Jurnalis China Menghilang Setelah Liput Wabah Corona di Wuhan, Diduga Ditangkap Paksa Pemerintah

Diduga Fang Bing menghilang karena ditangkap pada Minggu, (9/2/2020) setelah mengunggah video 13 detik tentang pemerintahan China.


zoom-inlihat foto
seorang-jurnalis-china-bernama-fang-bing-1.jpg
YouTube
Seorang jurnalis China bernama Fang Bing yang meliput wabah virus corona yang mematikan tiba-tiba menghilang.(YouTube)



RTHK
, yang tidak menyebutkan sumbernya, mengatakan bahwa petugas polisi berpakaian preman disertai oleh petugas pemadam kebakaran mendobrak pintu Fang untuk memasuki flatnya.

Hua Yong, seorang seniman China dan aktivis hak asasi manusia, mengatakan kepada Quartz kemarin bahwa teman-teman Fang Bin secara terpisah memberitahunya tentang penangkapan itu.

Pemerintah China masih bungkam tentang hilangnya Fang Bin dan Chen Qiushi.

Belum ada pernyataan resmi yang merinci di mana Fang Bin atau Chen Qiushi berada, atau kapan mereka akan muncul jika mereka dimasukkan ke dalam karantina.

Baca: Warga Alami Krisis Kesehatan Mental Akibat Corona, China Beri Layanan Psikologis 24 Jam Gratis

Baca: Foto Satelit Sempat Merekam Wuhan, Kota Asal Virus Corona Merah Menyala, Ilmuwan Beri Penjelasan

Dua jurnalis China bernama Chen Qiushi dan Fang Bing
Dua jurnalis China bernama Chen Qiushi dan Fang Bing yang meliput wabah virus corona yang mematikan tiba-tiba menghilang.(archyworldys)

Patrick Poon, seorang peneliti di Amnesty International, mengatakan masih belum jelas apakah Chen atau Fang "dibawa pergi oleh polisi atau ditempatkan di bawah 'karantina paksa'".

Namun, dia menambahkan bahwa pihak berwenang harus "setidaknya" memastikan anggota keluarga dihubungi.

"Pihak berwenang China harus memberi tahu keluarga mereka dan memberi mereka akses ke pengacara pilihan mereka.

Kalau tidak, itu adalah kekhawatiran sah bahwa mereka berisiko disiksa atau diperlakukan dengan buruk," kata Poon kepada BBC.

Baca: China Diduga Tutupi Jumlah Korban Tewas Akibat Virus Corona, Sebenarnya Tak Hanya 908 Orang

Baca: Terjangkit Virus Corona, Pejabat Publik Korea Utara Ditembak Mati setelah Pergi ke Pemandian Umum

Foto selebaran ini diambil dan dirilis pada 4 Februari 2020 oleh Menteri Kesehatan Malaysia menunjukkan seorang warga negara Malaysia diangkut di kursi roda oleh seorang petugas kesehatan yang mengenakan pakaian pelindung ketika ia tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur di Sepang, setelah dievakuasi dari Wuhan China, episentrum wabah coronavirus baru.Muzzafar Kasim / Kementerian Kesehatan Malaysia / AFP
Foto selebaran ini diambil dan dirilis pada 4 Februari 2020 oleh Menteri Kesehatan Malaysia menunjukkan seorang warga negara Malaysia diangkut di kursi roda oleh seorang petugas kesehatan yang mengenakan pakaian pelindung ketika ia tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur di Sepang, setelah dievakuasi dari Wuhan China, episentrum wabah coronavirus baru.Muzzafar Kasim / Kementerian Kesehatan Malaysia / AFP (Muzzafar Kasim / Kementerian Kesehatan Malaysia / AFP)

Di China, jurnalisme warga jarang ada karena mereka tidak memperoleh sertifikat resmi yang diperlukan untuk melaporkan berita.

Sebab jurnalisme warga juga tidak bekerja untuk sebuah perusahaan atau media.

Namun dengan mengingkatnya kemarahan publik China terhadap pemerintahannya, beberapa orang mengambil tindakan tersebut.

Mereka mengunggah video online, berbagi foto dan kisah dramatis dari dalam kota yang dikarantina yang hampir terputus dari bagian lain negara.

Tetapi ketika pemerintah China berjuang untuk menahan wabah, virus corona lebih dulu memakan korban tewas lebih dari 1.110 dan menginfeksi hampir 45.000 orang.

Baca: Kabar Pasien Sembuh Akibat Virus Corona Telah Mencapai Angka 4.771 dari Total 45.168 Terinfeksi

Baca: Bukan Virus Corona, Indonesia Harus Waspada Penyakit Bahaya Ini: Ada 3.256 Kasus dan 27 Korban Tewas

(TribunnewsWiki.com/Saradita Oktaviani)





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved