TRIBUNNEWSWIKI.COM - Masalah yang dihadapi Barcelona terkait perseteruan Messi dan Abidal ternyata mengundang komentar dari mantan pemain.
Legenda timnas Prancis, Christophe Dugarry, yang juga pernah berkostum Barcelona selama musim 1997-98 pun mengeluarkan uneg-uneg tentang apa yang terjadi di klub kebanggan warga Catalunya tersebut.
"Barcelona memiliki citra yang sangat buruk dan dan tidak elegan sebagai klub besar,” ucap Dugarry dikitup Tribunnewswiki.com dari AS, Sabtu (8/2/2020).
Masalah non-teknis Barcelona memang seringkali menggagu pejalanan mereka di musim ini.
Namun, kisruh besar yang terjadi karena pertengkaran antara Lionel Messi dan direktur olahraga Eric Abidal telah membuat situasi di Barcelona mendidih pada sepekan terakhi ini.
Baca: Lionel Messi Terusik di Barcelona, Manchester City Siap Tampung Sang Bintang
Baca: Presiden Barcelona Harus Turun Tangan Selesaikan Konflik Messi vs Abidal
Membahas situasi saat ini di Barcelona via stasiun radio Prancis, RMC, Dugarry yang merupakan peraih gelar juara Piala Dunia 1998 itu pun tak segan mengatakan bekas klubnya itu selayaknya badut.
“(Barcelona) ini adalah klub sekumpulan badut. Segalanya mengalami kemunduran.”
“Anda mungkin merasakan bahwa tidak ada proyek sepak bola yang jelas di klub itu.”
“Satu-satunya prioritas mereka adalah presiden satt ini terpilih kembali. Mereka tidak saling mengerti satu sama lain,” ucap Dugarry.
Selain berbicara kendala yang melingkupi suasana keharmonisan klub, Dugarry melihat gagalnya Barcelona mencari pengganti Xavi dan Iniesta sebagai salah satu biang kehancuran mereka.
“Setiap pergerakan transfer mereka seringkali bermasalah.”
“Mereka bekerja dua kali lipat dan bahkan tiga kali lipat. Dan sejak kepergian Xavi dan Iniesta, mereka telah menghabiskan banyak uang, tetapi belum menemukan permainan atau kualitas yang sama,”kata mantan pemain Marseille, AC Milan dan Bordeaux itu.
Dugarry menambahkan, “Mereka memiliki banyak masalah dan, di atas semua itu, mereka memiliki citra yang sangat buruk.”
“Untuk klub di level seperti Barcelona ini, ada terlalu banyak orang yang tidak memiliki kualitas didalamnya.”
Baca: Konflik Messi vs Direktur Klub Memanas, Pelatih Barcelona Tak Mau Ambil Pusing
Baca: Kiamat Kecil Barcelona: Messi Konflik dengan Direktur Klub, Akankah Dia Pindah?
Pengalaman Dugarry selama bermain di Barcelona sendiri tak berjalan mulus.
Bahkan dia menggambarkan pengalaman pribadinya berada di markas Barcelona, Stadion Camp Nou selayaknya hidup dalam "neraka".
Selama waktunya yang singkat dan tidak bahagia di Barcelona, Dugarry hanya bermain tujuh pertandingan dan dipaksa bermain sebagai gelandang bertahan oleh pelatih Barcelona kala itu, Louis van Gaal.
Dalam sebuah wawancara beberapa tahun yang lalu, dia mengungkapkan bahwa dia sangat tidak bahagia di klub, dia berpura-pura menangis selama percakapan dengan Van Gaal dalam usahanya untuk keluar dari Barcelona.
“Saya menghabiskan enam bulan bertanya pada diri sendiri apa yang saya lakukan di sana (Barcelona).”
“Hal terburuk adalah ketika saya pergi ke kantor Luois van Gaal untuk meminta pergi dari klub.”
“Saya harus pergi dengan biaya berapa pun, dan terlebih lagi, aku harus sering bermain agar masuk skuat timnas Prancis di Piala dunia 1998.”
“Saya sampai haru pura-pura menangis dan mengatakan 'Aku tidak tahan lagi, aku harus pergi’, karena dia menahan saya untuk tetap tinggal di Barcelona meski dia (Van Gaal) juga memaksa saya bermain sebagai gelandang bertahan”.
“Itu adalah enam bulan yang mengerikan (di Barcelona). Saya seperti melewati neraka,” ucap Dugarry.
Dugarry kemudian bermain untuk Marseille, Bordeaux dan pensiun di Qatar pada 2005.
Baca: Paceklik Gol, Penyerang Real Madrid Ini mengaku Berkaca Diri via YouTube
Kronologi Konflik Messi vs Abidal
Titik didih panas situasi Barcelona menyeruak pasca dalam sebuah wawancara dengan koran lokal AS, pada hari Selasa (4/2/2020) lalu Erci Abidal, Direktur Olahraga Barcelona, blak-blakan menyinggung soal Messi dkk.
“Banyak pemain yang tidak puas (dengan kinerja Valverde) dan mereka juga tidak banyak yang mau bekerja keras.”
“Ada juga masalah komunikasi internal di tim.”
“Suasana dan hubungan di ruang ganti memang seperti terlihat baik saja, namun sebagai mantan pemain, saya bisa mencium bau yang tak sedap di dalamnya.”
“Saya memberi tahu klub apa yang saya pikirkan dan saya yakin suatu keputusan penting akan segera diambil,” ucap Abidal.
Baca: Selain Basket, Sosok Kobe Bryant Dikenal Fasih Berbahasa Italia, Suka Sepak bola dan AC Milan
Abidal mengatakan dia sudah mulai intens memantau situasi ruang ganti, terutama semenjak laga El Clasico 18 Desember 2019 lalu.
Keputusan untuk segera mencari pengganti Valverde pun dilakukan setelah laga tersebut.
Sebelumnya, Barcelona dikabarkan pernah mendekati dua nama sebagai pengganti Valverde yakni Xavi Hernández dan Ronald Koeman.
Namun, Xavi yang juga legenda Barcelona itu merasa tak siap masuk di pertengahan musim dan ingin fokus di klub yang ia latih sekarang, Al-Sadd.
Sedangkan Ronald Koeman menolak melatih Barcelona karena fokus dengan timnas Belanda jelang Piala Eropa 2020.
Pilihan pun akhrinya jatuh pada mantan pelatih Real Betis, Quique Setién.
Omongan pedas Eric Abidal pun membuat jenggot Messi terbakar dan membalas kritik itu via postingan Instagram.
“Sejujurnya, saya tidak suka melakukan hal-hal ini, tetapi saya pikir setiap orang harus bertanggung jawab atas tindakannya dan bertanggung jawab atas keputusan mereka sendiri.”
“Para pemain bertanggung jawab atas apa yang terjadi di lapangan, dan kami adalah orang pertama yang menyadari bahwa ada yang tidak baik dari kami.”
“Mereka yang berada di jabatan direktur (Abidal) juga harus memikul tanggung jawab mereka dan di atas semuanya, bertanggung jawab atas keputusan yang mereka buat sendiri,” tulis Messi.
(Tribunnewswiki.com/Haris)