TRIBUNNEWSWIKI.COM - Nama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, digadang-gadang sebagai satu di antara calon kuat yang akan bertarung pada kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Diberitakan Tribunnews.com, survei Median menunjukkan elektabilitas Anies Baswedan hanya kalah dari sosok Prabowo Subianto.
Anies Mengantongi 15,8 persen, sementaar Menteri Pertahanan Prabowo 18,8 persen.
Tiga nama di bawah keduanya, antara lain, Sandiaga Uno (9,6 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (8,3 persen), dan Ridwan Kamil (5,7 persen).
Namun ada yang menarik terkait tingginya elektabilitas Anies Baswedan.
Direktur Eksekutif Median Rico Marbun mengatakan responden yang memilih Anies Baswedan bukan karena faktor kinerja.
Baca: Gibran Dianggap Curi Start Kampanye dengan Blusukan, Ketua KPU Solo: KPU Tidak Bisa Melarang
Baca: Inilah 4 Anggota Keluarga Jokowi yang Akan Maju di Pilkada 2020: Ada Gibran Rakabuming dan Bobby
Responden pemilih Anies lebih pada pertimbangan religius, dan sosok yang dekat dengan ulama serta gerakan 212.
Berdasarkan pemetaan hasil survei, ada tiga alasan publik memilih Anies Baswedan.
Diantaranya religius dan dekat dengan ulama (15,1 persen), cerdas dan pintar (11,3 persen), serta dianggap punya tutur kata bagus (8,8 persen).
"Jadi faktor itu agak kuat menempel di Anies Baswedan," kata Rico dalam acara rilis survei nasional di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2020).
Sementara mantan partnernya di DKI, Sandiaga Uno dipilih karena alasan cerdas dan pintar (14 persen), peduli dan dermawan (8,7 persen), pengusaha (8,7 persen), serta muda (5,8 persen) dan ganteng (5,2 persen).
Sedangkan alasan responden memilih Prabowo Subianto dilatarbelakangi alasan punya ketegasan (34 persen), berwibawa (12,1 persen), berani (4,4 persen) dan dianggap mampu memimpin (4,4 persen).
Sebagai informasi, survei ini dilakukan pada rentang pekan I - II Februari 2020, dengan melibatkan 1.200 responden, dimana populasi survei adalah seluruh warga yang memiliki hak pilih dan tersebar di 34 provinsi.
Metode yang digunakan adalah teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender.
Adapun survei ini punya margin of error (moe) sebesar 2,8 persen di tingkat kepercayaan 95 persen. Quality control dilakukan terhadap 20 persen sampel yang ada.
Demografi responden ada di tingkat desa 51,9 persen dan kota 48,1 persen. Responden beragama islam 88,4 persen, katolik 2,6 persen, protestan 7,3 persen, dan hindu 1,7 persen.
Baca: Hadiri Reuni Akbar 212, Anies Baswedan Disambut Meriah dan Dapat Sambutan Gubernur Indonesia
Baca: Anies Baswedan Posting #WajahBaruJakarta, Yunarto Wijaya Beri Komentar Pedas: Makan Tuh Jakarta Baru
Survei Versi Indo Barometer
Anies menjadi daftar kandidat kuat bukan hanya dalam survei Median.
Dalam survei yang dilakukan Indo Barometer, elektabilitas Anies Baswedan juga hanya terkalahkan oleh Prabowo Subianto.
Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari saat pemaparan hasil Survei Nasional 'Mencari Pemimpin: Road to Capres dan Parpol 2024' di Hotel Century Park, Jakarta, Minggu (23/2/2020).
Diberitakan Tribunnews.com, Qodari mengatakan dalam pertanyaan tertutup sebanyak 22,5 persen publik mengaku akan memilih Prabowo Subianto pada pemilihan presiden 2024.
Dalam pertanyaan itu, nama Jokowi sudah tidak disertakan lagi.
Hal itu karena Jokowi sudah menjabat dua kali periode, tidak bisa mendaftar lagi sebagai capres.
"Dari pertanyaan tertutup terhadap 22 nama calon presiden, Prabowo Subianto unggul dengan presentase 22,5 persen," kata Qodari, dikutip oleh Tribunnews.com.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menempati posisi kedua dengan persentase 14,3 persen.
Posisi ketiga ada nama Sandiaga Uno, 8,1 persen.
Peringkat keempat dan kelima ditempati Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Keduanya masing-masing memperoleh persentase 7,7 persen dan 6,8 persen.
Sementara itu, politisi muda Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menempati posisi keenam dengan persentase 5,7 persen.
Survei nasional ini dilaksanakan pada 9 sampai 15 Januari 2020.
Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan 1200 responden.
Margin of error sebesar ± 2.83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka dengan responden menggunakan kuesioner.
Responden survei adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah saat survei dilakukan.
Baca: Megawati Singgung Soal Anak yang Dipaksa Ikut Pilkada, Gibran: Saya Tidak Dipaksa, Keinginan Sendiri
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin) (Tribunnews.com)