TRIBUNNEWSWIKI.COM - Baru-baru ini viral di media sosial metode pengobatan Ningsih Tinampi di Kabupaten Pasuruan.
Sempat menjadi sorotan lantaran pernyataannya yang bisa memanggil nabi dan juga malaikat, kini tempat praktik Ningsih Tinampi digeruduk oleh petugas gabungan dari dinas dan instansi di Penprov Jatim dan Kabupaten Pasuruan.
Para petugas gabungan tersebut berasal dari Dinas di Pemprov Jatim, Pemkab Pasuruan, Polda Jatim, dan Kejati.
Selain itu, ada juga perwakilan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI ) dan Komisi Pelayanan Publik (KPP ) Jatim.
Baca: Kabupaten Kudus
Baca: FILM - The Bridge on the River Kwai (1957)
Hasilnya, metode pengobatan alternatif Ningsih Tinampi yang antrinya hingga berbulan-bulan ini terungkap.
Pengobatan yang dilakukan oleh wanita bernama Ningsih Tinampi ini masuk dalam pengobatan tradisional dan bukan pengobatan secara medis.
Dian Islami, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Jatim mengatakan hasil tersebut dia dapat setelah pihaknya datang dan melihat langsung metode pengobatan Ningsih Tinampi.
"Jadi kami lihat metodenya seperti apa, bagaimana prosesnya dan masih banyak lagi. Hasilnya, pengobatan yang dilakukan Ningsih Tinampi termasuk pengobatan tradisional," tegasnya.
Berdasarkan hal tersebut, yang dilakukan oleh Ningsih Tinampi bukan atau tidak berkaitan dengan medis.
Jadi, Ningsih Tinampi tidak melanggar rambu-rambu dalam dunia medis.
"Kalau saya melihat ini tidak berkaitan dengan medis.
Apa yang dilakukan Ningsih ini pengobatan aliran kepercayaan secara kultur tidak berkaitan dengan regulasi yang ada dinkes," beber Dian Islami.
Dian Islami juga menjelaskan untuk urusan benar atau tidaknya efek pengobatan tersebut tergantung masing-masing individu.
Namun yang jelas, apa yang dilakukan oleh Ningsih Tinampi tidak ada kaitannya dengan medis.
Dian Islami juga menambahkan, pihaknya sudah mewanti-wanti dan memberi warning ke Ningsih Tinampi, jika pasiennya mengidap penyakit medis harus dibawa ke tindakan medis.
Baca: Ningsih Tinampi Muak Selalu Disudutkan, Ancam Lakukan Hal Besar yang Bisa Rugikan Ribuan Orang
"Saya juga menyarankan agar pasien disini tetap menjaga kebersihan, tetap menjaga lingkungan agar tidak mudah tertular penyakit.
Nanti kami akan buat laporan," tegas Dian Islami
Setelah mendatangi praktik pengobatan Ningsih Tinampi, Dian Islami dan tim akan menggelar rapat kembali guna menyimpulkan hasil kunjungan.
Hal sama juga disampaikan oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pasuruan dr Sujarwo.
Dr Sujarwo menjelaskan jika kunjungan 'mendadak' tersebut adalah dalam rangka pembinaan.
Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui langsung kondisi nyata pengobatan yang ada di rumah Ningsih Tinampi ini seperti apa.
"Jadi bukan sesuatu yang aneh. Ini kami hanya kunjungan saja, untuk memberikan pembinaan terhadap Ningsih Tinampi," kata Ketua IDI Kabupaten Pasuruan.
Menurut dr Sujarwo, pihaknya ingin memberikan bantuan ke Ningsih Tinampi agar lebih tertata dalam memberikan pengobatan kepada para pasiennya.
Dr Sujarwo juga menambahkan jika yang lebih berkompeten untuk menjelaskan nanti adalah Dinas Kesehatan Jawa Timur.
"Teknisnya, nanti yang menjelaskan dari Dinkes Jatim," tegasnya.
Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat ( Bakorpakem ) Kabupaten Pasuruan menyatakan akan melakukan pengawasan ketat terhadap pengobatan alternatif yang dijalankan oleh Ningsih Tinampi .
Kepala Kajaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan, Ramdanu Dwiyantoro, Rabu (5/2/2020) menegaskan, tim gabungan ini akan selalu melakukan pengawasan terhadap pengobatan alternatif yang dilakukan Ningsih Tinampi dan telah viral di media sosial .
Ia menyebut, pihaknya lebih mengawasi kemungkinan akan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. (TribunnewsWiki.com/Melia/TribunMadura.com)