Kopi Kintamani

Kopi Bali Kintamani adalah biji kopi yang dihasilkan dari tanaman kopi arabika yang ditanam di dataran tinggi Kintamani dengan ketinggian di atas 900 mdpl.


zoom-inlihat foto
kintamani.jpg
kopifactory.com
Kopi Bali Kintamani produksi Kopi Factory

Kopi Bali Kintamani adalah biji kopi yang dihasilkan dari tanaman kopi arabika yang ditanam di dataran tinggi Kintamani dengan ketinggian di atas 900 mdpl.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Kopi Bali Kintamani adalah biji kopi yang dihasilkan dari tanaman kopi arabika yang ditanam di dataran tinggi Kintamani dengan ketinggian di atas 900 mdpl.

Dataran tinggi tersebut tepatnya berada di Desa Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.

Kawasan Kintamani berada di lereng Gunung Berapi Batur dengan jenis tanah entisel dan inceptisol (regusol).

Kawasan ini memiliki udara yang dingin dengan curah hujan yang tinggi selama 6 hingga 7 bulan.

Tanaman kopi arabika terbentuk dari beberapa varietas yang terseleksi, ditanam di bawah pohon Penaung dan dikombinasikan dengan tanaman lain, dikelola dengan baik dan diberi pupuk organic.

Kopi Bali Kintamani menjadi salah satu dari tiga kopi Indonesia yang mendapat sertifikat Indikasi Geografis Unik, yang lebih dikenal dengan nama Indikasi Geografis.

Tidak hanya itu, kopi Kintamani memiliki Sertifikat Hak Atas Kekayaan Intelektual dengan Indikasi Geografis.

Artinya Kopi Kintamani adalah yang pertama mendapatkan sertifikat HAKI dengan Indikasi Geografis.

Kopi Kintamani memiliki keunggulan yang diakui konsumen mancanegara, di antaranya citarasa yang khas, tahan hama penyakit, berbuah lebat serta produktivitas tinggi. (1)

Baca: Kopi Gayo

Baca: Kopi Temanggung

  • Proses Penanaman


Selain menerapkan proses penanaman pohon kopi menggunakan pupuk organik, petani kopi di Kintamani juga menerapkan subak.

Subak merupakan sistem pengairan secara turun temurun yang dilakukan di Bali untuk mengairi sawah atau perkebunan.

Proses pengairan menggunakan sistem subak ini terbukti mampu memperbaiki kualitas tanah dan meningkatkan produksi.

Hal tersebut tidak terlepas dari kesepakatan para petani untuk tidak menggunakan bahan kimia berupa pupuk atau pestisida yang berbahan kimia.

Selain itu di Kintamani, para petani kopi Kintamani juga memiliki kesepakatan atau aturan bahwa petani kopi dilarang memanen kopi yang tidak berwarna merah.

Karena kopi yang berwarna merah merupakan kualitas kopi yang bagus.

Apabila terdapat anggota petani kopi Kintamani yang melanggarnya akan mendapat sanksi adat.

Para petani di Bali memang memegang prinsip Tri Hita Karana yang merupakan sebuah filosofi yang berpusat pada usaha untuk menjaga perdamaian dan ketenangan antar manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungannya. (2)

Baca: Bagi Penikmat Kopi, Berikut 4 Hal yang Harus Dilakukan Untuk Mengkonsumsi Kopi Supaya Sehat

Baca: Hari Kopi Internasional

  • Karakteristik


Karakter rasa kopi Kintamani jauh lebih kompleks dan dapat berubah-ubah, salah satu faktor penyebabnya adalah cuaca.

Karakteristik Kopi Kintamani Bali telah diteliti secara mendalam sejak 2003.

Penelitian tersebut mencakup biji kopi serta cita rasa dari kopi Kintamani.

Pada tahun 2003-2004 dan 2006 telah diambil ratusan sample yang dianalisis oleh para ahli kopi di-PPKKI (Jember) dan cirad (Montpelllier, Prancis).

Penelitian ini menghasilkan data-data yang konsisten berkenaan dengan ukuran biji kopi dan cita rasanya.

Pengambilan sampel kopi telah dilakukan pada tahun 2003 (100 sample), tahun 2004 (66 sample), dan tahun 2006 (38 sample).

Pada derajat sangrai sedang (medium roast) Kopi Kintamani menunjukkan hasil sangrai yang homogen, serta aroma kopi yang terkesan manis dan ada sedikit aroma rempah-rempah.

Hasil analisis sensorial menunjukkan bahwa selama bertahun-tahun rasa kopi Kintamani memiliki tingkat keasaman reguler yang mencukupi, mutu dan intensitas aroma yang kuat, dengan aroma buah jeruk (rasa jeruk dan jeruk nipis), serta kekentalan sedang.

Hal ini menunjukkan bahwa kopi Kintamani memiliki potensi cita rasa yang tinggi.

Kopi ini bisa dikatakan tidak terlalu pahit (bitter) dan tidak sepat (astringent).

Hal ini disebabkan karena para petani Bali Kintamani memiliki kepedulian yang tinggi tentang tata cara petik pilih (gelondong merah saja) selama panen.

Pada umumnya, tidak terdapat cacat rasa yang signifikan dari rasa kopi Kintamani ini.

Salah satu alasannya bahwa para petani Kintamani telah mempraktekkan prinsip-prinsip “praktek pengolahan yang baik” atau Good Manufacturing Practices (GMP). (1)

Baca: Toko Kopi Podjok, Toko Kopi Legendaris di Pasar Gede Solo Sejak Tahun 1947

Baca: Pernah Top & Terkenal, Deretan Artis Ini Kini Jatuh Miskin: Artis Cantik Ini Jualan di Warung Kopi

  • Pengolahan


Kopi Kintamani membutuhkan pengolahan secara basah atau disebut juga dengan istilah wet process (WP), cara ini merupakan cara tradisional Bali.

Langkah pertama yang dilakukan adalah membuang buah kopi sebelum bijinya mengering.

Dengan menerapkan proses pengolahan tersebut akan menjadikan warna biji kopi Kintamani lebih terang dibandingkan dengan kopi-kopi lainnya di Indonesia.

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengolah kopi Kintamani, salah satunya adalah pada proses panen.

Menggunakan pengolahan secara basah dimulai dengan melakukan pemetikan yang benar, yaitu secara manual dengan menggunakan tangan.

Hal tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan kualitas gelondong merah, gelondong merah merupakan kualitas biji yang terbaik bagi kopi Kintamani.

Selain proses pemanenan yang perlu diperhatikan, persiapan lot sebelum ekspor juga menjadi penentuan proses pengolahan kopi Kintamani.

Di mana nilai cacat fisik harus kurang dari 5 per 300 gram berdasarkan speciality coffee association of america dan juga ukuran biji kopi yang lebih besar atau sama dengan ukuran 16.

Setelah proses di atas metode penyangraian juga merupakan proses penting dalam pengolahan kopi Kintamani.

Proses penyangraian atau bubuk harus dilakukan pada kondisi kopi yang bagus, kopi Kintamani membutuhkan penyangraian menengah.

Jika kopi Kintamani akan diperjualbelikan, pengepakan harus dilakukan dengan menjamin kesegaran dan mutu yang bagus.

Pengemasan kopi Kintamani Bali biasa menggunakan tiga lapis dengan katup satu arah.

Untuk proses penyeduhan kopi Kintamani, dulunya dilakukan dengan menuangkan bubuk kopi dengan air panas langsung di cangkirnya dan menyisakan ampas di dasar cangkir.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi cara tersebut dianggap kurang modern dan kurang bisa menampilkan ciri khas cita rasa kopi Kintamani. (2)

(TribunnewsWiki.com/Ron)



Nama Kopi Kintamani
Asal Bali
   


Sumber :


1. www.jeniskopidunia.web.id
2. www.lintaskopi.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved