Kabupaten Blora

Blora adalah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Blora, sekitar 127 km sebelah timur Semarang.


zoom-inlihat foto
kabupaten-blora.jpg
Tribunnewswiki.com
Kabupaten Blora

Blora adalah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Blora, sekitar 127 km sebelah timur Semarang.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Blora adalah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Blora, sekitar 127 km sebelah timur Semarang.

Berada di bagian timur Jawa Tengah, Kabupaten Blora berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Timur.

Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Rembang dan Kabupaten Pati di utara, Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur) di sebelah timur, Kabupaten Ngawi (Jawa Timur) di selatan, serta Kabupaten Grobogan di barat.

Blok Cepu, daerah penghasil minyak bumi paling utama di Pulau Jawa, terdapat di bagian timur Kabupaten Blora.

  • Etimologi


Menurut cerita rakyat Blora berasal dari kata BELOR yang berarti Lumpur, kemudian berkembang menjadi mbeloran yang akhirnya sampai sekarang lebih dikenal dengan nama BLORA.

Secara etimologi Blora berasal dari kata WAI + LORAH.

Wai berarti air, dan Lorah berarti jurang atau tanah rendah.

Dalam bahasa Jawa sering terjadi pergantian atau pertukaran huruf W dengan huruf B, tanpa menyebabkan perubahan arti kata.

Sehingga seiring dengan perkembangan zaman kata WAILORAH menjadi BAILORAH, dari BAILORAH menjadi BALORA dan kata BALORA akhirnya menjadi BLORA.

Jadi nama BLORA berarti tanah rendah berair, ini dekat sekali dengan pengertian tanah berlumpur.

  • Sejarah


Pada saat Mataram di bawah Paku Buwana II (1727-1749) terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Mangku Bumi dan Mas Sahid, Mangku Bumi berhasil menguasai Sukawati, Grobogan, Demak, Blora, dan Yogyakarta.

Akhirnya Mangku Bumi diangkat oleh rakyatnya menjadi Raja di Yogyakarta.

Berita dari Babad Giyanti dan Serat Kuntharatama menyatakan bahwa Mangku Bumi menjadi Raja pada tanggal 1 Sura tahun Alib 1675, atau 11 Desember 1749.

Bersamaan dengan diangkatnya Mangku Bumi menjadi Raja, maka diangkat pula para pejabat yang lain, diantaranya adalah pemimpin prajurit Mangkubumen, Wilatikta, menjadi Bupati Blora.

Perang Mangku Bumi diakhiri dengan perjanjian Giyanti, tahun 1755, yang terkenal dengan nama palihan negari, karena dengan perjanjian tersebut Mataram terbagi menjadi dua kerajaan, yaitu Kerajaan Surakarta di bawah Paku Buwana III, sedangkan Yogyakarta di bawah Sultan Hamengku Buwana I.

Di dalam Palihan Negari itu, Blora menjadi wilayah Kasunanan sebagai bagian dari daerah Mancanegara Timur, Kasunanan Surakarta.

Akan tetapi Bupati Wilatikta tidak setuju masuk menjadi daerah Kasunanan, sehingga beliau pilih mundur dari jabatannya.

Sejak zaman Pajang sampai dengan zaman Mataram Kabupaten Blora merupakan daerah penting bagi Pemerintahan Pusat Kerajaan, hal ini disebabkan karena Blora terkenal dengan hutan jatinya.

Blora mulai berubah statusnya dari apanage menjadi daerah Kabupaten pada hari Kamis Kliwon, tanggal 2 Sura tahun Alib 1675, atau tanggal 11 Desember 1749 Masehi, yang sampai sekarang dikenal dengan HARI JADI KABUPATEN BLORA.

Adapun Bupati pertamanya adalah WILATIKTA.

  • Visi dan Misi


VISI

Terwujudnya Masyarakat Blora Yang Lebih Sejahtera dan Bermartabat

MISI

  • Mewujudkan pemerintahan yang efektif, bersih dari KKN, dan demokratis melalui reformasi birokrasi dalam rangka peningkatan pelayanan publik;
  • Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dengan memaksimalkan sumber daya daerah yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat, ramah lingkungan dan berkesinambungan
  • Meningkatkan iklim yang kondusif dan bekerjasama dengan pihak-pihak berkepentingan untuk penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan usaha melalui investasi yang tepat sasaran;
  • Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui peningkatan pelayanan bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial dasar lainnya dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan teknologi dan kearifan lokal;
  • Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana publik;
  • Mewujudkan dan mendorong tersusunnya kebijakan daerah yang berpihak pada masyarakat miskin (pro poor), pro job, pro growth, pro environment dan pro gender; dan
  • Mewujudkan penegakan supremasi hukum dan hak azasi manusia (HAM).

  • Geografis


LETAK GEOGRAFIS

Secara geografis Kabupaten Blora terletak di antara 111°016' s/d 111°338' Bujur Timur dan diantara 6°528' s/d 7°248' Lintang Selatan.

Secara administratif terletak di wilayah paling ujung (bersama Kabupaten Rembang) disisi timur Propinsi Jawa Tengah.

Jarak terjauh dari barat ke timur adalah 57 km dan jarak terjauh dari utara ke selatan 58 km.

BATAS ASTRONOMIS

Terletak di antara 111°016' s/d 111°338' Bujur Timur dan diantara 6°528' s/d 7°248' Lintang Selatan.

BATAS ADMINISTRATIF

  • Utara : Kabupaten Rembang dan Kabupaten Pati
  • Timur : Kabupaten Bojonegoro Propinsi Jawa Timur
  • Selatan : Kabupaten Ngawi Propinsi Jawa Timur
  • Barat : Kabupaten Grobogan

LUAS WILAYAH, KETINGGIAN DAN PENGGUNAAN TANAH

Kabupaten Blora dengan luas wilayah administrasi 1820,59 km² (182058,797 ha) memiliki ketinggian 96,00-280 m diatas permukaan laut, Wilayah Kecamatan terluas terdapat di Kecamatan Randublatung dengan luas 211,13 km² sedangkan tiga kecamatan terluas selanjutnya yaitu Kecamatan Jati, Jiken dan Todanan yang masing-masing mempunyai luas 183,62 km², 168,17 km² dan 128,74 km². untuk ketinggian tanah kecamatan Japah relatif lebih tinggi dibanding kecamatan yang lain yaitu mencapai 280 meter dpi.

Kabupaten Blora dengan luas wilayah 1820,59 Km², terbesar penggunaan arealnya adalah sebagai hutan yang meliputi hutan negara dan hutan rakyat, yakni 49,66 %, tanah sawah 25,38 % dan sisanya digunakan sebagai pekarangan, tegalan, waduk, perkebunan rakyat dan lain-lain yakni 24,96 % dari seluruh penggunaan lahan.

Luas penggunaan tanah sawah terbesar adalah Kecamatan Kunduran (5559,2174 Ha) dan Kecamatan Kedungtuban (4676,7590 Ha) yang selama ini memang dikenal sebagai lumbung padinya Kabupaten Blora.

Sedangkan kecamatan dengan areal hutan luas adalah Kecamatan Randublatung, Jiken dan Jati, masing-masing melebihi 13 ribu Ha.

Untuk jenis pengairan di Kabupaten Blora, 12 kecamatan telah memiliki saluran irigasi teknis, kecuali Kecamatan Jati, Randublatung, Kradenan, dan Kecamatan Japah yang masing-masing memiliki saluran irigasi setengah teknis dan tradisional.

Waduk sebagai sumber pengairan baru terdapat di tiga Kecamatan Tunjungan, Blora, dan Todanan disamping dam-dam penampungan air di Kecamatan Ngawen, Randublatung, Banjarejo, Jati, Jiken.

IKLIM

Banyaknya hari hujan di Kabupaten Blora selama tahun 2007 relatif baik bila dibanding dengan tahun sebelumnya.

Untuk rata-rata hari hujan terbanyak terdapat pada Kecamatan Blora, yakni sebanyak 115 hari.

Sedangkan curah hujan tertinggi di Kecamatan Kradenan sebanyak 2.638 mm.

  • Ekonomi


Pertanian merupakan sektor utama perekonomian di Kabupaten Blora.

Pada subsektor kehutanan, Blora adalah salah satu daerah utama penghasil kayu jati berkualitas tinggi di Pulau Jawa.

Daerah Cepu sejak lama dikenal sebagai daerah tambang minyak bumi, yang dieksploitasi sejak era Hindia Belanda.

Blora mendapat sorotan internasional ketika di kawasan Blok Cepu ditemukan cadangan minyak bumi sebanyak 250 juta barel.

Bulan Maret 2006 Kontrak Kerja Sama antara Pemerintah dan Kontraktor (PT. Pertamina EP Cepu, Exxon Mobil Cepu Ltd, PT Ampolex Cepu telah ditandatangani, dan Exxon Mobil Cepu Ltd. ditunjuk sebagai operator lapangan, sesuai kesepakatan Joint Operating Agreement (JOA) dari ketiga kontraktor tersebut, perkembangan terakhir untuk saat ini Plan Of Development (POD)I Lapangan Banyu Urip telah disahkan Menteri ESDM.

Namun ironinya, walau Blora terkenal dengan hutan Jati dan Minyak bumi yang dikelola sejak zaman kolonial Belanda sampai dengan pemerintah NKRI sekarang ini, tetapi perekonomian rakyat Blora termasuk salah satu yang terendah di Jawa Tengah.

Kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki oleh kabupaten Blora ternyata tidak mampu mengangkat taraf kehidupan dan taraf ekonomi masyarakatnya.

Hal ini disebabkan karena semua hasil SDA dinikmati oleh pemerintah pusat dan pegawai perusahaan yang sebagian besar dari luar Blora, tanpa ada program yang jelas untuk meningkatkan perekonomian rakyat sekitar.

  • Pariwisata


Tempat wisata

Tempat wisata di Kabupaten Blora:

  • Waduk Greneng, di Desa Tunjungan
  • Goa Terawang, di Desa Kedungwungu
  • Waduk Tempuran, di Desa Tempuran
  • Kampoeng Bluron, di Desa Tempuran
  • Waduk Bentolo, di Desa Tinapan
  • Wisata Kereta Lokomotif Cepu, di Kota Cepu
  • Pemandian Sayuran, di Desa Soko
  • Taman Rekreasi Tirtonadi, di kelurahan Kedungjenar
  • Taman Water Splash Sarbini, di JL.JEND.Ahmad Yani kelurahan Karangjati
  • Gunung Manggir, di Desa Ngumbul
  • Ara-Ara Kesanga, di Desa Gabusan
  • Goa Sentono, di Desa Mendenrejo
  • Gunung Pencu, di Desa Bogorejo
  • Blora City Park, di kelurahan Bangkle
  • Taman Seribu Lampu, di Kota Cepu
  • Taman Mustika, di pusat kota Blora tepatnya Jalan Pemuda Kelurahan Kedungjenar
  • Taman Patung Sate di dekat perbatasan kabupaten sebelah barat yaitu di Desa Gagaan
  • Air Terjun Temajang, di Banjarejo
  • Kampoeng Gojekan, di Desa Tempuran
  • Desa Wisata, di Desa Tempuran
  • Sendang Banyu Biru , di Desa Kedungwungu

Perayaan Tradisi

Blora mempunya beberapa acara perayaan, yaitu:

  • Blora Expo, di desa Gersi
  • Blora Barongan Festival (BBF), di desa Gersi
  • Parade Seni Budaya Blora, di desa Gersi
  • Gas Deso atau Sedekah Bumi
  • Kirab Budaya hari jadi Kabupaten Blora

Kuliner Khas

Makanan
Makanan khas Blora adalah

  • Sate Ayam Blora
  • Sate Kambing Blora
  • Manco
  • Iwak Asin Sego Jagung
  • Oseng-Oseng Ungker
  • Lontong tahu
  • Betiti
  • Egg Roll Waloh khas Blora
  • Arem - Arem khas Blora
  • Tahu Penthol khas Blora
  • Mie Puyang Kuah (Mie Ramen khas Blora)
  • Mie Puyang tanpa kuah
  • Mangut ikan panggang
  • Dumbeg

Minuman

Minuman khas Blora adalah:

  • Wedang Cemohe
  • Limun Kawis

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas)



Informasi
Nama Kabupaten Kabupaten Blora
Provinsi Jawa Tengah
Hari Jadi 11 Desember 1749
Ibu Kota Blora
Bupati Djoko Nugroho
Luas 1.821,59 km2
Situs Resmi www.blorakab.go.id








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved