TRIBUNNEWSWIKI.COM - Virus corona yang masih menjadi momok dunia kesehatan dewasa ini.
Data yang diperoleh dari Worldometers.info , wabah virus corona telah merenggut nyawa 1.776 orang dengan total kasus 71,335 orang terinfeksi pada Senin (17/02/20).
Virus corona ini diketahui pertama kali muncul di kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, dan mulai menyebar ke berbagai negara.
Negara tetangga Indonesia pun menjadi juga menjadi korban penyebaran virus tersebut.
Malaysia, Singapura, Australia, Filipina , Kamboja, dan Thailand telah menjadi korban keganasan virus corona.
Baca: Pasien Sembuh Virus Corona Tembus Angka 10.610, China Terus Berjuang Lawan Virus Corona
Baca: 22 Hari Hilang di Tengah Wabah Corona dan Penembakan Pejabat Korea Utara, Kim Jong Un Kembali Muncul
Namun bagian menariknya, Indonesia masih absen dan menyatakan diri jika belum ada kasus terkait virus ganas tersebut.
Hal ini tentu menuai perhatian banyak pihak, seperti peneliti dari Harvard serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Setelah kekhawatiran WHO, kini asli kesehatan Australia ikut mempertanyakan klaim Indonesia terkait tidak adanya warga negara Indonesia yang terinfeksi virus corona.
Dikutip dari SBS, ahli penyakit menular dari Australia National University (ANU) Profesor Sanjaya Senanayake mengatakan jika Indonesia kemungkinan sudah tercemar virus corona namun tidak terdeteksi.
Terlebih kebiasaan orang Indonesia yang lebih memilih berdiam di rumah ketika sakit daripada harus ke rumah sakit.
"Mungkin itu masalahnya, mereka tidak mendeteksi virus Corona," kata Senanayake.
Ia menuturkan, semua tergantung pada kemampuan layanan kesehatan.
"Ini tergantung dengan kemampuan layanan kesehatan untuk menyaring dan mendeteksi." lanjutnya.
Di sisi lain, Chief Medical Officer Australia Brendan Murphy mengaku sangat heran karena tak ada satupun warga negara Indonesia yang dilaporkan terinfeksi virus corona.
"Seharusnya ada alasan untuk khawatir, mungkin ada kasus yang tak terdeteksi," ujar Brendan.
Ahli Pengendalian Penyakit Menular dari Universitas Sydney Adam Kamradt-Scott mengingatkan jika wabah ini bisa saja masuk dan meningkat melalui para turis.
Terlebih lalu lintas antara negeri tirai bambu dan Indonesia ini sangat tinggi.
"Mengingat tingginya tingkat perjalanan China dan Indonesia, ada kemungkinan ada kasus yang tak terdeteksi," tegasnya.
Mendengar hal tersebut, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto membantah berbagai tundingan terkait Indonesia yang tidak bisa mendeteksi virus corona.
Hal ini lantaran pemeriksaan yang dilakukan Indonesia telah berstandar Internasional.
"Kita kemarin di-fixed-kan dengan Duta Besar Amerika Serikat (AS). Kita menggunakan kit-nya (alat) dari AS, kit boleh gunakan darimana kita gunakan dari Amerika. Intinya apa yang sudah kita kerjakan sudah ber-standar internasional," Ujar Menkes Terawan di Kantor TNP2K, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Bahkan Terawan mempersilahkan kepada para peneliti yang tak percaya untuk memeriksa laboratorium dan proses pemeriksaannya.
Cara membedakan sakit karena virus corona, influenza, atau pilek biasa
Berikut penjelasan perbedaan ketiganya dikutip dari laman World of Buzz:
1. Pilek
Pilek umumnya terjadi karena infeksi pada hidung dan tenggorokan yang tidak berbahaya.
Biasanya gejala yang timbul adalah hidung tersumbat, sakit tenggorokan, batuk, sedikit sakit pada tubuh, dan sakit kepala ringan, biasanya juga disertai bersin dan demam.
Setelah beberapa hari maka akan keluar ingus.
Saat ingus sudah berwarna hijau dan kuning biasanya pilek akan segera sembuh.
Kurang lebih pilek akan sembuh dalam waktu tujuh hari.
2. Influenza
Influenza bukan lah penyakit yang biasa, bahkan bisa menyerang secara tiba-tiba.
Influenza ini berbeda dengan pilek.
Influenza jauh lebih berbahaya dan bahkan dapat menyebabkan kematian.
Gejala yang mungkin timbul adalah demam tinggi hingga 40 derajat celcius.
Menggigil, batuk, kelelahan, sakit tenggorokan, mual, muntah, diare, sulit bernapas, sakit kepala, mata kering, hingga ruam.
Jadi jika tanda-tanda itu muncul ada baiknya untuk segera pergi ke dokter.
3. Virus Corona
Gejala infeksi virus corona ini termasuk gejala pernapasan yang umum.
Seperti demam, batuk kering, sesak napas dan kesulitan bernapas.
Hanya saja pada kasus ini jauh lebih parah dan infeksi dapat menjadi lebih buruk terjadi pneumonia, sindrom pernapasan akut yang parah, gagal ginjal, bahkan kematian.
Jika baru saja kembali dari Tiongkok, pantau kesehatan Anda selama 14 hari.
Pergilah ke dokter saat melihat gejala-gejala yang ada.
(Intisari/Muflika Nur Fuaddah)(Tribunnewswiki.com/Ika W)