Jadi Kenyataan, Bayar SPP Kini Bisa Pakai GoPay, Bagaimana Mekanismenya? Ini Penjelasannya

Aplikasi Gojek akhirnya benar-benar dapat digunakan orangtua untuk melakukan pembayaran SPP atau kegiatan terkait pendidikan lain


zoom-inlihat foto
ilustrasi-gopay-2.jpg
KOMPAS.com/Reska K. Nistanto
Ilustrasi GoPay


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sempat jadi bahan candaan, kini bayar SPP dengan opsi GoPay jadi kenyataan.

Saat Presiden Joko Widodo menunjuk CEO Gojek Nadiem Makarim menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, banyak beredar spekulasi sekaligus candaan netizen soal aplikasi Gojek yang "Goes To School" atau ikut masuk ke sekolah.

Kini, candaan itu berbuah kenyataan.

Aplikasi Gojek akhirnya benar-benar dapat digunakan orangtua untuk melakukan pembayaran SPP atau kegiatan terkait pendidikan lain.

"Para orangtua dan wali murid kini dapat membayar SPP (sumbangan pembinaan pendidikan) dan biaya pendidikan lain seperti buku, seragam, dan kegiatan ekstrakurikuler dengan GoPay.

Pembayaran dapat dilakukan melalui aplikasi Gojek di fitur GoBills," ujar Elsa Hestriana, Tim Komunikasi GoPay melalui rilis resmi, dikutip dari Kompas.com (17/2/2020).

Elsa menjelaskan saat ini sudah ada sekitar 180 lembaga pendidikan seperti pesantren, madrasah, sekolah dan tempat kursus di Indonesia telah terdaftar di GoBills.

Fitur baru "GoBills Schools"

Fitur baru ini dapat ditemui oleh pelanggan Gojek melalui fasilitas Payments (Pembayaran), pilih fitur "GoBills", kemudian terdapat pilihan "Schools" (sekolah) dengan penanda penanda "New" di sudut kiri atas sebagai petunjuk fitur layanan baru.

Saat masuk di dalamnya, pelanggan dihadapkan pada pilihan beberapa lembaga pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMA, SMK, Pesantren, Universitas, Akademi hingga Yayasan Pendidikan sesuai dengan tujuan pembayaran yang diinginkan.

"Layanan terbaru ini membebaskan orangtua dan wali murid untuk membayar pendidikan anak di mana saja dan kapan saja tanpa harus hadir ke sekolah," jelas Arno Tse, Senior Vice President Sales GoPay, melalui rilis resmi.

Fitur Baru GoBills Schools
Fitur Baru GoBills Schools

Ia berharap melalui fitur ini dapat membantu orangtua yang sibuk dengan pekerjaan dalam mengurusi soal adminstrasi pembayaran pendidikan.

"Orangtua yang sibuk dapat fokus dengan kepentingan lain seperti pekerjaan tanpa khawatir akan melewatkan tenggat pembayaranm,” tegas Arno Tse.

Lebih jauh Arno menambahkan, tidak hanya membantu orangtua, fitur layanan baru ini diharapkan juga akan memudahkan lembaga pendidikan dalam pelaporan dan keamanan transaksi keuangan.

Bangun ekosistem pembayaran pendidikan

“Selain memudahkan para orang tua, lembaga pendidikan yang tergabung juga ikut merasakan manfaat transaksi digital, di antaranya penerimaan iuran yang jelas dan pencatatan transaksi yang lebih rapi dan teratur," lanjutnya.

Arno berharap pihaknya dapat menjangkau lebih banyak lagi lembaga pendidikan di seluruh Indonesia untuk menerapkan pembayaran digital.

Di bidang pendidikan, GoPay telah membantu madrasah dan juga beberapa universitas untuk mengimplementasikan QRIS.

QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) merupakan standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia untuk mempermudah, mempercepat proses transaksi dengan tetap terjaga keamanannya.

Di awal tahun 2019, GoPay juga telah menjadi uang elektronik pertama yang membangun ekosistem non-tunai dengan 50 SMK di Jakarta Utara.

Pendiri Gojek Nadiem Makarim telah menyatakan mundur dari jabatannya sebagai CEO Gojek.

Pernyataan ini Nadiem sampaikan seusai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) sehubungan pengumuman jajaran Kabinet Kerja Jilid 2, Senin (21/10/2019).

"Posisi saya di Gojek sudah mundur dan tidak ada kewenangan sama sekali.

Tidak ada kekuasaan apa pun di dalam Gojek," jelas Nadiem kala itu.

Dulu Cuma Meme, Sekarang Bayar SPP Pakai GoPay Jadi Kenyataan

Gojek mengumumkan layanan baru untuk mempermudah pembayaran biaya pendidikan.

Orang tua dan wali murid sekolah swasta kini bisa membayar SPP dan biaya pendidikan lain seperti buku, seragam, dan kegiatan ekstrakulikuler dengan GoPay. Pembayarannya bisa dilakukan melalui fitur GoBills.

"Layanan terbaru ini membebaskan orang tua dan wali murid untuk membayar pendidikan anak dimana saja dan kapan saja tanpa harus hadir ke sekolah," jelas Arno Tse, Senior Vice President Sales GoPay dalam keterangan resmi, dikutip dari  KompasTekno.

Menurut Arno, dengan membayar SPP melalui GoPay, orang tua yang sibuk bekerja bisa fokus dengan kepentingan lain tanpa khawatir akan melewatkan tenggat pembayaran.

Gojek mengatakan saat ini sudah ada 180 lembaga pendidikan, seperti pesantren, madrasah, sekolah, dan tempat kursus di Indonesia yang telah terdaftar di GoBills.

Mekanisme pembayaran SPP pun serupa dengan membayar tagihan lain lewat GoBills.

Pertama, buka aplikasi Gojek, lalu pilih menu "lainnya".

Kemudian gulirkan ke bawah hingga menemukan menu "Sekolah", lalu pilih instansi pendidikan yang dimaksud.

Kemudian, masukan Nomor Induk Siswa (NIS) atau Nomor Induk Mahasiswa (NIM).

Masukan nominal tagihan SPP yang akan dibayarkan dengan benar.

Pastikan pula saldo GoPay tetap cukup untuk membayar tagihan.

Kemudian, masukan PIN rahasia untuk melanjutkan transaksi pembayaran.

Nantinya, akan muncul notifikasi apabila pembayaran berhasil dilakukan.

"Selain memudahkan para orang tua, lembaga pendidikan yang tergabung juga ikut merasakan manfaat transaksi digital, di antaranya penerimaan iuran yang jelas dan pencatatan transaksi yang lebih rapi dan teratur," jelas Arno.

Ia berharap akan lebih banyak lembaga pendidikan di Indonesia yang akan menerapkan pembayaran digital.

Selain pembayaran SPP, GoBills juga bisa digunakan untuk membayar berbagai jenis layanan, mulai dari listrik, air, pulsa, BPJS Kesehatan, internet, TV kabel, asuransi, pajak, hingga zakat.

Di bidang pendidikan, GoPay telah membantu Madrasah Miftahul Akhlaqiyah di Ngaliyan di Semarang, Universitas Tarumanegara dan Universitas Bunda Mulia untuk implementasi QRIS.

Di awal tahun 2019, GoPay juga telah menjadi uang elektronik pertama yang membangun ekosistem non-tunai dengan 50 SMK di Jakarta Utara.

Pernah jadi gurauan

Jauh-jauh hari sebelumnya, ide ini sudah lama ramai menjadi bahan meme dan candaan warganet.

Terutama saat eks bos Gojek, Nadiem Makarim ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Siapa sangka, gurauan tersebut benar-benar terwujud.

Nadiem memang telah mundur dari jabatan CEO Gojek dan digantikan oleh Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo.

Itu artinya, ia tidak lagi membuat keputusan strategis di startup yang ia dirikan.

Namun, Nadim diketahui memegang saham seri D, E, dan I.

Hal itu diketahui dari Data Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU) per Oktober 2018.

Total saham yang dimiliki Nadiem adalah 58.416 lembar saham.

Jumlah itu setara 4,81 persen dari modal ditempatkan GoJek, yakni sebanyak 1,21 juta saham. Selebihnya dimiliki pemegang saham lain.

(Tribunnewswiki.com/Putradii Pamungkas, Kompas.com/Yohanes Enggar Harususilo/Wahyunanda Kusuma Pertiwi)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Red CobeX (2010)

    Red CobeX adalah sebuah film komedi Indonesia yang
  • Film - Utusan Iblis (2025)

    Utusan Iblis adalah sebuah film horor Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved