TRIBUNNEWSWIKI.COM - Viral kisah haru pasangan di China harus terpisah lantaran virus corona.
Kisah haru tersebut dibagikan oleh akun Twitter @CGTNOfficial, pada Sabtu (8/2/2020) lalu.
Seperti diketahui, virus corona masih mewabah di China.
Bahkan, pekerja medis di China harus rela bekerja ekstra untuk menangani pasien virus corona.
Hal tersebut juga dirasakan oleh perawat di sebuah rumah sakit di China.
Baca: Viral Foto Kondisi Tangan Dokter yang Teliti Virus Corona di China, Bengkak dan Merah, Kerja 12 Jam
Perawat tersebut bernama Chen Ying, wanita ini bekerja di Rumah Sakit Provinsi Zhejiang di China.
Chen Ying harus bekerja untuk menangani pasien karantina yang terjangkit virus corona.
Situasi ini membuat kekasih Chen Ying untuk menemuinya di rumah sakit setelah mendapatkan kabar bahwa Chen Ying berada di sana.
Namun, sang kekasih dilarang masuk untuk menemui Chen Ying.
Meski demikian, keduanya hanya bisa bertemu dari balik kaca.
Keduanya tampak saling menatap dari balik kaca.
Baca: Update Virus Corona: Korban Sudah Menembus Angka 34.883 Jiwa
Pasangan kekasih ini diketahui sudah berpisah selama 11 hari akibat adanya wabah virus corona.
Rencananya, pasangan kekasih ini akan menikah setelah virus corona berakhir.
Ibu Tak Bisa Peluk Anaknya
Kisah haru juga terjadi pada seorang perawat di rumah sakit yang tidak bisa bertemu dengan putrinya.
Ia merupakan perawat di garis depan yang harus menangani ribuan pasien virus corona.
Baca: Dokter yang Tangani Virus Corona Meninggal, Warga China Tuntut Permintaan Maaf Pemerintah Wuhan
Dalam sebuah video yang beredar, terlihat ia ingin memeluk putrinya tapi tidak bisa karena untuk mencegah penyebaran virus.
Ia sendiri masih berada di dalam ruang karantina.
Perawat tersebut bernama Liu Haiyan, bekerja di unit penyakit menular di Rumah Sakit Rakyat Kabupaten Fugou di Provinsi Henan, China.
Ia direkrut untuk membantu menangani epidemi saat China kewalahan menangani virus corona.
Liu tidak melihat putrinya yang berusia sembilan tahun, Cheng Shiwen dalam 10 hari setelah direkrut bersama dengan 39 pekerja medis lainnya.
Ia terlihat sangat sedih, ditambah tekanan pekerjaannya cukup berat membuat dia sering kelelahan.
Keduanya bersatu kembali pada 31 Januari 2020.
Baca: Kabar Baik dari China, Pasien yang Sembuh dari Virus Corona Mencapai 1341 Orang
Baca: Pengorbanan 31 Perawat di Wuhan Harus Rela Potong Rambut Panjangnya Demi Rawat Pasien Virus Corona
Namun, meski sudah saling bertemu, mereka harus berdiri beberapa meter dari satu sama lain untuk mencegah penyebaran virus.
Dalam sebuah rekaman, Liu dikunjungi oleh Cheng Shiwen dan suaminya Cheng Xiaoshen, yang membawakannya sekotak kue yang baru dimasak.
Video itu sudah dilihat lebih dari 100 juta kali di media sosial.
Liu, mengenakan pakaian pelindung, masker muka dan berdiri beberapa meter dari putrinya.
Gadis muda itu terlihat menangis dan terharu.
“Bu, aku benar-benar merindukanmu,” ucapnya singkat.
Liu memberi tahu dia bahwa dirinya juga merindukannya.
Ia ingin memeluk anak semata wayangnya itu.
Ketika gadis itu bertanya apakah ibunya bisa pulang lebih cepat, Liu mengatakan kepadanya bahwa dia 'melawan monster' dan segera setelah virus dikalahkan ibu akan pulang.
Di akhir video, Cheng Shiwen menaruh kantong plastik berisi kue yang baru dimasak di dalam zona karantina untuk diambil ibunya.
(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria) (TribunJogja/Bunga Kartikasari)