
petugas-kesehatan-corona-vy3.jpg
AFP
Petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung ikut serta dalam latihan dalam menangani pasien Covid-19, di Rumah Sakit Sanglah di Denpasar, Bali, pada 12 Februari 2020.


Seorang pasien suspect (terduga) terpapar virus corona meninggal dunia setelah beberapa hari mendapat perawatan medis di RS Kariadi Semarang

Seseorang yang mengalami bronkopneumonia akan mengalami peradangan di saluran napas dan gangguan dalam bernapas, sehingga tidak bisa mengambil oksigen dan tidak bisa mengeluarkan karbondioksida.

Lebih lanjut, Fathur menjelaskan dalam proses pemakaman jenazah pasien dilakukan kewaspadaan isolasi yang cukup ketat. Mengingat pasien yang meninggal merupakan kategori pengawasan total.

"Harapannya keselamatan baik tenaga kesehatan, keluarga ataupun tetangga bisa berjalan dengan aman," katanya.

Sehari setelah dimakamkan hasil laboratorium dari Litbangkes baru menyatakan bahwa pasien berjenis kelamin laki-laki itu negatif virus corona.

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Kariadi Semarang Agoes Oerip Poerwoko mengatakan proses pemakaman pasien yang meninggal sudah ditangani sesuai prosedur pencegahan virus corona.

"Pada saat memandikan jenazah pasien, petugas memakai alat pelindung diri dari baju, masker, kacamata, topi sesuai prosedur. Area jalan ke kamar mayat juga kita bebaskan. Lalu jenazahnya diberi penutup terbungkus plastik untuk memastikan agar tak menular ke keluarganya," kata Agoes, Rabu (26/2/2020).

Update Virus Corona

Virus corona diketahui berasal dari Kota Wuhan, China dan sudah menyebar ke 33 negara di seluruh dunia.

Sejak awal kemunculan virus tersebut, hingga 28 Februari 2020, diketahui telah ada 2.858 orang harus kehilangan nyawanya.

Sementara pasien sembuh mencapai 36.436 orang dari total 83.266 kasus, dilansir SCMP, Jumat (28/2/2020).

Baca: Setelah Iraj Harirchi, Kini Wakil Presiden Iran, Masoumeh Ebtekar Disebut Terinfeksi Virus Corona

WHO telah mengumumkan nama resmi dari wabah yang datang dari virus corona, yaitu Covid-19.

“Kami sekarang memiliki nama untuk penyakit ini dan itu Covid-19,” ucap ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada wartawan di Jenewa dikutip TribunnewsWiki dari BBC.

Seorang pria bersepeda melewati bis kota (belakang L) untuk mengantarkan batch pertama penumpang yang turun dari kapal pesiar Diamond Princess - dalam karantina karena kekhawatiran akan virus corona COVID-19 yang baru - di Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama pada bulan Februari 19, 2020. Penumpang yang lega mulai meninggalkan kapal pesiar yang terkena virus corona di Jepang pada 19 Februari setelah dites negatif untuk penyakit yang kini telah merenggut lebih dari 2.000 jiwa di China.
TRIBALLEAU CHARLY / AFP
Seorang pria bersepeda melewati bis kota (belakang L) untuk mengantarkan batch pertama penumpang yang turun dari kapal pesiar Diamond Princess - dalam karantina karena kekhawatiran akan virus corona COVID-19 yang baru - di Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama pada bulan Februari 19, 2020. Penumpang yang lega mulai meninggalkan kapal pesiar yang terkena virus corona di Jepang pada 19 Februari setelah dites negatif untuk penyakit yang kini telah merenggut lebih dari 2.000 jiwa di China. TRIBALLEAU CHARLY / AFP (TRIBALLEAU CHARLY / AFP)

Sementara pihak China sendiri sampai berita ini dibuat masih terus berupaya mengatasi wabah yang menjadi sorotan dunia.

Sebagian besar kematian terbaru berasal dari Kota Wuhan, provinsi Hubei, pusat wabah ini.

Pertambahan jumlah korban tewas dari virus Covid-19 Coronavirus tak hanya dari China, namun juga 2 orang dari awak kapal pesiar Diamond Princess.

 

(Tribunnewswiki.com/Ekarista/Kompas.com)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved