FILM - Cahaya Dari Timur: Beta Maluku (2014)

Cahaya Dari Timur: Beta Maluku dirilis pada 19 Juni 2014, diperankan oleh Chicco Jericho dan Shafira Umm, film ini memenangkan Film Terbaik di Festival Film Indonesia 2014.


zoom-inlihat foto
cahaya-dari-timur.jpg
youtube.com/
Adegan dalam film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku (2014)

Cahaya Dari Timur: Beta Maluku dirilis pada 19 Juni 2014, diperankan oleh Chicco Jericho dan Shafira Umm, film ini memenangkan Film Terbaik di Festival Film Indonesia 2014.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Cahaya Dari Timur: Beta Maluku adalah film drama Indonesia tahun 2014 yang diproduseri oleh Glenn Fredly dan Angga Dwimas Sasongko.

Film yang dirilis pada 19 Juni 2014 ini dibintangi oleh Chicco Jerikho dan Shafira Umm.

Diangkat dari kisah nyata, Film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku sejak awal mengambil pilihan untuk menghadirkan gambaran kondisi yang sebenarnya berdasarkan cerita.

Pendekatan sosial budaya dan akurasi fakta menjadi elemen penting dalam pengerjaan film ini.

Keunikan Film ini ada pada keputusan untuk menggunakan dialog Ambon dalam keseluruhan film dan dipilihnya aktor-aktor muda berbakat asli Maluku untuk mengisi peran anak-anak yang ada.

Film yang diproduksi oleh Visinema Pictures ini mendapat penghargaan Festival Film Indonesia 2014 sebagai Film Terbaik. (1)

Baca: FILM - Fences (2016)

Baca: Film - A Copy of My Mind (2015)

  • Sinopsis #


Pada awal tahun 2000, Maluku mengalami konflik beragama antara umat Islam dan Kristen.

Kedua kelompok agama tersebut berbuat kerusuhan dengan senjata tajam untuk melawan satu sama lain.

Banyak warga berbondong-bondong ikut serta dalam kericuhan, terutama laki-laki.

Namun, seorang warga di Tulehu, mantan pemain Tim Nasional U-15 di Piala Pelajar Asia tahun 1996, Sani Tawainella ingin membuat keadaan lebih baik setelah realita kehidupan yang penuh dengan konflik.

Sikap toleransi beragamanya membawa Sani pada niat ingin memberi pengalaman sepak bolanya kepada anak-anak Tulehu. 

Latihan sepak bola setiap jam lima ia lakukan hanya untuk mengalihkan perhatian anak-anak atas konflik, walaupun ia dalam kondisi ekonomi yang sulit.

Setelah beberapa tahun Sani mengajarkan sepak bola kepada mereka kericuhan berangsur membaik.

Bimbingan Sani dari kecil hingga dewasa diambil alih oleh Rafi dan ia mendirikan SSB yang ia beri nama Tulehu Putra.

Suatu hari, di Pos Ojek Sani didatangi guru Josef dari SMK Passo.

Ia diminta melatih sepak bola di sekolahnya untuk mempersiapkan pertandingan John Mailoa Cup.

Pada awalnya kepala sekolah memprotes Sani melatih di sekolah komunitas Kristen, namun penjelasan Josef dapat meyakinkannya.

Sani terkenal tidak hanya sebagai pelatih, tetapi ia juga sebagai penyemangat dan motivator anak-anak bermain bola.

Pada pertandingan John Mailoa Cup, tim Sani bertanding dengan tim Rafi.

Tim Rafi menang dan membawa nama baik SSB pertama Tulehu.

Kemudian Bapa Raja memanggil para pelatih sepak bola untuk menentukan pelatih sepak bola yang akan membawa tim Maluku untuk bertanding pada kompetisi nasional usia 15 tahun yang diselenggarakan PSSI di Jakarta.

Sani terpilih menjadi kepala pelatih dan Rafi menjadi asistennya, tapi Rafi menolak menjadi asisten karena pada kompetisi John Mailoa Cup, Tulehu putra yang menang dan ia pelatihnya.

Rafi beranggapan lebih baik tidak terlibat sama sekali untuk kompetisi di Jakarta daripada menjadi asisten Sani.

Masalah Sani tidak selesai begitu saja, tanggung jawab dan amanah yang di beri Bapa Raja sangat membebaninya.

Anak-anak yang terpilih menjadi satu tim untuk kompetisi di Jakarta dari dua daerah dan dua agama.

Konflik Islam dan Kristen mereka bawa pada sikap mereka, terutama Salim (Salembe).

Setiap latihan Salembe tidak mau mengoper bola ke anak seorang polisi Posso Finky karena kematian ayahnya terkena peluru nyasar dari Posso hingga Salembe menolak satu tim dengan anak-anak Posso.

Sebelum pemberangkatan ke Jakarta, Sani kebingungan mencari dana untuk sampai di Jakarta.

Banyak bantuan material yang diberikan warga seperti Ibu Alfin, Ayah Jago, dan warga lainnya.

Tiba-tiba seorang pendeta dari Posso memberikan uang pesangon untuk tim yang dikumpulkan oleh warga Posso.

Sani sangat senang ternyata orang Posso dari kalangan Kristen mau bersimpati dan memberi dukungan karena memang ada beberapa anak Passo yang ikut dalam tim.

Pendeta sendiri yang langsung memberikannya bukan orang lain, sehingga kebencian warga akan konflik agama semakin
berkurang.

Sebagai pelatih dan penanggung jawab, Sani kesulitan menyatukan ego mereka ditambah lagi masalah rumah tangga dengan istrinya yang mencekam batinnya.

Meskipun awalnya Sani putus asa bisa membawa tim Maluku, namun dengan nasehat Sufyan Sani kembali bersemangat menyatukan anak didiknya.

Sani berusaha memberikan pemahaman tentang siapa diri mereka, bukan Tulehu atau Passo, bukan Islam atau Kristen tapi mereka adalah Maluku.

Persatuan anak didiknya ternyata diikuti oleh warga di kampungnya.

Masyarakat Tulehu dengan Passo berbagi informasi tentang pertandingan sehingga kondisi tersebut dapat meleburkan konflik yang pernah ada. (2)

  • Pemeran #


Berikut daftar nama pemeran film Cahaya Dari Timur (2014) karya Angga Dwimas Sasongko:

  • Chicco Jerikho sebagai Sani Tawainella
  • Abdurrahman sebagai Josef Matulessy
  • Aufa Assagaf sebagai Hari 'Jago' Zamhari Lestaluhu
  • Glenn Fredly sebagai Sufyan Lestaluhu
  • Ridho Hafiedz sebagai Bapa Jago
  • Bebeto Leutually sebagai Salim 'Salembe' Ohorella
  • Frans Nendissa sebagai Rafi Lestaluhu
  • Jajang C. Noer sebagai Mama Alvin
  • Burhanuddin Ohorella sebagai Alvin Tuasalamony
  • Shafira Umm sebagai Haspa Umarella (3)

  • Poster #


Berikut poster film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku (2014) karya Angga Dwimas Sasongko:

Poster Film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku (2014)
Poster Film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku (2014) (visinema.co/)

  • Trailer #


Berikut trailer film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku (2014) karya Angga Dwimas Sasongko:

(TribunnewsWiki.com/Ronna)



Judul Cahaya Dari Timur: Beta Maluku (2014)
Produser Glenn Fredly
Angga Dwimas Sasongko
Sutradara Angga Dwimas Sasongko
Rumah Produksi Vsisinema Pictures
Penghargaan Film Terbaik, Festival Film Indonesia 2014


ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved