Kemenkes Bantah Kabar Warga Negara China Positif Terkena Virus Corona setelah Berkunjung dari Bali

Kabar seorang warga negara China positif terkena virus corona setelah berkunjung dari Bali dibantah oleh Kemenkes.


zoom-inlihat foto
pasien-virus-corona-di-china.jpg
South China Morning Post
Jumlah kasus virus korona yang diketahui melonjak 1.737 menjadi 7.771 di Cina pada Kamis, (30/1/2020) pagi termasuk kasus pertama yang dikonfirmasi di Tibet, menurut otoritas kesehatan, meningkatkan total global menjadi hampir 8.000 - dan mendekati total infeksi di seluruh dunia dalam wabah SARS tahun 2002-2003. (South China Morning Post)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Beredar kabar seorang warga negara China dinyatakan positif terkena virus corona atau Covid-19 setelah mengunjungi Bali akhir bulan lalu.

Dikutip dari Jakarta Post via Kompas.com, Rabu (12/2/2020), informasi tersebut berasal dari otoritas provinsi Anhui, China dan dimuat dalam unggahan resmi administrasi Anhui di Weibo pada Kamis (6/2/2020).

Unggahan tersebut menuturkan bahwa Pusat Pengendalian Penyakit Huainan melaporkan seorang pasien bernama Jin terinfeksi virus corona pada Rabu (5/2/2020).

Diketahui, Jin terbang menggunakan Lion Air JT2618 dari Wuhan ke Bali pada 22 Januari 2020.

Ia berlibur hampir seminggu di Bali dan kembali ke Shanghai pada 28 Januari 2020.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Anung Sugihantoro menanggapi kabar tersebut.

Saat dihubungi Kompas.com, Rabu (12/2/2020), Anung mengatakan bahwa saat ini Kemenkes belum mendapatkan konfirmasi dari The National IHR Focal Points (NFP) China.

Baca: Foto Satelit Sempat Merekam Wuhan, Kota Asal Virus Corona Merah Menyala, Ilmuwan Beri Penjelasan

Baca: Kasus Virus Corona Meroket hingga 60.161, WHO Khawatirkan Indonesia Masih Nihil, Ini Reaksi Kemenkes

"Secara formal NFP IHR China belum menotifikasi," kata Anung, saat dihubungi Kompas.com.

Pada prinsipnya, terkait orang yang suspect atau hanya terduga terinfeksi Covid-19, dengan faktor risiko perjalanan dari dan ke Wuhan, akan ada komunikasi atau laporan antar-negara.

"Kalau benar yang memberitahu antar-negara adalah NFP IHR-nya, bukan media," tegasnya.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut oleh Kompas.com, Kamis (13/2/2020), Anung mengatakan tidak ada pasien, baik itu warga negara asing dan warga negara Indonesia, yang positif terkena virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

"Di Indonesia enggak ada pasien Covid-19," ujarnya.

Penjelasan Pihak KPP

Terkait kabar tersebut, pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar menegaskan penumpang tersebut tidak dapat dipastikan tertular virus corona di Bali.

“Menurut perhitungan masa inkubasi dan riwayat perjalanan, tidak dapat dipastikan bahwa penularan terjadi di Bali,” tegas Kepala KKP Kelas I Denpasar dr. Lucky M. Tjahjono, dikutip dari TribunBali, Kamis (13/2/2020).

Baca: Virus Corona Belum Usai, Kini Muncul Penyakit Lebih Mematikan di Afrika, Korban Tewas dalam 48 Jam

Baca: Kabar Pasien Sembuh Akibat Virus Corona Telah Mencapai Angka 4.771 dari Total 45.168 Terinfeksi

Ia menjelaskan bahwa penumpang tersebut pulang pada tanggal 28 Januari 2020 dan onset atau munculnya gejala-tanda serta konfirmasi laboratorium pada tanggal 5 feb 2020 (8 hari setelahnya).

“Besar kemungkinan penularan terjadi di Shanghai atau daratan China artinya masih dalam durasi 1-14 hari tersebut,” ungkapnya.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada kasus di Indonesia termasuk Bali sampai 70 spesimen yang sudah diperiksa.

Selain itu, ia juga berharap agar Bali dan Indonesia pada umumnya tetap aman dari virus corona.

(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria) (Kompas.com/Ellyvon Pranita/TribunBali/Zaenal Nur Arifin)







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved