TRIBUNNEWSWIKI.COM – Baju balap atau wearpack MotoGP dibekali lampu kedap-kedip mirip lampu disko.
Ketika para pembalap kelas premier MotoGP, kelas menengah Moto2, dan Moto3 turun ke sirkuit, lampu kedap kedip akan menyala di baju balap mereka.
Namun, lampu kedap kedip mirip lampu disko ini ternyata bukan hanya sekadar hiasan.
Lampu disko ini menandakan bahwa fungsi airbag yang digunakan pada baju balap sudah aktif dan akan mengembang jika pembalap crash atau mengalami kecelakaan di sirkuit.
Sejak 2019, Dorna mewajibkan pembalap dari seluruh kelas menggunakan airbag pada baju balapnya.
Hal ini untuk melindungi pembalap jika terjadi kecelakaan.
Airbag yang disematkan pada baju pembalap merupakan tambahan alat elektronik yang harus berfungsi ketika terjadi kecelakaan.
Untuk mengetahui alat elektronik itu sudah aktif atau belum, maka masing masing produsen baju balap memberikan lampu indikator pada airbag.
Posisi lampu indikator yang disematkan pada baju balap tidak sama antara Alpinestars dan Dainese.
Lampu indikator airbag pada baju balap keluaran Alpinestars yang digunakan oleh Marc Marquez berada di siku lengan bagian luar.
Sedangkan baju balap keluaran Dainese yang digunakan Franco Morbidelli berada di bahu lengan atas.
Marshal cukup melihat lampu indikator pada baju balap yang digunakan semua pembalap di 3 kelas yakni MotoGP, Moto2 dan Moto3.
Jika lampu indikator sudah menyala, maka airbag sudah berfungsi.
Namun, jika tidak menyala, artinya airbag belum berfungsi alias belum dinyalakan.
Jadi lampu nyala kedap kedip mirip lampu disko bukan hanya hiasan semata, tetapi sebagai penanda bahwa airbag sudah on alias sudah berfungsi.
Di bawah ini video lampu disko di baju balap Franco Morbidelli yang menyala saat memperlihatkan skuad Petronas Yamaha SRT.
Tak hanya racing suit Dainese yang dikenakan Franco Morbidelli terpasang lampu disko.
Berbeda dari Morbidelli, Marc Marquez mengenakan baju balap buatam Alpinestars.
Lampu disko di baju balap Marc Marquez dapat dilihat di video ini
Kecepatan Airbag pembalap MotoGP mengembang ketika terjadi kecelakaan
Penggunaan baju balap dengan teknologi airbag menjadi regulasi atau peraturan terbaru pada Grand Prix dunia pada tahun 2018.
Dengan adanya peraturan ini, seluruh pembalap baik di kelas MotoGP, MOto2, atau Moto3 wajib menggunakan baju balap dengan airbag.
Namun, banyak yang belum tahu kecepatan mengembang airbag yang dipakai para pembalap ketika mengalami crash di Sirkuit.
Tentunya airbag ini akan mengembang sebelum badan para pembalao sudah membentur tanah.
Jika tidak, maka dapat dikatakan piranti airbag ini tidak ada gunanya.
Sistem airbag yang dikembangkan oleh pabrikan apparel ini sudah memiliki sertifikat.
Salah satunya sertifikat kecepatan dalam mengembang saat terjadi insiden.
Contohnya adalah teknologi Tech-Air Race Airbag yang dimiliki oleh Alpinestars.
Sistem airbag-nya bisa mengembang dalam waktu 45 milidetik saja setelah terjadi pemicu.
Bahkan, dalam tesnya diuji lewat boneka manusia yang dinaikan ke motor dan dibenturkan ke mobil secara brutal.
Dalam video lambat, terlihat airbag sudah mengembang sebelum boneka membentur bagian motor apalagi mobil.
Lihat videonya :
Alpinestars luncurkan airbag terbaru yang terkoneksi ponsel pintar
Salah satu produsen apparel premium, Alpinestars, akhirnya meluncurkan produk rompi airbag terbarunya.
Produk rompi airbag yang bernama Tech-Air 5 ini diluncurkan pada awal 2020.
Rompi airbag Tech-Air 5 ini bisa dibilang sangat cocok untuk penggunaan sehari-hari.
Hal ini karena rompi airbagnya bisa dipakai di dalam jaket riding.
Selain itu rompi airbag Tech-Air 5 juga berbeda dari tipe lain, yaitu Tech-Air Race dan Tech-Air Street, yang hanya bisa dipakai dengan wearpack atau jaket Alpinestars saja.
Dikutip dari Rideapart.com, Alpinestars menyarankan untuk tidak memakai jaket terlalu ketat saat menggunakan rompi airbag ini.
Setidaknya cukup memberi ruang agara airbag mengembang sempurna.
Rompi airbag Tech-Air 5 memiliki sistem Bluetooth dan dapat terkoneksi smartphone.
(Motorplus-online.com/Indra GT/Mohammad Nurul Hidayah/Fadhliansyah/TribunnewsWiki/Febri)