TRIBUNNEWSWIKI.COM – Wakil Menteri Kesehatan Iran dinyatakan positif mengidap virus corona.
Hal itu dibuktikan dengan hasil tes yang positif.
Dikutip dari Aljazeera, Iraj Harirchi menunjukan gejala-gejala virus corona.
Iraj Harirchi menyadari ia mengalami gejala virus corona saat konferensi pers bersama juru bicara pemerintah Ali Rabiei.
Lalu ia mengunggah sebuah video di media sosial pada hari Selasa (25/2/2020), mengakui dia telah terjangkit virus itu, yang tampaknya terus berkembang di beberapa bagian Iran.
Awalnya Iraj Harirchi berdiri di podium selama konferensi pers pada hari Senin untuk memberi pengarahan kepada media tentang keadaan wabah saat ini di negara Timur Tengah.
Ia sesekali batuk dan tampak berkeringat saat konferensi pers di Teheran dengan juru bicara pemerintah Ali Rabiei.
Baca: Fakta-fakta Tentang 6 Anak yang Kedua Orang Tuanya Meninggal di Hari yang Sama, Begini Kondisinya
Pada satu titik, Harirchi mulai memperhatikan dirinya berkeringat, dan tampak terkejut.
Dia kemudian mengambil saputangan dan mulai mengusap dahinya ketika Ali Rabiei, menteri koperasi, buruh dan kesejahteraan sosial, terus berbicara di sebelahnya.
Konferensi pers diselenggarakan untuk menghilangkan gagasan bahwa Iran telah berbohong tentang skala wabah.
Para pejabat menolak klaim bahwa korban tewas jauh lebih tinggi dari yang dilaporkan dan berusaha mengecilkan bahaya wabah.
Sampai hari Selasa, para pejabat Iran mengatakan ada 95 kasus yang dikonfirmasi dan 15 kematian.
Dalam sebuah video yang disiarkan oleh FARS News Agency, Wakil Menteri Kesehatan Iran itu memasang wajah berani ketika dia mengakui dirinya terinfeksi.
"Saya juga telah terinfeksi virus corona," kata Harirchi dalam video tersebut.
"Saya mengalami demam pada tadi malam dan tes pendahuluan saya positif sekitar tengah malam," katanya.
Baca: Ayah Jessica Iskandar Jadi Korban Tabrak Lari , Alami Patah Tulang Hingga Kesulitan Bernapas
Ia menjelaskan, mulai sejak itu dia mengisolasi dirinya sendiri.
"Sejak itu aku sudah mengisolasikan diriku di suatu tempat.
Beberapa menit yang lalu, aku diberi tahu bahwa tes akhirku sudah final, dan sekarang aku mulai minum obat." ujar Harirchi.
Tak hanya itu, ia mengalami gejala virus corona seperti lelah, dan demam yang naik turun.
“Secara umum, saya merasa baik-baik saja.
Saya hanya merasa sedikit lelah, saya demam, dan akan turun.” ungkapnya.
Dalam video pendek tersebut, Harirchi mengatakan bahwa ‘mungkun banyak yang terinfeksi’.
“Banyak yang mungkin terinfeksi, tetapi kami memiliki obat yang cukup efektif, jaga dirimu.
Jaga perawat dan dokter yang bekerja dengan gagah berani. ” pungkasnya.
Seorang anggota parlemen Iran yang mewakili Teheran juga dinyatakan positif.
"Tes korona saya positif ...
Saya tidak memiliki banyak harapan untuk melanjutkan kehidupan di dunia ini," tulis Mahmoud Sadeghi di Twitter.
Dalam pesan yang sama, ia meminta kepala peradilan Iran untuk membebaskan tahanan politik.
Hal ini untuk mencegah mereka dari infeksi dan untuk memungkinkan mereka menghabiskan waktu wabah dengan keluarga mereka.
Dikutip dari The Guardian, Iran telah menjadi titik fokus regional dari kekhawatiran mengenai virus corona.
Negara-negara tetangga sbagian besar telah menutup perbatasan mereka dan menangguhkan rute ziarah.
Sekolah dan universitas di banyak bagian negara telah ditutup.
Empat kasus baru diduga telah didiagnosis di kota Kirkuk, Irak, pada hari Selasa.
Jika dikonfirmasi, akan dibutuhkan penghitungan nasional untuk lima kasus, jumlah yang secara luas diperkirakan akan meningkat, mungkin secara substansial, dalam beberapa hari mendatang.
Baca: Sumbangkan Uang Penghargaan karena Selamatkan Siswa SMPN 1 Turi, Mbah Diro: Niat Saya Hanya Menolong
Afghanistan, Bahrain, Kuwait dan Oman juga melaporkan kasus virus corona baru pertama mereka, semuanya pada orang yang pernah ke Iran.
Sementara itu, Turki mengalihkan sebuah pesawat dari Teheran, yang telah ditakdirkan ke Istanbul, ke ibukotanya, Ankara, setelah 17 penumpang dilaporkan memiliki suhu lebih tinggi dari rata-rata.
(Tribunnewswiki.com/Saradita Oktaviani)